tirto.id - Pada 10 Desember 2020, sebuah gim video yang telah diumumkan pengembangannya sejak delapan tahun sebelumnya akhirnya dirilis. Gim itu dikembangkan oleh salah satu perusahaan dengan reputasi terbaik.
Karya mereka sebelumnya, The Witcher 3: Wild Hunt yang dirilis pada 2015, dianggap sebagai salah satu gim video terbaik untuk eranya. Dan pada 2020, khususnya mereka yang telah tersihir oleh The Witcher 3: Wild Hunt, betul-betul berharap banyak akan keluaran terbaru perusahaan tersebut.
Pengembang gim yang dimaksud adalah CD Projekt RED, sebuah perusahaan asal Polandia yang sudah eksis sejak 1994. Sementara, gim video yang sangat dinanti-nanti pada Desember 2020 itu adalah Cyberpunk 2077, sebuah gim berlatar dunia masa depan bernapaskan Cyberpunk, di mana korporasi-korporasi raksasa sudah bertransformasi jadi layaknya pemerintah sebuah negara.
Mereka tak cuma memiliki kekayaan (yang terasa seperti) tak terhingga, tetapi juga kebijakannya sangat berpengaruh pada kehidupan rakyat jelata. Satu hal lagi, perusahaan-perusahaan itu pun memiliki tentara pribadinya sendiri-sendiri.
Jauh sebelum tahun 2077, atau tahun di mana kekuatan dan jangkauan korporasi-korporasi raksasa itu sudah tak lagi bisa dikendalikan, seorang rocker bengal bernama Johnny Silverhand sebenarnya sempat berusaha untuk menyetop itu semua.
Silverhand, yang juga mantan tentara AS, juga melancarkan sebuah serangan pada salah satu korporasi pada 2023. Namun, lantaran dikhianati kekasihnya sendiri, Rogue Amendiares, Silverhand akhirnya justru tewas.
Meski tewas, kesadaran Silverhand tetap hidup dan sosok inilah yang senantiasa "mengganggu" sang protagonis Cyberpunk 2077, V, dalam banyak aktivitasnya. Para pemain gim ini bisa melihat sosok berambut panjang, berkaca mata hitam, dan bertangan robot muncul begitu saja.
Meski bukan karakter utama, Silverhand adalah salah satu karakter yang membuat gim video ini awalnya memantik rasa penasaran banyak orang. Alasannya, tak lain, karena ia diperankan oleh aktor laga legendaris Keanu Reeves.
Berawal dari Sebuah Bengkel
Orang mungkin mengira, karena Cyberpunk 2077 adalah sebuah gim video, merek-merek yang terpampang di sana adalah merek fiktif atau pelesetan, seperti halnya di seri Grand Theft Auto. Sebagian besarnya memang benar. Mobil-mobil di Cyberpunk 2077 semuanya menggunakan merek fiktif. Namun, tidak dengan ARCH, karena ARCH Motorcycle adalah jenama milik Reeves yang sudah dibangunnya sejak 2011 bersama builder kenamaan, Gard Hollinger.
Sepeda motor yang didapatkan V di Cyberpunk 2077, menurut catatan GameSpot, diambil dari basis desain Method 143, salah satu model konsep ARCH, yang lantas dimodifikasi habis-habisan oleh tim CD Projekt Red bersama ARCH agar terasa seperti produk dari 60 tahun ke depan. Bahkan suara mesinnya bukan rekayasa studio semata. Tim audio CD Projekt Red merekam langsung motor sungguhan itu dalam berbagai situasi.
Kisah ARCH Motorcycle jauh lebih personal ketimbang sekadar proyek iseng seorang selebritas yang kebingungan caranya menghabiskan uang. Semuanya bermula pada 2007, ketika Reeves, yang sudah lama jadi penggemar berat sepeda motor, mendatangi sebuah bengkel bernama LA County Choprods di Los Angeles. Waktu itu dia hanya ingin memesan satu komponen kecil, yaitu sissy bar, semacam sandaran punggung untuk motor cruiser miliknya.

Pemilik bengkel itu adalah Hollinger, yang sudah bergelut dengan dunia sepeda motor sejak usia delapan tahun. Ia sempat menjadi pebalap motocross profesional pada masa mudanya sebelum kembali ke Los Angeles dan mendirikan LA County Choprods. Pertemuan keduanya yang awalnya hanya soal sissy bar itu ternyata berkembang jadi obrolan panjang tentang sepeda motor seperti apa yang sebenarnya mereka berdua idamkan.
Dari obrolan itu, Hollinger akhirnya membangun satu motor custom untuk Reeves, hasil modifikasi total dari basis Harley-Davidson Dyna miliknya. Reeves langsung jatuh cinta begitu menjajalnya.
Reeves lantas mengajak Hollinger untuk menjadikan sepeda motor itu sebagai basis sebuah bisnis. Hollinger awalnya ragu. Namun, dalam wawancara dengan Los Angeles Times, Hollinger berkata bahwa satu hal yang meyakinkannya untuk akhirnya ikut serta adalah niat tulus Reeves yang benar-benar mencintai sepeda motor dan ini bukan proyek gengsi selebritas belaka.
Produksi "Custom" demi Eksklusivitas dan Autentisitas
ARCH Motorcycle Company resmi berdiri pada 2011. Butuh waktu tiga tahun lagi sebelum sepeda motor produksi pertama mereka, KRGT-1, akhirnya diperkenalkan ke publik pada September 2014 dengan harga awal 78.000 dolar AS, setara sekitar Rp1,2 miliar dengan kurs saat itu.
Angka itu bukan patokan asal-asalan, karena tiap unit KRGT-1 memakai lebih dari 200 komponen yang sebagian besar dikerjakan sendiri oleh ARCH, dengan waktu pengerjaan lebih dari 300 jam mesin per unit menggunakan CNC dan water-jet.
KRGT-1 dipersenjatai mesin V-twin berkapasitas 2.032 cc bikinan S&S Cycle yang dikustomisasi khusus untuk ARCH, menghasilkan tenaga sekitar 122 tenaga kuda dan torsi 165 Nm. Konfigurasi ini melahirkan kategori baru dalam dunia sepeda motor yang kemudian dikenal sebagai "performance cruiser" atau "sport cruiser", yaitu sepeda motor yang tetap nyaman diajak jalan jauh tapi juga lincah dibawa menikung di jalan berkelok.
Hampir semua bagian bodi KRGT-1, termasuk tangki bahan bakarnya, dipahat dari balok aluminium pejal melalui proses CNC (Computer Numerical Control) yang panjang. Satu proses pemahatan tangki bahan bakar bisa memakan waktu puluhan jam, dan pada akhirnya hanya menyisakan sekitar 10 persen dari material aluminium mentah yang dipakai di awal, sementara sisanya menjadi limbah serpihan. Roda-rodanya memakai serat karbon buatan BST asal Afrika Selatan, salah satu dari sedikit produsen di dunia yang berhasil membuat roda serat karbon untuk sepeda motor secara masif.
Filosofi produksi seperti ini membuat ARCH sengaja tidak mengejar volume penjualan besar. Kapasitas produksi mereka hanya sekitar 30 unit per tahun, jumlah yang sangat kecil dibandingkan pabrikan motor arus utama mana pun. Reeves menyebut pendekatan "produksi kustom" ini sebagai cara ARCH untuk tetap menjaga setiap motor benar-benar unik, karena pembeli dilibatkan langsung dalam proses kurasi desain, mulai dari pilihan warna hingga detail finishing.
Selain KRGT-1, ARCH juga mengembangkan model 1S dengan wheelbase (jarak antarroda) lebih pendek dan berkarakter lebih sporty, serta Method 143, sebuah motor konsep edisi sangat terbatas yang hanya diproduksi sebanyak 23 unit dengan harga mulai 250.000 dolar AS.
ARCH juga tidak main-main soal urusan regulasi emisi. Perusahaan ini sudah mengantongi sertifikasi dari Environmental Protection Agency (EPA) dan California Air Resources Board (CARB) di AS, sekaligus berhasil memenuhi standar emisi Euro 4 yang jauh lebih ketat, sehingga membuka jalan bagi mereka untuk menjual motor ke pasar Eropa.
Untuk mencapai standar itu, ARCH bahkan berkolaborasi khusus dengan perusahaan asal Michigan bernama Acat Global demi mengembangkan catalytic converter yang dirancang sesuai bentuk unik KRGT-1.
Balap Motor sebagai Pelajaran Hidup
Kecintaan Reeves pada sepeda motor rupanya tidak berhenti di garasi dan jalan raya. Pada Juli 2026, Reeves dan Hollinger merilis serial dokumenter berjudul Hooligans: The ARCH Racing Project, yang tayang perdana di Samsung TV Plus mulai 12 Juli 2026 dan berlanjut tiap Minggu hingga 16 Agustus. Serial berdurasi enam episode ini mengikuti perjalanan tim balap ARCH yang berlaga di ajang Super Hooligan National Championship, sebuah kompetisi road racing sepeda motor Amerika.
Menurut Hollinger, dokumenter ini sengaja dibuat bukan sekadar untuk memamerkan kecepatan di lintasan.
Adapun Reeves menganggap serial ini sebagai cerminan tradisi Amerika soal membangun tim dari nol, penuh ambisi, dan berbagi visi bersama orang lain.
Bagi Reeves, dunia balap motor rupanya juga memberi pelajaran hidup yang lebih dalam ketimbang sekadar adu cepat di trek. "Adanya keinginan mendalam untuk menang. Bagaimana mengatasi tantangan personal. Pada akhirnya, yang bisa kita bagikan adalah emosi. Kita semua memiliki itu," ucap Reeves.
Reeves, 61 tahun, juga mengaku bahwa, baginya, mengendarai sepeda motor bukan cuma urusan kecepatan, melainkan untuk merasakan sesuatu yang lebih personal.
Kembali ke soal Cyberpunk 2077, kemunculan ARCH di gim itu memang terasa seperti pertemuan dua dunia yang awalnya tak berhubungan, yaitu hiburan digital masa depan dan "kerajinan tangan" analog yang kaya akan detail.
Namun, bagi Reeves, keduanya sebetulnya berangkat dari benang merah yang sama, yaitu kecintaan pada proses menciptakan sesuatu yang otentik. Dia bahkan sempat berkelakar soal alasan mendasar mengapa ia dan Hollinger nekat membangun perusahaan motor sejak awal. "Karena kita semua akan mati," katanya di Goodwood Festival of Speed pada 2016, sebagaimana dilaporkan Yahoo Autos.
Hollinger pun mengamini sentimen tersebut. "Kita perlu menciptakan sesuatu yang gila," ujarnya menambahkan alasan Reeves tadi. Bagi keduanya, ARCH Motorcycle bukan sekadar bisnis hura-hura, melainkan proyek jangka panjang yang ingin mereka wariskan jauh setelah nama besar Hollywood milik Reeves memudar dari ingatan orang.
Dan begitulah cara sebuah sissy bar kecil di tahun 2007 akhirnya berkembang menjadi perusahaan motor custom kelas atas, lalu menembus layar gim video futuristik yang dimainkan jutaan orang di seluruh dunia.
Dari bengkel kecil di Los Angeles hingga jalanan fiktif Night City, kisah ARCH Motorcycle menunjukkan bahwa obsesi personal seorang aktor terhadap kendaraan roda dua ternyata bisa berujung pada sebuah upaya tak kenal lelah untuk menghasilkan otentisitas dan kesempurnaan.
Penulis: Yoga Cholandha
Editor: Irfan Teguh Pribadi
Masuk tirto.id


































