Menuju konten utama

Rapat Perdana di DPR, Purbaya Singgung soal Gaya Omong Koboi

Melchias Marcus Mekeng tak mempermasalahkan gaya bicara Purbaya, asal apa yang diucapkan berbobot.

Rapat Perdana di DPR, Purbaya Singgung soal Gaya Omong Koboi
Ilustrasi rapat di DPR Tirto.id/Nanda Aria Putra

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bakal mengubah gaya bicaranya yang seperti koboi di hadapan para pimpinan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam rapat kerja (raker) perdananya. Hal ini menyusul banyaknya kritik dari masyarakat usai dirinya salah berbicara dalam konferensi pers Senin (8/9/2025), setelah ditunjuk sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani.

“Saya baru merasakan dampaknya, rupanya beda. Jadi, sekarang saya akan stick pada pidato yang sudah disiapkan oleh staf saya di sini, Pak. Jadi, enggak ada session bebas lagi,” katanya kepada pimpinan Komisi XI DPR RI sembari tertawa, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2025).

Menurut Purbaya, gaya bicaranya yang bebas seperti koboi itu tidak pernah dipermasalahkan saat dirinya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun, hal itu tidak lagi sama saat dirinya kini menduduki posisi sentral sebagai Menteri Keuangan.

“Ini, Pak, kunjungan saya yang pertama sebagai Menteri Keuangan, biasanya sebagai (Ketua DK) LPS. Kalau waktu Ketua LPS, saya katanya ngomongnya agak-agak koboi, sekarang enggak boleh saya, Pak,” ujar dia sambil berseloroh dan disambut dengan gelak tawa dari peserta raker.

Baru saja menyelesaikan kalimatnya, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng lantas menyampaikan kritiknya kepada Purbaya. Menurutnya, tidak masalah jika Purbaya memiliki gaya bicara seperti koboi, asal apa yang diucapkan berbobot.

“Pak Menteri, boleh koboi, asal ada isinya!” tegur Mekeng.

Saran itu pun langsung diamini oleh Purbaya. “Siap, siap. Makasih, Pak,” katanya.

Sementara itu, dalam serah terima jabatan Menteri Keuangan kemarin, Purbaya mengungkapkan bahwa sebutan dirinya memiliki gaya bicara yang “agak-agak koboi” berasal dari Sri Mulyani. Gaya bicara yang blak-blakan sejak dulu itu, menurutnya, tak pernah menjadi masalah saat ia menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Namun, hal itu menjadi berbeda ketika ia didapuk sebagai Menteri Keuangan, jabatan strategis yang selalu diawasi oleh masyarakat. Karenanya, Purbaya pun meminta maaf atas perkataan yang sebelumnya ia ungkapkan.

“Saya masih pejabat baru di sini. Menterinya juga menteri kagetan. Jadi, kalau ngomong katanya, kalau kata Ibu Sri Mulyani kayak koboi. Waktu di LPS sih nggak ada yang monitor, jadi saya tenang. Ternyata di (Kementerian) Keuangan beda, Ibu. Salah ngomong langsung dipelintir sana-sini. Jadi, kemarin kalau ada kesalahan, saya mohon maaf,” kata dia dalam konferensi pers usai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2025).

Dengan jabatan barunya itu, ke depan ia akan berusaha lebih baik lagi dalam berkomunikasi.

“Yang ketiga, ini kan saya baru di sini, yang jelas saya akan berusaha semaksimal mungkin,” tegasnya.

Adapun kritik banyak dituai Purbaya saat dirinya menyatakan bahwa tuntutan 17+8 yang disuarakan oleh masyarakat sipil pascaaksi unjuk rasa yang berlangsung sejak akhir Agustus hingga awal September 2025 dinilai merupakan aspirasi dari sebagian kecil masyarakat. Karenanya, tuntutan itu akan hilang seiring dengan pertumbuhan ekonomi 6–7 persen yang dapat dicapai di kemudian hari.

Sebab, dengan pertumbuhan ekonomi tinggi itu, masyarakat akan lebih sibuk mencari kerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ketimbang berdemonstrasi.

“Basically begini, itu kan suara sebagian kecil rakyat kita, kenapa mungkin sebagian ngerasa keganggu, hidupnya masih kurang ya. Once, saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6 persen, 7 persen itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo,” ujar dia dalam konferensi pers usai dilantik sebagai Menteri Keuangan, Senin.

Baca juga artikel terkait DPR atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana