Menuju konten utama

Rano: Pelat Besi di Kolong Tol Dekat JIS Aset Kementerian PU

Rano mengatakan hilangnya ratusan pelat besi di kolong tol itu sangat mengkhawatirkan.

Rano: Pelat Besi di Kolong Tol Dekat JIS Aset Kementerian PU
Foto udara simpatisan capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar saat memasuki lokasi kampanye akbar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Sabtu (10/2/2024). ANTARA FOTO/ Erlangga Bregas Prakoso/tom.

tirto.id - Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Rano Karno, menanggapi temuan ratusan pelat besi di kolong tol dekat Jakarta Internasional Stadium (JIS) yang hilang akibat dicuri.

Rano mengatakan pelat-pelat besi yang hilang itu merupakan aset milik pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Hal tersebut diketahui Rano usai ia memerintahkan dinas terkait untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

“Sampai kedinasan kami, kami perintah [untuk mengecek langsung]. Sampai mereka bilang, ‘Pak izin, itu adalah bagian dari PUPR’,” ujar Rano saat ditemui di Hotel Novotel Gajah Mada, Glodok, Jakarta Barat, Jumat (25/4/2025).

Rano mengatakan hilangnya ratusan pelat besi di kolong tol itu sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, ia bilang, hilangnya pelat besi itu bisa saja membuat jalan tol tiba-tiba ambruk.

“Tapi saya bilang, apa yang bisa kita lakukan? Untuk apa? Itu yang bahaya apa? Kalau memang tiba-tiba mungkin jalan tol bisa ambruk. Itu yang sangat bahaya. Tapi sudah cepat, segera diperbaiki,” tuturnya.

Sebagai informasi, ada sekitar 400 pelat besi di kolong Tol Dalam Kota, Plumpang-Pluit yang terletak di dekat JIS, tepatnya di RT 10, RW 08, Papanggo, Jakarta Utara, yang hilang akibat dicuri.

Selain itu, Rano juga turut menanggapi video viral di media sosial yang menunjukkan pagar pengaman di sebuah jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Tipar Cakung, Jakarta Timur, sudah hilang tidak bersisa.

Rano menyampaikan rasa terima kasihnya atas laporan kehilangan fasilitas JPO itu, yang pada awalnya disebarluaskan melalui oleh seorang pengguna Instagram dengan akun @ijoeel pada Kamis (24/4/2025) kemarin.

“Terima kasih, terima kasih informasi lu. Begitu lu kasih [tahu] itu langsung dibenerin,” ungkap Rano.

Rano bilang, Pemprov Jakarta baru bisa melakukan penindakan terhadap fasilitas-fasilitas yang rusak setelah viral di media sosial, karena menurutnya Jakarta berukuran sangat luas.

Sehingga, Rano menyebut, tidak mungkin petugas mengawasi semua fasilitas yang dimiliki oleh Pemprov Jakarta secara terus menerus. Oleh karenanya, selain menerima laporan dari masyarakat, Rano juga berharap nantinya ada kamera CCTV yang turut mengawasi.

“Anda tahu berapa luas Jakarta? Tahu? Apa setiap hari Satpol PP musti di kolong jembatan? Ya enggak mungkin juga kan? Artinya kita sangat paham. Makanya ini diperlukan sebetulnya CCTV harus sudah terpasang,” ucap Rano.

Politikus PDIP itu menambahkan, pengawasan maksimal melalui kamera CCTV sangat diperlukan, karena kalau tidak maka fasilitas di Jakarta akan kembali dicuri.

“Kalau enggak [ada kamera CCTV], ya sekarang kita pasang, besok dibongkar lagi. Jadi artinya itu realita Jakarta. Tapi mudah-mudahan, yuk, ini kepentingan masyarakat Jakarta, artinya [masyarakat] Jakarta juga sama-sama menjaga,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PEMPROV JAKARTA atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto