Menuju konten utama

Rangkuman Berita Perang Iran-Amerika Terkini Hari ke-58

Ketegangan perang Iran vs Amerika Serikat masih belum mereda. Perundingan antara keduanya belum bisa kembali dilakukan. Lebanon pun masih bergejolak.

Rangkuman Berita Perang Iran-Amerika Terkini Hari ke-58
Wakil Presiden AS JD Vance (kanan) berbicara selama konferensi pers setelah bertemu dengan perwakilan dari Pakistan dan Iran, sementara menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner (kiri) dan Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff (tengah) menyaksikan, di Islamabad Pakistan pada 12 April 2026. AFP/JACQUELYN MARTIN
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perang Amerika-Iran yang juga melibatkan Israel memasuki hari ke-58 pada Minggu (26/4/2026). Di tengah konflik yang telah berlangsung hampir dua bulan, prospek terobosan diplomatik kian suram karena negosiasi yang diharapkan menjadi jalan keluar justru terhenti. Kedua pihak belum menunjukkan tanda memberikan kelonggaran sikap.

Terbaru, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana pengiriman dua utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Pakistan untuk pembicaraan terkait konflik dengan Iran. Keputusan itu diambil di tengah dinamika diplomatik yang berubah cepat.

Dilansir Al Jazeera, Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ia telah memerintahkan pembatalan perjalanan ke Islamabad yang sebelumnya disebut sebagai bagian dari upaya membuka ruang negosiasi dengan Teheran.

“Saya bilang, ‘Tidak, kalian tidak akan melakukan penerbangan 18 jam ke sana. Kami memegang semua kartu. Mereka bisa menelepon kami kapan saja',” ujar Trump, Minggu (26/4/2026).

Witkoff dan Kushner sebelumnya dijadwalkan berangkat untuk pembicaraan damai, namun rencana tersebut dibatalkan langsung oleh Trump. Trump juga mengeklaim telah menerima dokumen baru dari Iran yang disebut lebih baik, meski tidak memberikan rincian.

Sebelumnya, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan keduanya akan berangkat ke Pakistan untuk pembicaraan langsung yang dimediasi Islamabad.

Iran Tegaskan Tidak Akan Negosiasi di Bawah Tekanan

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah meninggalkan Pakistan usai melakukan pembicaraan dengan pejabat setempat. Ia menyebut pertemuan tersebut “sangat produktif”, namun menegaskan masih meragukan keseriusan AS dalam jalur diplomasi.

Araghchi sebelumnya bertemu dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Iran juga melanjutkan agenda diplomatik ke Rusia dan Oman.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tidak akan memasuki “negosiasi yang dipaksakan” di bawah tekanan atau blokade.

“Amerika Serikat harus terlebih dahulu menghapus hambatan operasional, termasuk blokade terhadap pelabuhan Iran,” ujar Pezeshkian dalam komunikasi dengan Perdana Menteri Pakistan.

Ketegangan Militer dan Diplomasi Regional

Di tengah kebuntuan diplomasi, United States Central Command (CENTCOM) melaporkan telah mencegat kapal yang diduga terkait “armada bayangan” Iran yang membawa minyak dan gas ke pasar luar negeri.

Iran juga dilaporkan mengeksekusi seorang anggota kelompok bersenjata Jaish al-Adl yang dinyatakan terlibat serangan terhadap pasukan keamanan. Sementara itu, perundingan Iran dengan Mesir dan Turki terus berlangsung, meski tanpa rincian hasil.

Konflik Merembet ke Lebanon

Di Lebanon, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan terhadap target Hizbullah, yang kembali menguji gencatan senjata yang baru berjalan tiga minggu.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan empat orang tewas akibat serangan di wilayah Yohmor al-Shaqif. Militer Israel juga dilaporkan meledakkan sebuah bangunan di Bint Jbeil, Lebanon selatan.

Dengan kondisi tersebut, konflik Iran–AS–Israel masih menunjukkan eskalasi di berbagai front, sementara jalur diplomasi belum menemukan titik terang.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Ilham Choirul Anwar