tirto.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana perjalanan dua pejabatnya, utusan Steve Witkoff dan penasihatnya Jared Kushner, ke Pakistan untuk pembicaraan terkait perang dengan Iran, menyusul perkembangan terbaru dalam proses diplomasi.
Dilansir Al Jazeera, Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ia telah memerintahkan pembatalan kunjungan ke Islamabad yang sebelumnya direncanakan sebagai bagian dari upaya membuka peluang negosiasi. Sebelumnya, Trump sempat mengklaim bahwa Iran tengah “mengajukan tawaran” untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama dua bulan.
“Saya bilang, ‘Tidak, kalian tidak akan melakukan penerbangan 18 jam ke sana. Kami memegang semua kartu. Mereka bisa menelepon kami kapan saja, tetapi kalian tidak akan lagi melakukan penerbangan 18 jam hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak jelas,’” ujar Trump, Minggu (26/4/2026) dikutip dari Al-Jazeera.
Witkoff dan Kushner sebelumnya dijadwalkan berangkat ke Islamabad pada Sabtu untuk menghadiri pembicaraan damai, namun rencana tersebut dibatalkan langsung oleh Trump.
Saat ditanya mengenai perubahan sikap dibandingkan pernyataan Gedung Putih sehari sebelumnya yang lebih optimistis, Trump mengklaim bahwa tawaran dari Teheran mengalami perbaikan.
“Hanya saja mereka memberi kami sebuah dokumen yang seharusnya bisa lebih baik. Dan menariknya, segera setelah saya membatalkannya, dalam 10 menit kami mendapatkan dokumen baru yang jauh lebih baik,” katanya tanpa memperinci isi dokumen tersebut.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah meninggalkan Pakistan setelah melakukan pembicaraan dengan pejabat setempat. Ia menyebut pertemuan tersebut “sangat produktif”, namun menegaskan masih perlu melihat keseriusan Amerika Serikat dalam menempuh jalur diplomasi.
Sebelumnya, Araghchi bertemu dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Iran juga berencana melanjutkan kunjungan ke Rusia dan Oman sebagai bagian dari upaya diplomatik regional.
Perubahan keputusan Trump terjadi hanya beberapa jam setelah juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa Kushner dan Witkoff akan berangkat ke Pakistan untuk mengikuti pembicaraan langsung dengan Iran yang dimediasi oleh Islamabad.
Menanggapi situasi tersebut, Sharif menegaskan Pakistan tetap berkomitmen sebagai mediator. Ia juga menyebut telah melakukan percakapan telepon yang “hangat dan konstruktif” dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian terkait perkembangan situasi kawasan.
“Pakistan tetap berkomitmen untuk berperan sebagai fasilitator yang jujur dan tulus, bekerja tanpa lelah untuk mendorong perdamaian yang berkelanjutan dan stabilitas jangka panjang di kawasan, ujar Sharif.
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































