tirto.id - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, masih meyakini AS seharusnya tak lagi mengirimkan uang untuk membiayai konflik militer di Ukraina.
"Saya pernah bilang kalau kita harus berhenti mendanai perang di Ukraina ... dan saya masih meyakini hal tersebut," kata Vance saat berbicara dalam agenda organisasi konservatif AS Turning Point USA, sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (15/4/2026).
Vance menyebut, keputusan Presiden Donald Trump untuk berhenti memberikan senjata kepada Ukraina, kini diganti dengan menjual senjata ke Kyiv, sebagai salah satu pencapaian terbesar dari pemerintahan AS saat ini.
Dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, pada Juli lalu, Presiden Trump mengatakan bahwa Washington tetap akan memasok senjata ke Ukraina, tetapi negara-negara Eropa harus menanggung biaya semua persenjataan tersebut.
Ia menyebut langkah tersebut sebagai "kesepakatan besar" dengan "peralatan militer senilai miliaran dolar AS" akan dibeli dari AS.
Sementara itu, Rusia memandang keputusan memasok senjata ke Ukraina menghalangi upaya perdamaian dan justru dapat menarik NATO ke pusaran konflik.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengatakan, pengiriman logistik apapun yang mengangkut senjata bagi Ukraina akan dianggap sebagai target yang sah untuk diserang pihak Rusia.
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































