Menuju konten utama

Trump & Putin akan Bertemu di Alaska, Bahas Perang Ukraina

Pertemuan Trump dan Putin akan berlangsung 15 Agustus 2025 membahas perdamaian diikuti syarat pertukaran wilayah, tetapi Ukraina menolak syarat itu.

Trump & Putin akan Bertemu di Alaska, Bahas Perang Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sebuah pertemuan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019). ANTARA FOTO/Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin via REUTERS/pd/cfo
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Alaska, Jumat (15/8/2025). Pertemuan kedua tokoh itu direncanakan membahas upaya perdamaian perang antara Rusia dan Ukraina.

Trump, lewat pengumuman di media sosialnya Jumat (8/8/2025), mengisyaratkan bahwa Moskow dan Kyiv hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata, menjadi isyarat bahwa perang 3,5 tahun itu akan segera berakhir. Namun, Rusia meminta Ukraina untuk menyerahkan wilayah tertentu sebagai syarat perdamaian tersebut.

"Akan ada beberapa pertukaran wilayah untuk perbaikan (hubungan) keduanya," kata Trump, kepada awak media, dikutip Reuters (https://www.reuters.com/world/europe/trump-putin-meet-discuss-ukraine-peace-deal-alaska-2025-08-09), Sabtu (9/8/2025).

Namun, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menepis pernyataan Trump tersebut. Menurut Zelensky, Ukraina tidak dapat melanggar konstitusi tentang masalah teritorial.

"Ukraina tidak akan memberikan tanah kami kepada penjajah," tegasnya.

Tidak hanya itu, dalam pidato yang diunggah di saluran Telegram-nya, Zelensky juga mengatakan bahwa keputusan apa pun tanpa Ukraina akan menjadi keputusan melawan perdamaian. Dus, keputusan sepihak terkait pertukaran wilayah juga jelas tidak bisa dilaksanakan.

"Kita semua membutuhkan perdamaian yang nyata dan sejati," kata Zelenskiy.

Sementara itu, pertemuan antara Trump dan Putin ini telah dikonfirmasi Kremlin dalam sebuah pernyataan daring. Pada pertemuan di Alaska nanti, kedua pemimpin negara itu akan fokus membahas opsi untuk mencapai resolusi damai jangka panjang dengan Ukraina.

"Ini jelas akan menjadi proses yang menantang, tetapi kami akan terlibat di dalamnya secara aktif dan penuh semangat," kata kata pejabat Kremlin, Yuri Ushakov.

Sementara itu, Putin mengklaim empat wilayah Ukraina - Luhansk, Donetsk, Zaporizhzhia dan Kherson - serta semenanjung Laut Hitam Krimea, yang dianeksasi pada 2014. Dalam pertempuran 3,5 tahun yang terjadi, pasukan Kremlin belum sepenuhnya berhasil mengendalikan semua wilayah di empat daerah tersebut.

Sebelumnya, Bloomberg News melaporkan bahwa pejabat AS dan Rusia sedang membahas kesepakatan yang akan mengunci pendudukan Moskow atas wilayah yang direbut selama invasi militernya. Namun, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa cerita Bloomberg adalah spekulasi.

Sementara itu, juru bicara Kremlin tidak menanggapi permintaan komentar dari awak media. Bahkan, Reuters juga tidak dapat mengkonfirmasi aspek laporan Bloomberg tersebut.

Baca juga artikel terkait KONFLIK RUSIA UKRAINA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher