Menuju konten utama

Putar Otak Penjual Jersey Sepak Bola saat Piala Dunia 2026 Beres

Setelah turnamen Piala Dunia 2026 berakhir, ritme penjual jersey tim sepak bola kembali melambat.

Putar Otak Penjual Jersey Sepak Bola saat Piala Dunia 2026 Beres
Suasana penjualan jersey tim sepak bola di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (21/7/2026). tirto.id/Muhammad Naufal
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Hiruk pikuk yang mengiringi perhelatan Piala Dunia 2026 perlahan mereda, usai Spanyol berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Argentina di final dengan skor 1-0, pada awal pekan ini.

Salah satu penanda berakhirnya Piala Dunia yang digelar empat tahun sekali ini adalah pembeli kostum atau jersey berbagai tim nasional peserta Piala Dunia yang tak lagi ramai.

Deretan jersey tim nasional yang beberapa pekan lalu menjadi buruan masyarakat kini tergantung rapi di sejumlah kios di lantai 3 Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta. Pembeli masih datang, tetapi tak lagi seramai saat turnamen Piala Dunia berlangsung.

Anita, pemilik salah satu kios jersey bernama Abas Store di lantai tersebut, secara perlahan memindahkan kaos berlogo negara tertentu dari sebuah karung ke rak berbahan besi yang terletak tepat di depan kiosnya.

Tidak ada karyawan yang tampak membantu Anita, Selasa (21/7/2026) siang. Jersey tim negara maupun klub sepak bola secara bergantian dijajakan kepada pengunjung.

Warna jersey yang mentereng bak pelangi itu tampak kontras dengan lorong lantai 3 Pasar Tanah Abang yang cenderung gelap dan lembab. Di usia yang tak lagi muda, Anita masih menjajakan barang jualannya dengan semangat.

Ia selalu melempar senyum kepada pengunjung yang sekedar lewat depan kiosnya. Seusai Spanyol menyabet juara Piala Dunia untuk kedua kalinya, Anita merasakan betul perubahan suasana itu.

Saat Piala Dunia masih bergulir, penjualan bergerak lebih cepat karena masyarakat berburu jersey negara-negara favorit, khususnya yang mejadi peserta Piala Dunia. Namun, setelah turnamen sepak bola terbesar se-dunia tersebut usai, ritme pasar kembali melambat.

"Kalau sebelumnya, itu lumayan ramai yang beli jersey-nya. Kemarin sama hari ini sudah mulai menurun [pembeli jersey]," kata Anita di kios yang buka mulai 10.00 WIB itu, Selasa (21/7/2026).

Selama Piala Dunia berlangsung, jersey tim Spanyol serta Argentina menjadi incaran. Tim dari negara Asia juga menjadi incaran sebagian pecinta sepak bola, meski diakui tidak sebanyak tim Spanyol dan Argentina.

Masyarakat mulai membeli jersey sejak pagi hari, merata hingga menjelang toko tutup.

"Lakunya [jersey] yang Spanyol, Argentina. [Jersey] Messi [pemain tim Argentina] itu laku banget kemarin, sisanya [jersey pemain] yang terkenal [dari masing-masing negara]," sebut Anita.

Ia mengakui meningkatnya penjualan jersey didongkrak momen Piala Dunia 2026. Karena itu, Anita hendak mengganti barang jualan di kiosnya, sambil menghabiskan stok jersey negara yang masih tersisa.

Sisa jersey negara yang dipatok Rp80 ribu-Rp200 ribu di kios Anita tidak terlalu banyak. Ia juga menjual secara daring, melalui media sosial dengan harga yang sudah didiskon.

Selain menjual jersey negara, Anita mengincar momentum lain yang dapat mendorong penjualannya, yakni momentum Hari Kemerdekaan RI pada Agustus bulan depan. Ia saat ini mulai mendata barang yang rencananya dijual menjelang HUT ke-81 RI itu.

"Jualan di sosial media juga pasti [dilakukan] buat [jersey] yang sisa-sisanya. Nah setelah ini kan ada 17 Agustusan, rencananya mau jualan kaos atribut 17 Agustusan," tutur warga Jakarta Pusat itu.

"Bikin kostum yang nuansanya 17 Agustusan, atribut lain juga kayak topi atau yang lain," lanjut dia.

penjual jersey di Tanah Abang

Suasana penjualan jersey tim sepak bola di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (21/7/2026). tirto.id/Muhammad Naufal

Menurut Anita, pedagang harus mampu mengikuti permintaan pasar, apa pun produknya. Prinsip itu pula yang membuat kiosnya tidak hanya menjual jersey sepak bola. Berbagai jenis jersey olahraga hingga produk musiman menjadi pilihan agar usaha tetap menghasilkan.

"Saya jualan apa saja yang laku, dijual, dapat untung sedikit," ujar dia.

"Harus kayak gitu, kalau enggak ngikut [tren], entar enggak makan. Sedikit dapat, [uang] buat numpang lewat doang," sambung Anita.

Saat ditemui tim Tirto, meski enggan menyebutkan nilai transaksi selama Piala Dunia 2026 secara rinci, Anita mengakui penjualannya tetap mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa.

"Alhamdulillah lah, ada saja [pemasukan]. Sedikit banyak ada, saya bersyukur banget. Enggak sampai [seratusan juta rupiah], ya [puluhan juta rupiah] ada," ucap dia.

Nobar final Piala Dunia 2026 di Kantor Gubernur Jateng

Sejumlah warga menyaksikan laga pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Timnas Argentina melawan Timnas Spanyol di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Senin (20/7/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar nobar tersebut sebagai ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk merasakan euforia final Piala Dunia 2026. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar

Selain Anita, masih ada sejumlah kios lain yang masih menjajakan jersey negara di Pasar Tanah Abang. Lensa JKT, misalnya, toko di lantai 5 Pasar Tanah Abang itu masih menjual jersey negara.

Dika, karyawan di situ, sibuk mengepak sejumlah jersey impor ke dalam plastik bening. Toko yang terletak di sisi pojok lantai tersebut memamerkan jualannya di rak besi yang berbentuk persegi di depannya.

Jersey tim Korea Selatan hingga jersey pemain tim nasional Argentina, Lionel Messi, dijajakan di rak besi kios Lensa JKT. Dika bersama rekan kerjanya juga sibuk melayani pembeli saat ditemui tim Tirto, Selasa (21/7/2026).

Seperti Anita, saat Piala Dunia 2026 masih bergulir, penjualan jersey negara bergerak lebih cepat dibandingkan hari biasa. Akan tetapi, setelah turnamen usai, Dika mulai mengubah strategi dengan kembali mengisi etalase menggunakan jersey klub sepak bola yang permintaannya lebih stabil.

Ia mengakui, penjualan jersey tim nasional selama Piala Dunia melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan jersey klub.

"Daripada jersey klub, pas Piala dunia, [penjualan jersey negara] naik 100 persen," kata Dika di Pasar Tanah Abang, Selasa.

Menurut dia, pada masa puncak Piala Dunia, toko bisa menjual hingga sekitar 200 potong jersey dalam sehari. Keramaian pembeli mulai terasa sekitar sepekan sebelum turnamen dimulai, pada pertengahan Juni 2026.

Katanya, mayoritas transaksi berasal dari pembeli yang datang langsung ke toko, sisanya berasal dari penjualan daring. Jersey tim nasional Spanyol dan Argentina menjadi produk yang paling banyak diburu selama turnamen berlangsung.

Selain kedua negara itu, jersey Jepang dan Korea Selatan juga tetap diminati, meski kedua negara telah tersingkir dari kompetisi.

"Spanyol, Argentina itu yang paling laku. Jepang sama Korea juga ramai banget. Walaupun mereka sudah kalah, tetap ramai yang cari," ujar dia.

Timnas Tunisia melawan Jepang

Sejumlah pemain Timnas Jepang dan Timnas Tunisia melakukan tos sebelum pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 di di Stadion Monterrey, Guadalupe, Meksiko, Sabtu (20/6/2026) waktu setempat. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/YU

Permintaan juga mengikuti popularitas pemain. Menurut Dika, jersey Messi menjadi salah satu produk yang paling dicari menjelang partai final, bahkan hingga Piala Dunia telah berakhir.

Hal serupa juga terjadi pada jersey Kylian Mbappe, pemain tim nasional Prancis.

Kini, setelah euforia Piala Dunia 2026 mereda, Dika mulai mendata sisa stok jersey negara sebelum kembali memperbanyak stok jersey klub Eropa yang menjadi langganan pembeli.

"Iya, makanya ini lagi mulai didata semua jersey sisa Piala dunia, baru kami nanti di-stok ulang klub," tutur dia.

penjual jersey di Tanah Abang

Suasana penjualan jersey tim sepak bola di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (21/7/2026). tirto.id/Muhammad Naufal

Dika menyampaikan, jersey dua klub asal Spanyol, Barcelona dan Real Madrid, kembali menjadi produk yang paling banyak ditanyakan pelanggan. Bahkan, selama Piala Dunia berlangsung pun permintaan terhadap kedua klub tersebut tidak benar-benar hilang.

"Kalau klub, [yang laku terjual] [tim] Barcelona dan [Real] Madrid. Dari Piala Dunia juga Barca-Madrid sudah dicari karena kita update terus," ucapnya.

Ia menyatakan, jersey klub di tokonya dijual dengan harga berkisar Rp300 ribu-Rp500 ribu. Harga tertinggi merupakan jersey player version yang menggunakan bahan serupa dengan yang dipakai pemain di lapangan, sedangkan versi yang lebih murah merupakan grade ori supporter.

Selain pembelian satuan, Dika juga sempat menerima pesanan dalam jumlah besar selama Piala Dunia. Jersey itu umumnya digunakan untuk kegiatan nonton bareng, gathering, hingga acara hantaran.

"Ada [penjual memborong]sampai 50 pieces. Ada yang beda-beda negaranya, ada juga yang satu negara tapi versi home dan away," kata dia.

Meski kembali fokus pada jersey klub, Dika mengaku tetap membuka peluang mengikuti tren olahraga lain apabila permintaannya meningkat. Untuk saat ini, tokonya masih khusus menjual jersey sepak bola impor.

"Kalau nanti banyak peminatnya [olahraga lain], pasti kita masukin [stok]," ujar dia.

Di toko lain, Farhan Dharmawan (32), secara teliti mengecek bahan sejumlah jersey. Seorang diri, warga Bekasi ini sibuk mencari jersey dengan jahitan yang rapi.

Menjagokan Spanyol selama Piala Dunia 2026, Farhan hendak memburu jersey pemain muda La Roja yang belakangan naik daun karena kemampuannya, Lamine Yamal.

Menempuh perjalanan cukup jauh dari kediamannya, Farhan merasa belum puas mencari jersey Yamal di Pasar Tanah Abang. Detik-detik akhir, ia pun mengganti pilihannya untuk mencari jersey pemain Spanyol lain, Marc Cucurella.

Lamine Yamal

Lamine Yamal (nomor punggung 19) dari Spanyol tampak sedang memperhatikan situasi dalam pertandingan perempat final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Belgia di Stadion Los Angeles pada 10 Juli 2026 di Inglewood, California. (Photo by Luke Hales / Getty Images via AFP)

"Saya tadinya nyari [jersey] Lamine Yamal, tapi belum ada yang cocok. Mau cari jersey pemain lain, Cucurella. Tapi belum tahu di sini ada apa enggak, kayaknya kalau cari jersey pemain [player version] di sini susah," sebutnya.

"Kemungkinan saya cari aja jersey klub, istri saya juga tadi titip [beli jersey]. Paling cari MU [Manchaster United] atau klubnya Yamal, Barca [FC Barcelona]," lanjut dia.

Di sela-sela berbincang dengan tim Tirto, Farhan kembali menyibukkan diri untuk mencari jersey tim sepak bola. Ia sempat mengambil salah satu jersey MU.

Berwarna merah terang, jersey MU itu disodorkan ke penjaga kios. Farhan lantas bertanya ukuran extra large untuk dirinya. Belum jodoh, kios itu tak memiliki ukuran yang diinginkan Farhan.

Pria yang bekerja di kawasan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, itu lantas mencari jersey ke kios lain di lantai 3. Ia mengaku tak ambil pusing ketika tidak menemukan jersey yang diinginkan. Bisa beli online, kata dia.

"Sebenernya kalau beli online tricky juga, khawatir enggak muat atau ukurannya enggak pas," urai Farhan.

"Istri saya juga belakangan lebih sering beli online, ke sini [Pasar Tanah Abang] karena dekat kantor saja," sambung dia.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - News Plus
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto