Menuju konten utama

Mengapa Argentina Pakai Jersey Biru Tua vs Inggris di Semifinal?

Argentina memakai jersey biru tua saat melawan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Apa alasan AFA memilih seragam ikonik era Maradona?

Mengapa Argentina Pakai Jersey Biru Tua vs Inggris di Semifinal?
Lionel Messi merayakan gol bersama pemain Timnas Argentina dalam pertandingan persahabatan melawan Zambia. (Photo by Luis ROBAYO / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Argentina bakal tampil dengan jersey berbeda saat menghadapi Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Alih-alih pakai jersey kandang bergaris putih-biru langit, La Albiceleste memilih jersey biru tua untuk melawan The Three Lions.

Lantas, kenapa AFA meminta izin ke FIFA untuk pakai jersey biru tua saat Argentina kontra Inggris nanti malam? Warna biru tua identik dengan momen bersejarah dalam perjalanan Timnas Argentina di Piala Dunia, yakni kemenangan atas Inggris pada Piala Dunia 1986 dan Piala Dunia 1988.

Jalannya pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Inggris digelar di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis, 16 Juli 2026 mulai pukul 02.00 dini hari WIB.

Argentina Minta Izin Pakai Jersey Biru Tua

Menurut laporan BBC, Argentina sebenarnya masih memenuhi syarat untuk pakai jersey kandang. Namun, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengajukan permohonan kepada FIFA agar tim bisa mengenakan jersey kedua berwarna biru tua saat menghadapi Inggris.

FIFA akhirnya menyetujui permintaan tersebut. Alhasil, Lionel Messi dan rekan-rekannya akan turun dengan seragam tandang pada laga semifinal.

Pilihan itu bukan tanpa alasan. Jersey biru tua punya nilai historis bagi Argentina, terutama setiap kali bertemu Inggris di Piala Dunia. Keputusan tersebut juga membawa ingatan publik menuju laga legendaris pada Piala Dunia 1986, salah satu duel paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia.

Jersey biru tua melekat erat dengan kemenangan Argentina atas Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986 di Estadio Azteca, Meksiko. Dalam laga tersebut, Argentina menang 2-1 berkat dua gol Diego Maradona. Kedua gol itu sama-sama masuk dalam catatan sejarah sepak bola dunia.

Gol pertama dikenal sebagai "Hand of God" setelah Maradona mencetak gol memakai tangannya tanpa terlihat wasit.

Beberapa menit berselang, legenda Napoli tersebut kembali mencetak gol spektakuler. Maradona menggiring bola dari area sendiri, melewati sejumlah pemain Inggris, lalu menaklukkan kiper Peter Shilton. Gol itu kemudian dijuluki "Goal of the Century" dan sampai kini masih dianggap sebagai salah satu gol terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.

Bagi masyarakat Argentina, kemenangan tersebut punya arti jauh lebih besar. Duel Argentina vs Inggris kala itu berlangsung hanya empat tahun setelah Perang Malvinas antara Argentina dan Inggris, sehingga sarat makna emosional.

Sejak momen kemenangan di Piala Dunia tersebut, jersey biru tua berubah jadi simbol kemenangan bersejarah atas Inggris dan terus hidup dalam ingatan publik Argentina. Kenangan manis kembali hadir pada Piala Dunia 1998 di Prancis. Saat bertemu Inggris pada babak 16 besar, Argentina lolos lewat adu penalti.

Meski desain seragam berbeda, warna gelap kembali hadir dalam laga tersebut. Banyak pendukung Albiceleste pun mengaitkannya dengan keberuntungan setiap kali menghadapi Inggris.

Bukan Takhayul, tetapi Tradisi

Pilihan memakai jersey biru tua pada semifinal Piala Dunia 2026 turut memunculkan anggapan bahwa Argentina sedang menjalani cabala, tradisi sepak bola berupa kebiasaan tertentu demi memperoleh keberuntungan.

Suporter Albiceleste percaya jersey biru tua membawa hoki saat melawan Inggris di Piala Dunia.

Namun, pelatih Lionel Scaloni membantah anggapan tersebut. Menurutnya, pemilihan jersey lebih berhubungan dengan sejarah tim nasional Argentina ketimbang hal mistis.

"Yah, saya tidak meminta jersey biru. Saya tidak tahu siapa yang memintanya, tapi mungkin itu sudah menjadi tradisi," kata Scaloni, dikutip dari Reuters.

Kisah di balik jersey biru tua Argentina pada edisi 1986 tidak kalah menarik. Pelatih Carlos Bilardo semula merasa jersey resmi Argentina terlalu tebal untuk cuaca panas Meksiko. Staf lalu berburu kaus polos warna biru di sebuah toko olahraga di Kota Meksiko. Logo AFA dijahit manual, sedangkan nomor punggung memakai bahan khusus.

Diego Maradona bahkan ikut memilih desain akhir sebelum pertandingan melawan Inggris. Seragam sederhana tersebut justru menjadi saksi salah satu laga paling bersejarah dalam sejarah Piala Dunia.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Rofi Ali Majid

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Rofi Ali Majid
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Fitra Firdaus