tirto.id - Argentina digunjing karena sering dapat penalti sejak Piala Dunia 2022 sampai Piala Dunia 2026. Kompilasi data laga menunjukkan Lionel Messi cs sudah "dihadiahi" 8 penalti dalam 13 laga terakhir di Piala Dunia.
Jumlah itu menjadikan anak asuh Lionel Scaloni sebagai tim dengan frekuensi penalti tertinggi dalam dua edisi Piala Dunia.
Namun, tingginya angka penalti tersebut juga memunculkan pertanyaan: apakah ini konsekuensi dari gaya bermain La Albiceleste, atau karena Argentina anak emas FIFA?
Jumlah Penalti Argentina di Piala Dunia 2022 dan Piala Dunia 2026
Argentina menerima lima penalti sepanjang perjalanan menuju gelar juara Piala Dunia 2022. Jumlah itu jadi rekor terbanyak yang diterima satu tim dalam satu edisi Piala Dunia sejak 1966.
Berikut daftar penalti Argentina di Piala Dunia 2022.
- Argentina vs Arab Saudi (Fase grup)
- Argentina vs Polandia (Fase grup)
- Argentina vs Belanda (Perempat final)
- Argentina vs Kroasia (Semifinal)
- Argentina vs Prancis (Final)
Menariknya, di Piala Dunia 2026, Lionel Messi selalu maju sebagai eksekutor ketika ia bermain. Namun, La Pulga tetapi juga selalu gagal berbuah gol. Alhasil, Messi berstatus pemain pertama yang gagal mengeksekusi dua penalti dalam satu edisi Piala Dunia (tidak termasuk adu penalti).
Satu penalti lain didapatkan oleh Argentina dalam laga kontra Yordania di matchday 3 fase grup Piala Dunia 2026. Ketika itu, Lionel Messi duduk di bangku cadangan. Yang mengambil tugas tersebut adalah Lautaro Martinez, dan sang penyerang Inernazionale melakukan tugasnya dengan apik.
Secara keseluruhan, Argentina sekarang sudah memperoleh 8 penalti dalam 13 pertandingan Piala Dunia sejak Qatar 2022 sampai babak perempat fiinal edisi 2026.
Namun, FIFA belum pernah menyatakan bahwa jumlah penalti itu merupakan indikasi adanya kejanggalan dalam proses pengambilan keputusan wasit. Sebaliknya, setiap keputusan penalti tetap melalui prosedur Laws of the Game dan protokol VAR.
Berikut ini rincian penalti yang didapatkan Argentina dalam Piala Dunia edisi 2022 dan 2026.
| Tanggal | Laga | Eksekutor | Kiper | Hasil |
| 22/11/2022 | Argentina vs Arab Saudi 1-2 | Lionel Messi | Mohammed Al-Owais | Gol |
| 30/11/2022 | Polandia vs Argentina 0-2 | Lionel Messi | Wojciech Szczęsny | Gagal |
| 09/12/2022 | Belanda vs Argentina 2-2 | Lionel Messi | Andries Noppert | Gol |
| 13/12/2022 | Argentina vs Kroasia 3-0 | Lionel Messi | Dominik Livaković | Gol |
| 18/12/2022 | Argentina vs Prancis 3-3 | Lionel Messi | Dominik Livaković | Gol |
| 22/06/2026 | Argentina vs Austria 2-0 | Lionel Messi | Alexander Schlager | Gagal |
| 28/06/2026 | Yordania vs Argentina 1-3 | Lautaro Martinez | Yazeed Abulaila | Gol |
| 07/07/2026 | Argentina vs Mesir 3-2 | Lionel Messi | Oufa Shobeir | Gagal |
Mengapa Argentina Sering Mendapat Penalti?
Banyaknya penalti yang diperoleh Argentina dalam dua edisi Piala Dunia memunculkan ragam spekulasi. Namun, statistik resmi FIFA menunjukkan gaya main La Albiceleste memang jadi salah satu faktor yang bisa menjelaskan tingginya frekuensi pelanggaran di kotak penalti lawan.
Merujuk statistik FIFA untuk Piala Dunia 2022, Argentina tampil sebagai salah satu tim paling dominan dalam membangun serangan. Anak asuh Lionel Scaloni saat itu melepas 104 percobaan tembakan, 69 di antaranya berasal dari area dalam kotak penalti. Artinya, sekira dua pertiga peluang Argentina tercipta dari wilayah paling berpotensi berbuah pelanggaran dan hadiah penalti.
Di samping itu, Argentina juga menunjukkan kontrol permainan tinggi dengan 4.375 percobaan operan, di mana 3.841 berhasil mencapai sasaran. Mereka membukukan 935 completed line breaks, menunjukkan kemampuan memecah lini pertahanan lawan melalui umpan maupun pergerakan tanpa bola.
Peran Lionel Messi dominan. Kapten Argentina itu jadi pemain dengan total tembakan terbanyak (32), tujuh gol, tiga assist, serta 165 kali menerima bola di ruang antara lini tengah dan lini pertahanan lawan. Statistik ini menggambarkan bahwa sebagian besar serangan Argentina berpusat pada Messi di area berbahaya, sehingga bek lawan lebih sering dipaksa melakukan duel langsung maupun tekel di sekitar kotak penalti.
Meski memperoleh lima penalti sepanjang turnamen, hadiah dari titik putih justru bukan sumber utama gol Argentina. Dari total 15 gol yang dicetak sampai jadi juara Piala Dunia 2022, hanya empat gol saja berasal dari penalti, sedangkan 11 gol lainnya lahir melalui permainan terbuka.
karakter permainan Argentina tak banyak berubah di Piala Dunia 2026. Hingga babak perempat final, statistik FIFA mencatat Argentina sudah melepas 98 tembakan, 58 di antaranya berasal dari dalam kotak penalti. Angka tersebut menunjukkan lebih dari 59 persen peluang mereka kembali tercipta di area yang punya kans besar menghasilkan penalti.
Dominasi penguasaan bola juga terlihat melalui akurasi operan mencapai 91 persen, hasil dari 3.775 operan sukses dari 4.162 percobaan. Argentina turut mencatat 809 completed line breaks, konsisten menembus blok pertahanan lawan melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan antarlini.
Messi lagi-lagi jadi pusat serangan Argentina. Ia memimpin daftar pencetak gol tim dengan delapan gol, melepas 33 tembakan, serta jadi pemain paling sering menerima bola di ruang antara lini tengah dan lini pertahanan lawan. Kondisi itu bikin Argentina terus menciptakan situasi satu lawan satu di sekitar kotak penalti.
Menariknya, meski memperoleh 3 penalti, kontribusi gol dari titik putih di Piala Dunia 2026 justru relatif kecil. Dari 17 gol La Albiceleste sampai babak 16 besar, hanya satu yang berasal dari penalti, sedangkan 16 gol lainnya tercipta melalui skema open play atau set pieces.
Data-data tadi menunjukkan bahwa efektivitas Argentina tetap lebih banyak dibangun dari permainan terbuka alih-alih bergantung pada hadiah penalti.
Dengan demikian, statistik FIFA memberi konteks bahwa tingginya jumlah penalti yang diterima Argentina memang tak bisa dilepaskan dari gaya main mereka yang banyak menguasai bola dan menciptakan peluang di dalam kotak penalti lawan.
Di sisi lain, 8 penalti dalam 12 pertandingan Piala Dunia sejak 2022 tetap jadi catatan menonjol, sehingga setiap keputusan wasit yang menguntungkan Argentina hampir selalu berbuah olokan warganet.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id





























