tirto.id - Biro Investigasi Federal AS (FBI) dilaporkan tengah menyelidiki dugaan penipuan dan pencucian uang terkait operasional keuangan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). Penyelidikan ini menyangkut transaksi ratusan juta dolar AS yang terhubung dengan perusahaan dan bank di Amerika Serikat (AS).
Dua sumber aparat penegak hukum di Washington dan Miami menyebut FBI kini sedang menelusuri aliran dana lebih dari 300 juta dollar AS (sekitar Rp5,4 triliun) dari AFA ke sejumlah bank dan perusahaan di AS. Seluruh transaksi itu terjadi saat AFA di bawah kepemimpinan Claudio Tapia.
Laporan ini pertama kali diungkap oleh surat kabar Argentina La Nacion pada Rabu, 8 Juli 2026. Di tengah mencuatnya kasus itu, La Albiceleste bersiap menghadapi Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Kansas, AS, Minggu, 12 Juli 2026.
Mengapa FBI Investigasi AFA Argentina? Cek Kronologinya
Menurut laporan Miami Herald, saat laga Argentina kontra Cape Verde digelar di Miami pekan lalu, agen FBI bersama jaksa Departemen Kehakiman AS memeriksa pengusaha olahraga asal Argentina, Guillermo Tofoni.
Penyidik menelusuri skema perjanjian komersial internasional milik AFA, termasuk hubungan federasi itu dengan TourProdEnter LLC, perusahaan di Florida Selatan yang mengurus kontrak komersial luar negeri AFA.
FBI ingin mengetahui apakah transaksi melalui bank dan perusahaan di AS melanggar hukum, termasuk menyamarkan asal-usul maupun tujuan penggunaan dana.
Hingga kini, otoritas AS maupun Argentina belum mengajukan dakwaan. Kantor FBI di Miami juga menolak berkomentar soal penyelidikan tersebut.
Sebelumnya Miami Herald juga melaporkan hubungan AFA dengan beberapa perusahaan beralamat kantor virtual di Miami-Dade County. Salah satunya yakni TourProdEnter LLC di Aventura. Perusahaan itu mengurus kontrak komersial luar negeri AFA dan kini ikut masuk dalam penyelidikan FBI.
Laporan itu turut mengungkap sejumlah transaksi mencurigakan. Salah satunya pembayaran sebesar 340.000 dollar AS (sekitar Rp6,1 miliar) kepada keluarga Jose Almaraz, sosok yang disebut sebagai penasihat spiritual Timnas Argentina.
AFA mengirim dana tersebut melalui 17 kali transfer, masing-masing senilai 20.000 dolar AS, kepada putra Almaraz. Sejumlah petinggi AFA disebut percaya bahwa Almaraz membawa keberuntungan. Karena itu, pihak Fa Argentina tersebut menanggung seluruh biaya perjalanannya saat mendampingi La Albiceleste di Copa America 2024 dan Piala Dunia 2026.
Selain itu, penyidik turut menelusuri transfer sebesar 468.000 dolar AS ke perusahaan milik Bendahara AFA Pablo Toviggino, pembayaran 40.000 dolar AS ke rekan bisnisnya, serta aliran dana sekitar 2,3 juta dollar AS ke sebuah perusahaan terdaftar di AS.
Menurut laporan itu, sejauh ini penyidik sudah melacak transaksi yang diduga tak wajar senilai 90 juta dolar AS. Nilai tersebut termasuk sekitar 42 juta dolar AS yang mengalir melalui perusahaan cangkang di Florida serta sedikitnya 16,5 juta dolar AS untuk pengeluaran mewah.
Karena melibatkan bank dan badan usaha di AS, penyelidikan kini berlangsung melalui kerja sama otoritas AS dan Argentina. Sejumlah ahli hukum menilai bahwa perkara lintas negara macam ini umumnya butuh waktu bertahun-tahun hingga tuntas.
Apakah Investigasi FBI terkait Argentina vs Mesir?
Tidak ada kaitan antara penyelidikan FBI terhadap AFA dengan pertandingan Argentina melawan Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Laporan Miami Herald dan La Nacion menyebut penyelidikan FBI berfokus pada dugaan penipuan dan pencucian uang dalam transaksi keuangan AFA melalui bank serta perusahaan di AS. Penyelidik menelusuri aliran dana, kontrak komersial internasional, dan dugaan pelanggaran hukum keuangan.
Di sisi lain, laga Argentina kontra Mesir memicu kontroversi akibat sejumlah keputusan wasit Francois Letexier. Pelatih Mesir Hossam Hassan menilai timnya dirugikan, terutama setelah VAR menganulir gol Mostafa Ziko, dan wasit tidak memberi penalti saat Mohamed Salah terjatuh di kotak terlarang pada masa injury time.
Kendati demikian, hingga kini FBI tidak pernah menyebut laga Argentina vs Mesir sebagai bagian dari penyelidikan. Otoritas AS juga belum mengaitkan investigasi itu dengan dugaan pengaturan laga, intervensi perangkat pertandingan, maupun proses pengambilan keputusan wasit di Piala Dunia 2026.
Dengan demikian, berdasar informasi resmi yang tersedia sampai saat ini, penyelidikan FBI terhadap AFA dan kontroversi pertandingan Argentina melawan Mesir merupakan dua perkara berbeda yang sejauh ini tidak berkaitan satu sama lain.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id






























