Menuju konten utama

Mengapa Mesir Tuding Argentina Dibela Wasit? Ini Kronologinya

Mengapa Mesir menudng Argentina dibela wasit di laga 16 besar Piala Dunia 2026? Apa alasan gol kedua Mesir dianulir dan apa pendapat pelatih Hossam Hassan?

Mengapa Mesir Tuding Argentina Dibela Wasit? Ini Kronologinya
Ilustrasi Wasit. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Argentina lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai bangkit mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar di Stadion Atlanta, Amarika Serikat, Rabu (8/7) dini hari WIB. Kemenangan sang juara bertahan diwarnai kontroversi keputusan wasit. Pelatih Mesir Hossam Hassan merasa timnya dicurangi. Apa alasannya?

"Kami tampil lebih baik dari juara bertahan (Argentina), unggul dalam segala hal. Namun, hasil akhir di lapangan sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal," ujar Hossam Hassan dalam konferensi pers selepas laga, dikutip dari ESPN.

La Albiceleste memang sempat tertinggal 0-2. Namun, anak asuh Lionel Scaloni mampu membalikkan keadaan dengan mencetak tiga gol balasan dalam rentang 13 menit saja.

Kemenangan ini membawa Lionel Messi dan kolega lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2026 dan akan bertemu Swiss di Stadion Kansas Amerika Serikat, pada Minggu, 12 Juli 2026.

Mengapa Mesir Tuding Argentina Dibela Wasit? Ini Kronologinya

Mesir tampil disiplin sejak awal laga sehingga mampu meredam agresivitas Argentina. Permainan efektif melalui serangan balik membawa The Pharaohs unggul 2-0 atas juara bertahan.

Anak asuh Hossam Hassan juga sempat mencetak gol lain, tetapi wasit Francois Letexier dari Prancis menganulirnya usai mendapat masukan dari VAR. Keputusan itu memicu protes dari kubu Mesir.

Argentina kemudian memperkecil ketertinggalan lewat sundulan Cristian Romero pada menit ke-79. Empat menit berselang, Lionel Messi mencetak gol penyama kedudukan jadi 2-2 sekaligus menghidupkan asa La Albiceleste untuk mempertahankan gelar.

Kontroversi kembali muncul pada masa injury time. Mohamed Salah terjatuh di kotak penalti usai diduga dilanggar pemain Argentina Alexis Mac Allister. Para pemain Mesir meminta penalti, tetapi Letexier membiarkan laga berlanjut tanpa meninjau tayangan VAR.

Dari situ, Argentina langsung melancarkan serangan balik. Enzo Fernandez menyambut umpan silang Lautaro Martínez dengan sundulan yang membawa Argentina berbalik unggul 3-2.

Begitu peluit panjang berbunyi, ketegangan tidak langsung mereda. Pelatih Hossam Hassan menghampiri Francois Letexier di lapangan, lalu terlibat konfrontasi sengit. Juru taktik The Pharaohs itu menuduh bahwa pengadil lapangan "berat sebelah" dan "menyembunyikan sesuatu".

"Hidup memang tidak adil. Dunia juga tidak adil. Baiklah, tetapi mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga? Saya tidak bisa menerima hasil ini maupun cara laga ini berjalan." kata Hassan, dikutip dari Sky Sports.

Kontroversi di Laga Mesir vs Argentina, Kenapa Gol The Pharaohs Dianulir?

Gol kedua Mesir, yang dianulir VAR, bermula dari serangan balik cepat pada menit ke-58. Haissem Hassan menggiring bola dari area pertahanan dalam rangka serangan balik, lalu mengoper bola kepada Mohamed Salah. Salah lantas mengirim umpan terobosan ke Mostafa Ziko yang akhirnya berbuah gol ke gawang Argentina.

Namun, usai gol tercipta, wasit Francois Letexier dipanggil untuk meninjau VAR. Hasil tinjauan menunjukkan, dalam proses membangun serangan, pemain Mesir Marwan Attia menarik dan menginjak kaki bek Argentina Lisandro Martínez. Berdasar pelanggaran tersebut, Letexier membatalkan gol Mostafa Ziko.

Meski begitu, Mesir akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan pada menit ke-68. Kali ini, Ziko kembali mencetak gol usai memanfaatkan umpan tarik Haissem Hassan yang diawali aksi Mohamed Salah. Gol ini disahkan dan membawa Mesir unggul 2-0.

Ketegangan mulai memuncak setelah Argentina membalikkan skor menjadi 3-2 di masa injury time, ketika Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan Argentina.

Mesir menilai gol tersebut tidak sah karena didahului pelanggaran keras Alexis Mac Allister, tetapi VAR tidak meminta wasit untuk meninjau ulang kejadian tersebut.

"Mungkin ada keinginan untuk mempertahankan sang juara bertahan di kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi terus melaju. Dalam sepak bola, terkadang ada faktor di luar teknis yang berbicara. Juara dunia sepertinya mendapatkan dukungan di setiap level," ujar Hossam Hassan.

Terkait gol pertama Ziko yang dianulir wasit Letexier, jika mengacu aturan IFAB terkait fouls and misconduct, memang tindakan menginjak kaki lawan dikategorikan sebagai pelanggaran ketika wasit menganggap hal tersebut sebagai tindakan ceroboh.

Berdasarkan Pasal 12.1 mengenai Tendangan Bebas Langsung, setiap kontak fisik dalam perebutan bola yang dinilai kurang berhati-hati atau mengabaikan kewaspadaan sudah sah untuk dinyatakan sebagai pelanggaran.

Jika ditarik ke dalam Protokol VAR bagian Reviewable Decisions untuk kategori Goal/No Goal, wasit berkewajiban meninjau ulang jika ada indikasi pelanggaran oleh tim penyerang dalam proses membangun serangan (build-up). Karena Marwan Attia merebut bola lewat kontak fisik dan Mesir terus menguasai bola hingga Ziko mencetak gol, secara tertulis wasit memiliki wewenang penuh untuk mengubah keputusan, juga membatalkan gol tersebut karena dinilai lahir dari proses yang tidak sah.

Di sisi lain, meski keputusan tersebut benar secara hukum tertulis, banyak pengamat yang mempertanyakan. Salah satunya adalah Rob Green, analis FOX Sports. Ia menyebut, "Seseorang yang menginjak kaki orang lain (dengan jarak 100 yard) bukanlah alasan VAR dibawa ke dalam sepak bola. Kita telah sampai pada titik ketika VAR telah menjangkau jauh melampaui batas kekuasaan yang seharusnya dimiliki."

"Wasit melihat tekel itu, memutuskan untuk tidak memberikan pelanggaran, dan kemudian Mesir, lewat serangan balik yang brilian, harus kehilangan momentum keunggulan dua gol mereka," tambahnya.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Rofi Ali Majid

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Rofi Ali Majid
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Fitra Firdaus