Menuju konten utama

Kenapa Film Niu Lai Viral & Apa Benar Masuk Box Office China?

Kenapa film Niu Lai  bisa viral meski panen hujatan? Benarkah Niu Lai masuk box office dan dinilai sebagai antitesis dari konten AI?

Kenapa Film Niu Lai Viral & Apa Benar Masuk Box Office China?
Poster Film Animasi 3D China Niu Lai. (Sumber: IMDb)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan munculnya fenomena film animasi Niu Lai (The Cow is Coming). Awalnya sepi dan dihujat karena kualitasnya yang jauh dari standar modern, film ini justru mengalami reverse explosion (viral secara tak terduga) hingga meraup pendapatan besar. Popularitasnya memancing perdebatan di industri film China.

Niu Lai adalah film animasi Tiongkok terbaru tahun 2026 yang diproduksi oleh Dalian Jingyuan Culture Film and Television Media. Uniknya, film berdurasi 86 menit ini hanya digarap oleh dua orang, yaitu sang sutradara Xin Yumeng bersama ibunya, Sun Lifang, yang bertindak sebagai penulis skenario, pengisi suara, hingga penyanyi lagu tema. Film ini dibuat selama lima tahun sejak 2021 dengan anggaran mandiri yang sangat minim.

Niu Lai yang mengisahkan perjalanan mistis seekor anak sapi dan burung skylark, awalnya tergolong gagal saat dirilis pada 5 Agustus 2026. Dalam 10 hari pertama, film ini hanya mampu menjual sekitar 300 tiket dengan pendapatan rendah. Namun, keajaiban terjadi ketika potongan klip film ini menyebar di media sosial. Dalam sekejap, Niu Lai jadi hits dengan banyaknya penonton yang datang ke bioskop untuk sekadar menyaksikannya.

Lantas, kenapa film Niu Lai viral? Apakah film animasi ini juga masuk Box Office Tiongkok?

Kenapa Film Niu Lai Viral & Apa Benar Masuk Box Office?

Niu Lai merupakan film animasi sederhana yang diproduksi dengan anggaran sangat minim. Kendati demikian, film ini secara ajaib sukses menembus jajaran Box Office Tiongkok. Data dari platform pelacak film Dengta bahkan mencatat Niu Lai berhasil masuk ke dalam 10 besar film animasi Tiongkok terlaris tahun 2026.

Mengutip The Guardian, film Niu Lai perdana tayang di bioskop pada 5 Agustus 2026 tanpa adanya promosi atau tur media. Berdasarkan data Maoyan, dalam 10 hari pertama penayangannya, film ini hanya mencatatkan pendapatan sekitar 7.705 Yuan (sekitar Rp16,8 juta) dengan total penonton kurang dari 300 orang di seluruh Tiongkok.

Namun, peta kekuatan berubah drastis setelah potongan klip Niu Lai viral di media sosial. Visualnya yang dinilai kasar, gerakan karakter yang kaku, serta alur cerita yang terkesan abstrak justru melahirkan fenomena meme besar-besaran. Didorong rasa penasaran untuk membuktikan seberapa "buruk dan kocak" film tersebut, masyarakat berbondong-bondong memadati bioskop.

Hasilnya, pendapatan Niu Lai melonjak hingga ribuan kali lipat. Pada 16 Agustus 2026 saja, pendapatan harian film ini melesat hingga 4,85 juta Yuan. Total akumulasi pendapatannya telah melampaui 5,58 juta Yuan dan diproyeksikan terus melonjak hingga menembus 18,37 juta Yuan (sekitar Rp40 miliar) selama durasi penayangannya.

Kesuksesan film Niu Lai di Box Office Tiongkok ini tidak terlepas dari 3 faktor. Yang pertama, film animasi ini dianggap sebagai karya autentik yang merupakan antitesis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Netizen Tiongkok justru mengapresiasi cacat visual dan kesederhanaan Niu Lai. Kualitasnya yang jauh dari standar modern dianggap sebagai bukti sah bahwa film ini merupakan karya orisinal "murni buatan tangan" yang digarap penuh ketulusan oleh tim ibu dan anak selama lima tahun.

Selain itu, mengutip BBC, Niu Lai dianggap sebagai simbol keberuntungan pasar saham (Bullish). Bagi masyarakat Tiongkok, kata "Niu" (Sapi atau dalam bahasa Inggris bull) identik dengan istilah bullish atau kondisi pasar saham yang sedang menguat. Fenomena ini menarik perhatian para investor dan pelaku bursa saham lokal. Banyak dari mereka yang sengaja membeli tiket bioskop sebagai bentuk "ritual" dan simbol harapan agar harga saham mereka ikut naik drastis di awal pekan.

Faktor lain adalah karena Niu Lai menghadirkan komedi absurd yang menghibur.Berdasarkan laporan media lokal Jingshi Live, suasana bioskop saat penayangan Niu Lai menyerupai wahana roller coaster. Sepanjang 15 menit pertama, adegan-adegan absurd seperti karakter sapi yang digigit ular, mampu memicu lebih dari 50 gelak tawa penonton yang sibuk merekam momen kocak tersebut menggunakan ponsel mereka.

Kesuksesan fenomenal Niu Lai tak disambut manis oleh semua pihak. Di kota asalnya, Dalian, sejumlah bioskop justru dilaporkan menarik film tersebut dari jadwal tayang (unlisted). Pihak pengelola bioskop lokal mengungkapkan bahwa langkah ini diambil atas instruksi tertentu lantaran kualitas film yang dianggap terlalu buruk dikhawatirkan dapat "merusak citra kota Dalian".

Kritik pedas juga berhembus dari kalangan pengamat perfilman dan media setempat seperti Beijing News. Mereka menilai popularitaas film berkualitas teknis rendah ini bisa menjadi "pukulan mundur" bagi industri animasi nasional dan berpotensi merusak standar kepercayaan penonton terhadap kualitas sinema Tiongkok di masa depan.

Meski begitu, keputusan di Dalian tidak memengaruhi kota-kota besar lainnya. Di Shanghai, Nanjing, hingga Tianjin, puluhan bioskop masih terus menambah jam tayang untuk memenuhi antusiasme penonton yang penasaran dengan fenomena Niu Lai.

Ikuti kabar terbaru seputar ragam dan hiburan dari Tirto.id dengan cara klik tautan ini.

Baca juga artikel terkait FILM BIOSKOP atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - Film
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus