Menuju konten utama

Mengapa Argentina Disebut Anak FIFA & Dapat Lawan 'Ringan'?

Kenapa Argentina disebut anak FIFA & mendapatkan lawan 'ringan' di fase gugur Piala Dunia 2026? Berikut penjelasan aturan drawing babak knockout.

Mengapa Argentina Disebut Anak FIFA & Dapat Lawan 'Ringan'?
Lionel Messi, melakukan selebrasi setelah mencetak gol kedua timnya dalam pertandingan sepak bola Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Austria di Stadion Dallas, Arlington, pada 22 Juni 2026. AFP/Paul ELLIS
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Mengapa Argentina disebut sebagai anak FIFA oleh netizen seiring dengan kemenangan mereka 3-2 atas Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026? Usai laga pada Rabu (8/7/2026) di Atlanta, La Albiceleste akan jumpa Swiss di perempat final. Apa alasan jalur sang juara bertahan terlihat mudah?

Dalam laga Argentina vs Mesir, tercatat ada satu gol The Pharaohs yang dianulir wasit François Letexier asal Prancis. Ketika itu, melalui skema serangan balik, dalam posisi unggul 0-1, Mesir mencetak gol lewat Mostafa Zico. Namun, wasit menilai telah terjadi pelanggaran sebelumnya terhadap Lisandro Martinez dalam build-up.

Mesir kemudian bisa mencetak satu gol lagi untuk keunggulan 0-2. Namun, Argentina melakukan comeback spektakuler dengan mencetak 3 gol dalam rentang 13 menit terakhir. Sundulan Cristian Romero, tembakan Lionel Messi, dan tandukan Enzo Fernandez menyudahi perlawanan The Pharaohs. La Albiceleste lolos ke perempat final, dan kini akan menghadapi Swiss.

Usai laga, kamp Mesir mengeluhkan keputusan wasit Letexier. Misalnya, pelatih Mesir, Hossam Hassan yang menyembulkan kecurigaan soal favoritisme terhadap Argentina.

"Mungkin mereka ingin mempertahankan sang juara bertahan di kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap dalam persaingan," papar Hassan seperti dikutip BBC.

Terlepas dari keputusan wasit Letexier yang jadi perdebatan dari netizen, sorotan mengarah pada lawan-lawan yang dijumpai Argentina sepanjang babak awal Piala Dunia 2026. La Albiceleste jumpa Aljazair, Austria, dan Yordania di fase grup.

Mereka melanjutkannya dengan jumpa Cape Verde dan Mesir secara beruntun di 32 besar dan 16 besar. Saat di perempat final, calon lawan Argentina adalah Swiss, yang bukan kekuatan utama di Piala Dunia. Prestasi terbaik Swiss adalah perempat final di edisi 1934, 1938, dan 1954.

Jalur yang dianggap ringan inilah yang memunculkan tudingan Argentina sebagai "anak FIFA" Lantas, mengapa jalur Argentina tampak mudah dibandingkan negara lain, misalnya dengan Spanyol yang sudah harus jumpa Portugal di 16 besar?

Kenapa Argentina Dapat Lawan 'Ringan' di Piala Dunia 2026?

Dalam drawing putaran final Piala Dunia 2026, setiap negara dibagi ke dalam 4 pot berbeda. Pot pertama terdiri dari 3 tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Selain itu, ada 9 negara lain yang mengisi pot tersebut, yaitu mereka yang menempati peringkat 1 hingga 9 dalam ranking FIFA edisi November 2025, atau edisi termutakhir sebelum drawing digelar.

Sejak awal, terkait fase gugur, FIFA memang mengatur agar empat tim dengan ranking teratas tidak akan saling bertemu sampai di semifinal. Tentu dengan syarat, keempat tim tersebut berhasil jadi juara di grup masing-masing. Mereka adalah Spanyol (ranking 1), Argentina (ranking 2), Prancis (ranking 3), dan Inggris (ranking 4).

Uniknya, keempat tim tersebut memang tampil sesuai ekspektasi. Mereka keluar sebagai juara grup, dan jika mengalahkan lawan di perempat final, akan menyusun semifinal dengan konsep silang, yaitu ranking 1 (Spanyol) vs peringkat 3 (Prancis) serta ranking 2 (Argentina) vs ranking 4 (Inggris).

Namun, apakah benar Argentina mendapatkan lawan gampang di babak-babak awal fase gugur? Jawaban terkait hal itu dapat diperdebatkan. Pasalnya, Argentina sebagai juara Grup J, diundi untuk bertemu dengan runner-up Grup H, siapa pun itu. Di sinilah Argentina jumpa Cape Verde yang finis di atas Uruguay. Andai Uruguay yang ranking 16 FIFA bisa lolos dari Grup H sebagai runner-up, akan terjadi duel sesama wakil CONMEBOL di 32 besar tersebut.

Berikutnya, di babak 16 besar, Argentina jumpa Mesir yang merupakan peringkat 34 FIFA. Lawan La Albiceleste ini seakan ringan, karena jikapun Mesir tidak lolos, yang dijumpai Argentina adalah Australia.

Namun, sebenarnya blok yang dihuni Mesir dan Australia itu adalah untuk runner-up Grup D vs Runner-up Grup G. Posisi tersebut bisa diisi oleh Iran, Selandia Baru, atau Mesir dari Grup G. Berikutnya, dari Grup D, ada Australia, Paraguay, dan Turki yang bisa mengisi.

Jika Paraguay lolos dari fase grup sebagai runner-up, bukan peringkat 3, mungkin saja akan terjadi partai sesama CONMEBOL di 16 besar. Kejadian seperti duel Paraguay vs Prancis yang kasar dan intens, bisa dirasakan Argentina.

Selanjutnya, di babak perempat final, Argentina "hanya" berjumpa Swiss. Namun, La Nati adalah tim peringkat 17 FIFA saat undian, yang tergolong tim elite karena masuk pot 2. Di samping itu, seandainya yang lolos dari 16 besar adalah Kolombia, laga perempat final akan menghadirkan duel sesama wakil Amerika Selatan lagi, yang merupakan ulangan Copa America 2024.

Faktor lain, Kolombia sampai ke fase gugur sebagai juara Grup K. Seandainya Portugal yang merupakan peringkat 6 FIFA sekaligus tim pot 1 yang juara Grup K, akan terjadi partai Messi vs Ronaldo di perempat final.

Dengan melihat peluang yang mungkin tercipta di fase gugur, klaim Argentina berjumpa lawan ringan di 32 besar, 16 besar, hingga perempat final, tidak cukup meyakinkan.

Yang terjadi, Argentina memenuhi ekspektasi sebagai ranking 2 FIFA dan tim pot 1 dengan menjuarai grup mereka. Sebaliknya, Uruguay dan Portugal tidak memenuhi ekspektasi terhadap ranking dan pot mereka, yang membuat tim-tim "kejutan" jumpa Argentina.

Seluruh pertandingan FIFA World Cup 2026 dapat disaksikan di kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport.

Ikuti kabar terbaru seputar Piala Dunia 2026 dari Tirto.id dengan cara klik tautan ini.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

tirto.id - Olahraga
Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya