tirto.id - Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Mesir yang dimenangkan Lionel Messi dkk 3-2 berakhir kontroversial. Keputusan wasit asal Prancis, Francois Letexier dengan keputusan penggunaan VAR memicu perdebatan besar.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Atlanta Stadium, Atlanta, pada Rabu (8/7/2026) dini hari WIB, Mesir sempat unggul atas Argentina. Namun, keputusan wasit dan VAR dianggap merugikan mereka, terutama setelah satu gol Mesir dianulir pada babak kedua.
Profil Francois Letexier Wasit Argentina vs Mesir
Francois Letexier merupakan salah satu wasit sepak bola paling bergengsi di Eropa. Wasit asal Prancis ini lahir pada 23 April 1989 di Bedee, wilayah Brittany, Prancis.
Perjalanan kariernya di dunia perwasitan berlangsung sangat cepat. Ia mulai memimpin pertandingan kasta tertinggi sepak bola Prancis, Ligue 1, pada 2016 dan kemudian masuk dalam daftar wasit internasional FIFA pada 2017.
Sejak saat itu, namanya berkembang menjadi salah satu pengadil lapangan yang dipercaya menangani pertandingan besar di tingkat Eropa maupun dunia.

Di luar dunia sepak bola, Letexier juga berprofesi sebagai pejabat hukum atau juru sita pengadilan (court bailiff).
Karier Letexier mencatat sejumlah pencapaian prestisius. Ia menjadi wasit termuda yang memimpin pertandingan Ligue 1 pada 2016 dan hanya satu tahun kemudian mendapatkan lisensi FIFA.
Laga internasional senior pertamanya terjadi pada 23 Maret 2018 ketika memimpin pertandingan antara timnas Bulgaria dan timnas Bosnia dan Herzegovina.
Setelah itu, ia terus mendapat kepercayaan dari UEFA untuk menangani berbagai kompetisi besar, mulai dari pertandingan Liga Champions, Liga Europa, hingga turnamen antarnegara Eropa.
Puncak pengakuan terhadap kualitasnya datang pada 2024 ketika Letexier ditunjuk sebagai wasit utama final UEFA Euro 2024 Final antara timnas Spanyol melawan timnas Inggris. Dalam usia 35 tahun, ia menjadi salah satu wasit termuda yang pernah memimpin final Piala Eropa.
Sebelum itu, ia juga dipercaya sebagai wasit 2023 UEFA Super Cup yang mempertemukan Manchester City FC dan Sevilla FC. Ia juga menjadi bagian dari tim wasit pada final 2024 UEFA Champions League Final sebagai ofisial keempat.
Reputasi tersebut membuatnya dinobatkan sebagai wasit pria terbaik dunia tahun 2024 oleh IFFHS.
Kontroversi Letexier di Laga Argentina vs Mesir
Meski memiliki rekam jejak elite, perjalanan Letexier tidak lepas dari kontroversi. Namanya kembali menjadi sorotan setelah memimpin laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Mesir.
Dalam pertandingan tersebut, Argentina menang dramatis 3-2 setelah bangkit dari ketertinggalan. Namun, keputusan Letexier dan penggunaan VAR menjadi sumber kemarahan pihak Mesir.
Kontroversi terbesar terjadi ketika Mesir mencetak gol kedua melalui Mostafa Ziko. Saat itu, Mesir sedang unggul dan gol tersebut seharusnya membuat mereka memimpin 2-0. Ziko berhasil menyelesaikan serangan balik cepat yang melibatkan Mohamed Salah dan rekan-rekannya.
Para pemain Mesir sudah merayakan gol tersebut, tetapi beberapa saat kemudian VAR meminta Letexier melakukan pemeriksaan ulang melalui monitor di pinggir lapangan.
Setelah melihat tayangan ulang, Letexier memutuskan membatalkan gol tersebut. Alasannya, sebelum serangan gol terjadi, gelandang Mesir Marwan Attia dianggap melakukan pelanggaran terhadap bek Argentina Lisandro Martinez.
Dalam tayangan ulang, VAR menilai terjadi kontak berupa tarikan dan injakan kaki dalam proses awal perebutan bola. Karena pelanggaran itu dianggap masih bagian dari fase serangan yang menghasilkan gol, keputusan gol akhirnya dianulir.
Pihak Mesir menilai VAR melakukan intervensi terlalu jauh karena insiden yang dianggap pelanggaran terjadi cukup lama sebelum bola masuk ke gawang.
Mereka mempertanyakan mengapa kejadian tersebut masih dianggap bagian dari fase serangan yang dapat ditinjau ulang, sedangkan beberapa insiden lain di dalam kotak penalti Argentina tidak mendapatkan pemeriksaan serupa.
Kontroversi semakin besar ketika Mesir mengajukan klaim penalti setelah Hamdy Fathy diduga mendapat tarikan dari Alexis Mac Allister di kotak penalti Argentina. Namun, wasit tidak memberikan penalti dan beberapa saat kemudian Argentina mencetak gol kemenangan melalui Enzo Fernandez.
Rangkaian kejadian tersebut memperkuat anggapan dari kubu Mesir bahwa keputusan wasit dan VAR tidak konsisten. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, bahkan menyampaikan kritik keras terhadap kepemimpinan Letexier. Beberapa pemain Mesir pun menyebut keputusan tersebut merugikan tim mereka.
Letexier Pernah Jadi Wasit Indonesia vs Guinea
Bagi publik sepak bola Indonesia, nama Francois Letexier juga bukan sosok yang asing. Ia pernah menjadi wasit dalam laga play-off Olimpiade Paris 2024 antara timnas Indonesia U-23 melawan timnas Guinea U-23 pada Mei 2024.
Dalam pertandingan tersebut, Letexier memberikan dua penalti kepada Guinea yang menuai perdebatan dari kubu Indonesia.
Salah satu penalti diberikan setelah ia menilai Witan Sulaeman melakukan pelanggaran terhadap Algassime Bah, dan keputusan penalti kedua terkait duel Alfeandra Dewangga dengan pemain Guinea juga dianggap kontroversial.
Keputusan-keputusan tersebut memicu reaksi keras dari pelatih Indonesia saat itu, Shin Tae-yong, yang melakukan protes kepada Letexier di pinggir lapangan.
Akibat protes tersebut, Shin Tae-yong mendapatkan kartu kuning dan kemudian kartu merah setelah tetap menyampaikan keberatan terhadap keputusan wasit.
Berbeda dengan pertandingan Piala Dunia 2026 yang menggunakan VAR, laga Indonesia U-23 melawan Guinea U-23 tidak menggunakan teknologi tersebut sehingga keputusan wasit tidak dapat ditinjau ulang.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id






























