tirto.id - Sosok Omar Abdulkadir Artan jadi sorotan lantaran batal jadi wasit ajang Piala Dunia 2026 karena masalah visa. Ia selama ini dikenal sebagai wasit terbaik Afrika asal Somalia. Namun, Amerika Serikat (AS) tidak meloloskan pengajuan visa Omar Artan sehingga membuatnya gagal memenuhi tugas sebagai wasit ajang sepak bola empat tahunan itu.
Seharusnya, kedatangan Omar Artan ke AS pada Juni hingga Juli 2026 itu akan mencetak sejarah baru. Jika sesuai rencana, ia akan jadi orang Somalia pertama yang mengemban tugas wasit di putaran final Piala Dunia.
Akan tetapi, sejarah itu urung terjadi. Seturut Antara, AS menolak pengajuan visa Omar Artan. FIFA selaku federasi sepak bola dunia juga mengonfirmasi hal tersebut dan menyebut bahwa keputusan AS adalah kebijakan yang tidak bisa mereka intervensi.
Berdasarkan laporan Sky Sports, visa Omar Artan ditolak ketika ia sudah tiba di bandara internasional Miami, AS. Hal ini membuat wasit tersebut terpaksa harus terbang ke Turki, tak lama setelah mendarat di AS.
Juru bicara Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menyebut ditolaknya visa Omar Artan terjadi setelah sang wasit menjalani “pemeriksaan tambahan” ketika tiba di Miami.
Sementara itu, seorang sumber anonim dari FIFA menyebut, mereka telah diberitahu pemerintah AS bahwa “status Bapak Artan tidak akan diubah untuk saat ini”. Ia juga mengatakan hal itu bukan masalah yang bisa diintervensi FIFA.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Presiden FIFA Gianni Infantino. Dalam konferensi pers pada Kamis (11/6), Infantino menyayangkan apa yang terjadi pada Omar Artan. Namun, ia akan berusaha berbicara dengan otoritas AS terkait hal ini.
“Kami tidak bisa mengendalikan segalanya. Kami mencoba, kami akan berdiskusi, kami akan berbicara, kita akan lihat hasilnya nanti,” kata Infantino.
Somalia sebelumnya merupakan negara yang masuk dalam daftar hitam perjalanan ke AS. Namun, Omar Artan menegaskan, semua dokumennya lengkap untuk jadi wasit Piala Dunia 2026 di sana.
Profil Omar Abdulkadir Artan dan Rekam Jejaknya
Omar Abdulkadir Artan merupakan wasit kondang di Somalia. Ia salah satu wasit terbaik di Afrika dan seharusnya jadi orang Somalia pertama yang memimpin laga putaran final Piala Dunia.
Lahir di Mogadishu, Somalia pada 1992, Omar Artan punya segudang prestasi. Terbaru, ia dinobatkan sebagai wasit pria terbaik Afrika 2025.
Ketika kemudian terpilih sebagai salah satu wasit Piala Dunia, nama Omar Artan kian melambung di Somalia. Menukil BBC, Presiden Somalia Hassan Mohamud bahkan mengakuinya sebagai prestasi dan memuji Omar sebagai “simbol inspirasi bagi generasi baru Somalia”.
Semula, wasit berusia 34 tahun ini punya mimpi jadi pemain sepak bola. Ia bahkan sempat meniti karier untuk mencapainya. Namun, cedera pada pergelangan kaki membuat mimpinya pupus.
Meski gagal jadi pemain, cedera yang dialami rupanya tak menghalangi Omar Artan untuk tetap berada di lapangan. Ia justru menemukan jalannya jadi wasit setelah itu.
Kariernya sebagai wasit dimulai dari laga-laga lokal di Mogadishu. Dari satu lapangan ke lapangan lain di Mogadishu, peluit Omar berbunyi di laga-laga kelas tarkam.
Seiring waktu, bakat Omar dilihat oleh Osman Jama Dirac, mantan kepala wasit di Somalia. Melaluinya, Omar dibimbing untuk jadi wasit profesional.
Omar pun betulan jadi wasit profesional di Somalia. Kariernya terus ia bangun hingga secara resmi terdaftar sebagai wasit FIFA pada 2018 lalu. Sejak itu, bunyi peluit Omar berkumandang di berbagai negara di Afrika.
Pada Januari 2024, ia jadi warga Somalia pertama yang jadi wasit Piala Afrika. Sejarah ini terjadi ketika Omar memimpin laga Grup E Piala Afrika 2024 antara Tunisia dan Namibia.
Federasi Sepak Bola Afrika (CAF) juga mengakui Omar. Federasi tingkat benua itu menghadiahinya sebagai wasit pria terbaik Afrika 2025 dan menugasinya jadi wasit leg kedua laga final Liga Champions Afrika antara Maroko AS FAR vs Mamelodi Sundowns pada Mei lalu.
Tahun ini, Omar seharusnya mencapai puncak karier kepelatihannya. Sebagaimana diungkapkannya dalam sebuah wawancara pada pekan lalu, Omar memandang Piala Dunia sebagai ambisi tertingginya.
"Upaya bertahun-tahun akhirnya masuk akal,” katanya.
Namun, ambisi itu pupus karena AS tidak memberikan visa kepada Omar. Dalam keterangannya untuk New York Times, Omar menyebut ia telah diinterogasi oleh petugas imigrasi selama 11 jam setibanya di Miami.
Petugas perbatasan banyak menanyai Omar tentang milisi yang terafiliasi dengan Al-Qaeda, al-Shabab.
Omar kemudian membuat pernyataan bahwa ia telah menerima keputusan AS terkait visanya tersebut. Dalam pernyataan yang dirilis Reuters, Omar menyatakan akan berusaha menjaga kemampuannya sebagai wasit meskipun mengalami peristiwa ini.
“Saya berharap dapat bergabung dengan mereka lagi di kompetisi mendatang,” katanya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































