Menuju konten utama

Kronologi Insiden Spanyol vs Argentina & Kartu Merah Paredes

Kronologi insiden final Spanyol vs Argentina, kenapa Paredes kartu merah di ujung laga? Berapa kartu kuning dan merah untuk Argentina?

Kronologi Insiden Spanyol vs Argentina & Kartu Merah Paredes
Lionel Messi (nomor punggung 10) dari Argentina bersiap untuk melakukan sepak mula sebelum pertandingan perempat final Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Swiss di Stadion Kansas City pada 11 Juli 2026 di Kansas City, Missouri. David Ramos/Getty Images/AFP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Usai laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di Stadion New York-New Jersey, East Rutherford, terjadi insiden yang melibatkan pemain kedua kubu. Leandro Paredes mendapatkan kartu merah dari wasit Slavko Vincic. Bagaimana kronologinya?

Laga final Spanyol vs Argentina berakhir dengan skor 1-0 lewat gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Sepanjang 120 menit, La Roja memang tampil dominan atas La Abiceleste dengan total 20 tembakan berbanding 2 milik sang juara bertahan.

Argentina, tim terproduktif turnamen dengan 19 gol dari 8 laga, dibuat frustrasi karena baru bisa mengirim tembakan pada menit 116. Bahkan, dalam 90 menit awal, Lionel Messi dan kolega tidak bisa sekali saja mengancam gawang Unai Simon.

Kacaunya Argentina dapat dilihat dari kedisiplinan mereka yang merosot. Sepanjang 120 menit, wasit Slavko Vincic mengeluarkan 7 kartu kuning dan 2 kartu merah.

Bahkan, pelatih Lionel Scaloni yang biasanya kalem pun mendapatkan peringatan usai protes berlebihan pada

menit 104.

Kronologi Insiden Argentina vs Spanyol & Kartu Merah Paredes

Frustrasinya Argentina yang tidak bisa lepas dari kontrol Spanyol sepanjang laga, sudah terlihat ketika Leandro Paredes yang baru masuk setelah turun minum, terkena kartu kuning pada menit 52 atau hanya 7 menit sejak di lapangan.

Ini berlanjut ketika Enzo Fernandez tak puas pada keputusan Slavko Vincic yang tidak memberikan hadiah tendangan bebas untuk Argentina saat sang terjatuh oleh tumbukan dengan pemain lawan. Protes berlebihan Enzo membuat wasit menghadiahkan kartu kuning untuknya.

Ketegangan merebak di bangku cadangan Argentina menjelang babak kedua usai. Cristian Romero yang sudah ditarik keluar mendapatkan kartu kuning karena tingkahnya pada menit 90+2.

Derita Argentina bertambah ketika Enzo Fernandez melanggar Pau Cubarsi dengan keras. Sang gelandang tampak sengaja mengincar kaki bek asal Barcelona tersebut. Alhasil, wasit memberikan kartu kuning kedua dan menyuruh Enzo keluar.

Situasi memburuk bagi Argentina karena mereka harus bermain dengan 10 orang. Pelatih Lionel Scaloni mengubah taktik jadi 4-4-1, lalu memasukkan Marcos Senesi untuk Julian Alvarez. Ada kemungkinan Argentina ingin memaksakan laga tetap 0-0 dan lanjut ke adu penalti.

Namun, gol Ferran Torres membuat La Albiceleste tak bisa berkutik. Sang juara bertahan tidak punya kesempatan membalas hingga akhir pertandingan.

Usai laga, kemarahan meletup di kubu Argentina. Leandro Paredes yang paling menonjol. Dia mendekati Eric Garcia, mendorong, dan mencekik sang bek tengah Barcelona, hingga terjatuh.

Gavi yang melihat hal itu, langsung mengejar Paredes, yang berbalik dan menjatuhkan sang gelandang muda ke lapangan dengan bantuan Thiago Almada.

Hal ini memancing keributan. Staf dan pemain Argentina lain ikut mendekat. Demikian pula pihak Spanyol. Sempat terjadi aksi saling dorong, sebelum Lionel Scaloni dan Emi Martinez melerai, memlsahkan kedua kubu.

Atas tindakannya itu, Leandro Paredes mendapatkan kartu merah dari wasit Vincic. Hal tersebut membuat total ada 7 kartu kuning dan 2 kartu merah yang dihadiahkan kepada La Albiceleste yang harus puas menjadi runner-up Piala Dunia 2026.

Kartu Kuning untuk Argentina: Lisandro Martinez ('41), Leandro Paredes ('52), Enzo Fernandez ('82 dan 90+2), Cristian Romero ('90+1), Lionel Scaloni ('104), Alexis Mac Allister ('111)

Kartu Merah untuk Argentina: Enzo Fernandez '90+2, Leandro Paredes '120

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

tirto.id - Olahraga
Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya