tirto.id - Hasil final Piala Dunia 2026 tadi malam Argentina vs Spanyol pada Senin (20/7/2026) di Stadion New York-New Jersey, East Rutherford, Amerika Serikat berakhir dengan skor 0-1 lewat gol Ferran Torres ('106). Spanyol juara Piala Dunia edisi ke-23, sedangkan Argentina finis sebagai runner-up.
Keberhasilan Spanyol sebagai kampiun Piala Dunia 2026 mengulang memori Piala Dunia 2010 kala La Roja memenangi gelar di Afrika Selatan. Di samping itu, Spanyol memiliki rekor 100 persen dalam 2 kali lolos ke final Piala Dunia.
Sebaliknya, Argentina gagal meraih gelar back to back setelah edisi 2022. Tim asuhan Lionel Scaloni gagal mengikuti jejak Italia 1938 dan Brasil 1962 yang bisa mempertahankan trofi mereka.
Hasil Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol
Dalam laga final Piala Dunia 2026 yang dipimpin oleh wasit Slavko Vincic (Slovenia), Argentina turun dengan formasi 4-4-2. Lionel Scaloni melakukan perubahan dari laga semifinal dengan masuknya Gonzalo Montiel di full back kanan, dan Nico Gonzalez di gelandang kiri. Sementara itu, Lionel Messi kembali berduet dengan Julian Alvarez.
Berbeda dengan Argentina, Spanyol mempertahankan starting XI terbaik mereka dengan Fabian Ruiz dan Rodri di posisi pivot. Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte juga tidak tergantikan sebagai palang pintu. Di depan, Lamine Yamal bertrio dengan Mikel Oyarzabal dan Dani Olmo.
Pertarungan Argentina kontra Spanyol kontras dengan Inggris lawan Prancis yang penuh gol. Kedua tim berhati-hati untuk meminimalisasi ancaman lawan. La Roja yang mendominasi penguasaan bola, menerapkan yang mereka lakukan pada Prancis. Hasilnya, Argentina tidak bisa menembak sama sekali dalam 45 menit awal.
Sebaliknya, pertahanan Argentina yang dikawal Cristian Romero dan Lisandro Martinez cukup solid. Memang ada ancaman dari Spanyol. Menit kelima, Lamine Yamal mengirim tembakan jarak dekat yang aman dalam jangkauan Emi Martinez. Setelah kebuntuan panjang, menit 39, Mikel Oyarzabal coba menembak dari luar kotak penalti yang ditangkap kiper lawan.
Percobaan lain dilakukan oleh Marc Cucurella ('43), tetapi tembakannya masih menyamping. Di sisi lain, Argentina harus kehilangan Lisandro Martinez yang cedera. Ia digantikan sang senior, Nicolas Otamendi.
Skor 0-0 merayap hingga turun minum, Argentina dibuat tumpul dalam 45 menit awal.
Awal babak kedua, Argentina mengubah skema dengan masuknya Leandro Paredes. Tujuan Scaloni adalah memperbaiki kualitas umpan di lini tengah. Namun, Spanyol tetap mendominasi. Menit 56, umpan satu-dua Mikel Oyarzabal dan Dani Olmo nyaris saja mengancam Argentina. Namun, Otamendi dengan sigap menghalau bola.
Tekanan bergelombang Spanyol terus berlanjut. Ferran Torres, Mikel Merino, Nico Williams, hingga Pedri disuntikkan. Menit 67, umpan cantik Yamal ditanduk Torres tepat ke arah Martinez. Berselang 10 menit, percobaan Pedri diamankan sang kiper. Demikian pula dengan kejutan Pau Cubarsi.
Frustrasi Argentina berlanjut hingga jelang 90 menit mereka tidak kunjung bisa mengatasi dominasi Spanyol. Momentum besar untuk La Roja terjadi ketika Enzo Fernandez menerjang Pau Cubarsi. Wasit Slavko Vincic memberikan kartu kuning kedua untuk Enzo, yang berarti sang gelandang Chelsea harus keluar dari lapangan.
Tendangan bebas Lamine Yamal yang ditepis Martinez memastikan laga berlanjut ke extra time, masih dengan skor 0-0.
Kejadian kontroversial terjadi pada menit 96. Ketika itu, Nico Williams mencetak gol. Namun, wasit menilai ada pelanggaran terlebih dahulu oleh Mikel Merino kepada Nicolas Otamendi. Spanyol terus menyerang, sedangkan Argentina hanya bisa bertahan dengan 8 pemain lapangan.
Gol yang ditunggu oleh Spanyol datang pada menit 106. Bermula dari bola kiriman Nico Williams, Ferran Torres ada di titik yang tepat untuk mengirim tembakan ke gawang Argentina. Skor 0-1 setelah total 19 tembakan La Roja.
Argentina coba bangkit dari situasi sulit, tapi tembakan pertama mereka dari 120 menit baru terjadi pada menit 116. Messi mengirim tendangan yang mengenai Mikel Merino. Kesempatan lain datang untuk Giuliano Simeone, tetapi tembakannya terbang tinggi.
Skor akhir 0-1, Spanyol resmi jadi juara Piala Dunia 2026. Sebaliknya, tidak ada bintang empat untuk Argentina.
Pencetak Gol: Ferran Torres 106'
Kartu Merah: Enzo Fernandez '90+4
Update hasil akhir Argentina vs Spanyol akan tersedia di artikel ini.
Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Gonzalo Montiel (Nahuel Molina '58), Lisandro Martinez (Nicolas Otamendi '44), Cristian Romero (Facundo Medina '70), Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul (Giuliano Simeone '70), Nico Gonzalez (Leandro Paredes '46), Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez; Julian Alvarez (Marcos Senesi '101), Lionel Messi - Pelatih: Lionel Scaloni
Spanyol (4-3-3): Unai Simon; Pedro Porro, Aymeric Laporte (Eric Garcia '99), Pau Cubarsi, Marc Cucurella; Fabian Ruiz (Pedri '61), Alex Baena (Mikel Merino '75), Rodri (Martin Zubimendi '99); Dani Olmo (Nico Williams '75), Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal (Ferran Torres '61) - Pelatih: Luis de la Fuente
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id
































