Menuju konten utama

Purbaya: Uang Pemerintah di BI Tersisa Rp120 Triliun

Dari total SAL sebesar Rp420 triliun, Rp300 triliun di antaranya ditempatkan ke sejumlah bank himbara dan bank daerah.

Purbaya: Uang Pemerintah di BI Tersisa Rp120 Triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersama Sekjen Kementerian Keuangan Robert Marbun (kiri) dan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Kacaribu (kanan) mengikuti rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026). Dalam rapat tersebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun ini. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa saldo uang pemerintah yang disimpan di Bank Indonesia (BI) saat ini masih tersisa Rp120 triliun.

Meski demikian, ia menekankan bahwa total Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SAL) tetap sebesar Rp420 triliun. Hanya saja, Rp300 triliun di antaranya ditempatkan ke sejumlah bank himbara dan bank daerah.

Rinciannya, sebesar Rp200 triliun sebelumnya telah ditempatkan ke lima Bank Himbara untuk mendorong sektor riil, sedangkan Rp100 triliun lainnya ditambahkan kemudian sebelum lebaran 2026.

“Masih Rp420 triliun (saldo pemerintah). Saya tambah Rp100 triliun lagi, jadi Rp300 triliun, Rp120 triliun masih di BI. Nanti kan pajak masuk lagi,” katanya di Kompleks Parlemen, Senin (6/4/2026).

Penjelasan ini muncul usai Purbaya merinci skenario ketahanan fiskal menghadapi potensi lonjakan harga minyak dunia hingga 150 dolar AS per barel. Ia menyebut pemerintah masih memiliki bantalan berupa SAL Rp420 triliun.

Menurutnya, pemerintah masih memiliki cukup cadangan anggaran sebagai bantalan perekonomian untuk meredam lonjakan harga minyak dunia akibat perang Iran dengan Amerika Serikat - Israel.

Dengan asumsi harga minyak dunia rata-rata 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun, pemerintah optimistis defisit APBN masih bisa ditekan di bawah 3 persen, tepatnya 2,92 persen

“Manajemen cashnya kami atur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu supply uang di pasar. Tadi kan 19 persen M0 pertumbuhannya. Kalau itu bisa dijaga terus sepanjang tahun, bisa tumbuh 22 persen lebih,” ujar Purbaya.

Lebih jauh, ia memastikan bahwa pemerintah akan terus melakukan penghematan di kantong-kantong yang tidak terlalu berdampak ke perekonomian.

“Kita selalu melakukan exercise supaya anggaran kita masih bisa baik. Ada penghematan, tapi yang penting-penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi tidak dikurangi,” tuturnya.

Sementara itu, pemerintah juga berencana menggelontorkan Rp100 triliun tambahan untuk subsidi energi. Hal ini untuk menjaga agar harga BBM bersubsidi dan LPG 3Kg tidak naik.

“Sudah, semua itu (Rp100 triliun) sudah (dihitung) lengkap. Subsidi, kompensasi, dan efisiensi di sana sini. Jadi kita selalu melakukan exercise supaya anggaran kita masih bisa baik,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana