Menuju konten utama

Purbaya Heran Anak Buahnya Sebar Isu APBN Hanya Cukup 2 Minggu

Purbaya sanggah anggapan dan infomrasi bahwa Kementerian Keuangan kekurangan uang.

Purbaya Heran Anak Buahnya Sebar Isu APBN Hanya Cukup 2 Minggu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan kepada media pada konferensi pers APBN KiTa edisi November 2025 di Jakarta, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku heran sekaligus bingung setelah mengetahui bahwa isu ketidakmampuan APBN menahan kenaikan harga minyak dunia justru berasal dari bawahannya sendiri di Kementerian Keuangan.

“Bahkan sumbernya bukan dari luar, malah dari Kementerian Keuangan sendiri yang menyebarkan isu-isu seperti itu. Saya baru tahu, padahal yang menterinya saya. Jadi saya agak bingung,” ujar Purbaya saat Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).

Isu yang berembus di masyarakat menyebutkan bahwa anggaran negara hanya cukup untuk dua minggu jika harga minyak dunia terus melambung. Ia mengatakan bahwa kabar tersebut sama sekali tidak benar.

Purbaya menjelaskan, setiap kali harga minyak naik, jajarannya langsung melakukan simulasi atau terhadap berbagai skenario harga, mulai dari 80 dolar, 90 dolar, hingga 100 dolar per barel, lengkap dengan mitigasinya.

“Kita sudah hitung asumsi harga minyak dunia rata-rata sepanjang tahun 2026. Dengan exercise tertentu, anggaran bisa kita tekan masih di 2,92 persen dari PDB. Jadi sepanjang tahun ini dengan harga rata-rata 100 dolar AS per barel, aman,” ucapnya.

Ia pun menyanggah anggapan bahwa dirinya atau Kementerian Keuangan kekurangan uang. “Kalau ada orang yang bilang Purbaya tidak punya uang, menkeu tidak punya uang, kita dari desain anggaran saja masih di bawah 3 persen,” katanya.

Selain itu, pemerintah masih memiliki Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang justru meningkat menjadi Rp420 triliun.

“Saya juga tidak mengerti, seharusnya dihabisin tidak bisa habis. Itu merupakan bantalan tersendiri. Kalau diperlukan, harga minyak naik tinggi sekali, dari situ kita masih aman,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana