Menuju konten utama

Purbaya Tolak Tawaran Utang World Bank-IMF: Mukanya Jadi Asem

Purbaya mengaku menolak tawaran IMF dan Wolrd Bank karena pemerintah masih memiliki SAL yang cukup besar.

Purbaya Tolak Tawaran Utang World Bank-IMF: Mukanya Jadi Asem
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran utang yang ditawarkan Bank Dunia (World Bank) serta Dana Moneter Nasional (International Monetary Fund/IMF) saat mengunjungi Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.

Menurut Purbaya, World Bank serta IMF menawarkan hingga puluhan miliar dolar AS untuk beberapa negara, termasuk Indonesia.

"Jadi, World Bank dan IMF nawarin pinjaman dua-duanya tuh saya punya uang 30 miliar dolar AS-40 miliar dolar AS, [bilang] kalau kamu mau pake boleh itu dibagai untuk beberapa negara yang membutuhkan," ucapnya saat konferensi pers di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

Merespons tawaran mereka, Purbaya mengaku Pemerintah RI masih memiliki dana saldo anggaran lebih (SAL) yang cukup besar, yakni senilai 25 miliar dolar AS atau setara Rp428.512.500.000.000 (Rp428,5 triliun).

Purbaya menilai, pihak IMF serta World Bank memberikan respons yang tidak mengenakkan saat penawaran itu ditolak. Ia menyatakan, pihak IMF maupun World Bank sejatinya berkeinginan agar Pemerintah RI berutang kepada mereka.

"Saya bilang sama dia, sekarang saya belum butuh karena saya sendiri punya persediaan hampir 25 miliar dolar untuk negara kita sendiri jadi aman. Wah, mukanya asem karena dia enggak bisa minjemin duit, enggak bisa dapet bunga tuh mereka," urainya.

Meski begitu, Purbaya mengakui tidak menutup kemungkinan Pemerintah RI akan mengajukan utang kepada IMF-World Bank. Katanya, asal dikelola dengan baik, ekonomi Tanah Air juga bakal tergolong dalam kondisi aman.

Ia menyebutkan, Kemenkeu bakal berupaya memperbaiki ekonomi Tanah Air dengan skema pemungutan pajak yang lebih baik. Defisit kemudian perlahan bakal membaik.

"Kita akan perbaiki terus tax collection kita dan income-nya pinjaman pemerintah sehingga pelan-pelan nanti defisitnya akan kita tekan ke bawah," tuturnya.

"Setelah dua tahun mungkin saya bisa lihat mungkin terjadi. Jadi, kita masih konsisten," lanjut Purbaya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana