Menuju konten utama

Kapolri Minta 7.000 Anggota Brimob Waspadai Dampak Krisis Energi

Sigit melihat bahwa implikasi kenaikan, terutama BBM non-subsidi dan LPG non-subsidi, akan berdampak kenaikan harga-harga yang berimbas masalah keamanan.

Kapolri Minta 7.000 Anggota Brimob Waspadai Dampak Krisis Energi
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kedua kiri) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kiri) memeriksa pasukan pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Operasi Ketupat 2026 berlangsung mulai 13-25 Maret 2026 dan menerjunkan 161.243 personel gabungan dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh anggota brimob mewaspadai dampak kondisi geopolitik dan krisis energi secara global. Hal itu disampaikan saat membuka rapat kerja teknis (rakernis) Korps Brimob Polri yang dihadiri 7.000 anggota Brimob di Lapangan Mako Brimob Polri, Depok, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026).

“Kita semua harus selalu siap, kita semua harus selalu waspada. Kita semua harus mempersiapkan diri untuk terus melatih menghadapi segala macam dinamika yang mungkin terjadi,” kata Sigit di Depok, Selasa (21/4/2026).

Sigit tidak memungkiri, konflik global berdampak terhadap meningkatnya harga minyak dunia akibat Selat Hormuz yang mengalami gangguan. Oleh karena itu, harga minyak sempat di atas USD100 per barel dan berpeluang terus meningkat.

Sigit menambahkan, di İndonesia telah melakukan pembukaan kilang-kilang lifting baru maupun sumur lama sebagai salah satu solusi. Kendati demikian, kewaspadaan pengaruh krisis energi masih harus ditingkatkan karena berkaitan dengan kamtibmas.

“Namun, di sisi lain, kita juga melihat bahwa, khusus BBM non-subsidi dan LPG non-subsidi, terjadi peningkatan dan ini implikasinya akan berdampak terhadap naiknya harga-harga, yang tentunya ini akan menimbulkan reaksi, akan menimbulkan potensi terjadinya eskalasi yang meningkat khususnya terkait dengan masalah keamanan di dalam negeri,” tutur Sigit.

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim ini menekankan, anggota Brimob sebagai bagian dari satuan Korps Bhayangkara diharapkan bisa mempersiapkan diri dalam menghadapi ancaman yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Seluruh anggota Brimob pun diminta mempelajari situasi dan eskalasi yang ada untuk menyesuaikan tindakan di lapangan.

“Persiapkan peralatan yang rekan-rekan miliki sehingga pada saat rekan-rekan turun peralatan-peralatan yang ada yang melekat pada diri rekan-rekan siap untuk digunakan. Di satu sisi rekan-rekan tentunya juga harus terus menunjukkan bahwa Brimob adalah pasukan yang juga sangat dekat dengan masyarakat,” ucap Sigit.

Baca juga artikel terkait KINERJA KEPOLISIAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher