Menuju konten utama

Purbaya Sindir BI Imbas Suku Bunga Pinjaman Tinggi Kerek Inflasi

Berdasarkan hitungan Purbaya, inflasi yang ideal adalah di kisaran 2-3 persen.

Purbaya Sindir BI Imbas Suku Bunga Pinjaman Tinggi Kerek Inflasi
Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor LPS, Jakarta, Selasa (27/5/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyindir Bank Indonesia yang mematok suku bunga acuan (BI 7 Days Repo Rate/BI7DRR) masih cukup tinggi. Padahal, ketika Bank Sentral menargetkan tingkat inflasi rendah, seharusnya suku bunga pinjaman dipasang di kisaran 3,65 persen.

Perlu diketahui, pada 2025 Bank Indonesia menargetkan inflasi akan berada di level 2,5 plus minus 1 persen. Pun, dengan 2026 Bank Sentral juga meyakini inflasi masih akan terjaga rendah di kisaran 2,5 plus minus 1 persen.

“Tapi, harusnya kalau inflasi … kenapa saya suka inflasi rendah? Karena kalau inflasi rendah, bunga acuannya … boleh nggak nyindir BI? Nyindir BI ini, ya... Harusnya kalau kita lihat inflasi targeting regime yang ditargetin Bank Sentral, harusnya dia mungkin (suku bunga pinjaman di level) 3,65 persen,” kata Purbaya, dalam rapat kerja dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025).

Namun, saat tingkat inflasi stabil dan juga kebijakan moneter lainnya yang diramu Bank Sentral dapat bekerja dengan efektif, Bank Indonesia bisa menaikkan suku bunga acuan ke level 6-7 persen. Dus, suku bunga pinjaman Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia yang kini suku bunga acuan Bank Sentralnya berada di kisaran 5-6 persen.

“Harusnya kalau stabil kan transmisi kebijakan moneternya jalan kan harusnya suku bunga pinjaman antara mungkin 6-7, itu sudah cukup bersaing dengan negara-negara tetangga kita. Karena sekarang, negara tetangga kita, Malaysia sekitar segitu. Mungkin 5-6 persen, Thailand juga seperti itu. Artinya, daya saing kita dari sisi cost capital bisa semakin baik,” jelas Purbaya.

Meski begitu, menurut mantan Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) itu, inflasi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah tingkat inflasi yang tidak terlalu rendah, namun tidak terlalu tinggi pula. Dari hitungannya, inflasi yang ideal adalah di kisaran 2-3 persen.

“Kalau untuk ekonom kayak saya ini inflasi yang bagus itu nggak rendah, tapi nggak tinggi juga, nggak 0, tapi nggak 10. Ya, 2-3 ini adalah angka yang ideal buat kita,” tambahnya.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana