Menuju konten utama

Purbaya Siapkan Insentif Mobil & Motor Listrik per 100.000 Unit

Kebijakan insentif kendaraan listrik kembali disiapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah menghidupkan sektor swasta secara lebih luas.

Purbaya Siapkan Insentif Mobil & Motor Listrik per 100.000 Unit
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025). Menteri Keuangan menyatakan optimis ekonomi nasional bisa tumbuh enam persen yang didukung dari Bank Indonesia dalam mendorong perekonomian nasional pada 2026. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah berencana memberikan insentif untuk kendaraan listrik, baik mobil maupun motor, dengan kuota awal masing-masing 100.000 unit.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan kebijakan ini bertujuan mendorong konsumsi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM).

"Tadi saya ketemu dengan Menteri Perindustrian. Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, kita bisa mengurangi konsumsi BBM," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, insentif ini akan diberikan secara bertahap. Untuk motor listrik, besaran subsidi mencapai Rp5 juta per unit. Sementara itu, kuota awal ditetapkan masing-masing 100.000 unit untuk mobil dan motor listrik.

"100 ribu pertama, kalau habis kita kasih lagi. Kalau habis kita kasih lagi," ucapnya.

Skema teknis lebih lanjut akan dijelaskan oleh Menteri Perindustrian dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Purbaya menargetkan kebijakan ini mulai berjalan pada awal Juni, agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV 2026.

"Semangat kita sekarang, kita akan memastikan semua mesin ekonomi berjalan. Demand sudah kita dorong, sektor manufaktur kita dorong," katanya.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menghidupkan sektor swasta secara lebih luas. Purbaya menambahkan bahwa pihaknya juga akan bertemu dengan pelaku industri tekstil, sepatu, dan sektor lain yang membutuhkan pembiayaan murah untuk peremajaan mesin.

"Jadi ekonomi bukan hanya didorong oleh pemerintah saja, tapi swasta akan hidup juga," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan bahwa insentif tersebut semakin relevan karena tidak hanya bertujuan mengurangi emisi, tetapi juga menekan penggunaan BBM dan beban subsidi negara di tengah memanasnya geopolitik.

"Kita sudah bicara salah satunya juga bicara soal insentif sebagai stimulus. Kalau memang pemerintah memberikan insentif untuk motor atau mobil listrik, ini semakin relevan," ujar Agus usai pertemuan di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026).

Agus menjelaskan, insentif yang akan diberikan akan berdampak pada penurunan emisi dan konsumsi BBM, sehingga subsidi energi dapat ditekan.

Selain itu, stimulus dari pemerintah juga diperlukan untuk menopang pertumbuhan industri dalam negeri, terutama di tengah terganggunya pasokan bahan baku akibat konflik Iran.

"Yang ketiga yang juga tidak kalah pentingnya, insentif atau stimulus itu memang harus dalam rangka untuk memperkuat industri kita sehingga tenaga kerja kita bisa juga terlindungi," tambahnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana