tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Danantara terhadap investasi domestik diharapkan mencapai Rp720 triliun pada 2026. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga Rp980 triliun pada 2029.
“Kalau Danantara hidup, akan bisa memberi dorongan tambahan ke ekonomi. Yang perlu diperhatikan, di tahun-tahun mendatang kontribusi Danantara akan terus ditingkatkan. Walaupun masih sedikit, saya lihat masih malu-malu, tapi saya yakin kalau sudah jalan akan lebih dari Rp980 triliun,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA, Senin (22/9/2025).
Berdasarkan proyeksi Kementerian Keuangan, total investasi nasional pada 2026 ditargetkan mencapai Rp7.450 triliun. Dari jumlah tersebut, swasta berkontribusi Rp6.200 triliun, BUMN/Danantara Rp720 triliun, dan pemerintah Rp530 triliun.
Tren kontribusi ini diproyeksi terus meningkat dalam lima tahun ke depan, seiring optimisme pemulihan ekonomi global. Sementara pada 2029, total investasi diperkirakan menembus Rp10.000 triliun.
Swasta menjadi penyumbang utama dengan Rp8.300 triliun, BUMN/Danantara Rp980 triliun, dan pemerintah Rp710 triliun.
Adapun secara kumulatif, dalam periode 2025–2029, kontribusi swasta diproyeksi mencapai Rp34.870 triliun atau 84 persen dari total investasi nasional sebesar Rp41.540 triliun. Sementara itu, BUMN/Danantara menyumbang Rp3.710 triliun atau 9 persen, dan pemerintah Rp2.960 triliun atau 7 persen.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id

































