Menuju konten utama

Purbaya Baru Keluar Rp600 Miliar untuk Intervensi Pasar Obligasi

Purbaya sebut Kemenkeu baru bisa menyerap SBN Rp600 miliar yang dilepas investor di pasar.

Purbaya Baru Keluar Rp600 Miliar untuk Intervensi Pasar Obligasi
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026). tirto.id/Qonita Azzahra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengalokasikan dana sebesar Rp2 triliun per hari untuk masuk ke pasar obligasi dalam upaya menjaga yield dan meredam capital outflow.

Namun, realisasi serapan atau pembelian kembali (buyback) surat berharga negara tersebut hingga saat ini baru mencapai Rp600 miliar lantaran jumlah obligasi yang dilepas pasar masih terbatas.

“Kemarin saja saya sudah targetkan serap Rp2 triliun, hanya dapat Rp600 miliar. Artinya yang jual juga sedikit sebetulnya. Jadi kita memastikan harga bond tetap terkendali," katanya di Kemenkeu, Jakarta, (19/5/2026).

Purbaya menyebut bahwa langkah ini murni merupakan operasi cash management pemerintah, bukan kerangka Bond Stabilization Framework (BSF) seperti yang ramai diperbincangkan.

"Bukan framework. Ada memang kita menjaga, ada dua cara kita masuk: melalui framework maupun melalui cash management kita sendiri. Ini baru cash management," ujar Purbaya.

Menurut dia, situasi pasar obligasi saat ini masih tergolong belum separah yang membutuhkan dukungan lembaga lain dalam kerangka framework SMI, INA serta lembaga lain dalam kerangka stabilisasi.

Saat ini alokasi dana yang digunakan Purbaya merupakan dana yang dimiliki oleh Kemenkeu, seperti Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan anggaran lain yang tersedia.

“Ini baru cash management. Kalau framework nanti saya panggil SMI dan lain-lain untuk ikut, tapi sekarang belum separah itu keadaannya, masih relatif lumayanlah,” tuturnya.

Purbaya mengungkapkan, operasi pasar ini mulai dilakukan sejak Kamis pekan lalu. "Dari Kamis minggu lalu sedikit, terus kemarin sedikit. Sekarang saya lihat lagi seperti apa," tuturnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana