Menuju konten utama

Adik Presiden Irlandia Diculik Israel saat Cegat Sumud Flotilla

Enam warga Irlandia ditahan Israel usai Flotilla dicegat di perairan internasional. Adik Presiden Irlandia termasuk yang diculik dalam misi Gaza.

Adik Presiden Irlandia Diculik Israel saat Cegat Sumud Flotilla
Kapal-kapal dari "Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission," yang bertujuan menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, berangkat dari marina di Augusta di Pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026. (ANTARA/Barış Seçkin - Anadolu Agency/pri.) (ANTARA/Barış Seçkin - Anadolu Agency/pri.)

tirto.id - Enam warga negara Irlandia ditahan oleh militer Israel setelah armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla dicegat di perairan internasional dekat Siprus saat dalam perjalanan menuju Gaza pada Senin, 18 Mei 2026.

Salah satu warga Irlandia yang diculik adalah Dr. Margaret Connolly, adik dari Presiden Irlandia Catherine Connolly.

Menurut penyelenggara misi, dikutip Sky News, Senin(18/5/2026), armada yang terdiri dari lebih dari 50 kapal kecil dan membawa 426 peserta dari 39 negara itu berangkat dari Turki selatan pada Kamis sebelumnya sebagai bagian dari upaya membuka jalur bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang masih diblokade oleh Israel.

Namun, pencegatan terjadi sekitar 70 mil laut dari Siprus ketika sedikitnya 28 kapal dilaporkan diintersepsi oleh pasukan Israel di perairan internasional.

Setelah operasi tersebut berlangsung, pihak Global Sumud Flotilla menyatakan kehilangan kontak dengan kapal-kapal yang dicegat. Organisasi itu menuduh Israel melakukan tindakan penahanan atau “penculikan” terhadap sejumlah peserta, termasuk enam warga Irlandia.

Selain enam warga negara Irlandia yang diculik Israel, sebanyak sembilan lainnya disebut masih berlayar dan berada dalam risiko tinggi untuk mengalami hal serupa.

Presiden Irlandia Catherine Connolly dalam sebuah pernyataan yang disampaikan saat kunjungannya ke Inggris, setelah bertemu Raja King Charles III di Buckingham Palace menyebut dirinya sangat bangga pada saudaranya.

“Saya sangat bangga pada saudara perempuan saya, tetapi saya juga sangat khawatir tentangnya,” ujarnya dikutip Politico, Senin (18/5/2026).

Ketika ditanya lebih lanjut tentang hal itu, Presiden Catherine Connolly tak ingin menjawab banyak.

“Saya sangat sibuk hari ini… Saya belum sempat mendapatkan detail terkait saudara perempuan saya dan, yang sama pentingnya, rekan-rekannya di kapal,” kata sang presiden.

Margaret Connolly adalah seorang dokter umum asal Galway, Irlandia. Merupakan lulusan National University of Ireland Galway dan memperoleh kualifikasi medis pada tahun 1984.

Dukungan terbuka Presiden Catherine Connolly terhadap para peserta flotilla diperkirakan dapat semakin memperburuk hubungan diplomatik antara Irlandia dan Israel yang memang telah menegang dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini terjadi setelah Irlandia mengakui negara Palestina dan menuduh Israel telah melakukan genosida di Gaza. Ketegangan itu bahkan membuat Israel menutup kedutaannya di Dublin pada 2024 sebagai bentuk protes diplomatik.

Israel Tuding Armada Flotilla Tak Bawa Bantuan ke Gaza

Kementerian Luar Negeri Israel melalui unggahan di platform X @IsraelMFA pada 18 Mei 2026 menuduh armada bantuan internasional Flotilla yang menuju Gaza sebagai aksi provokasi. Mereka juga menyatakan bahwa misi tersebut bukan murni operasi kemanusiaan.

Israel menyebut Flotilla sebagai armada bantuan yang diklaim sebagai kemanusiaan, namun menurut mereka tidak benar-benar membawa bantuan kemanusiaan.

Israel juga menyoroti keterlibatan dua kelompok Turki, yakni Mavi Marmara dan IHH, dengan menyebut IHH sebagai organisasi teroris.

“Sekali lagi, provokasi demi provokasi: armada bantuan kemanusiaan yang disebut-sebut tanpa bantuan kemanusiaan sama sekali. Kali ini, dua kelompok Turki yang melakukan kekerasan - Mavi Marmara dan IHH, yang terakhir ditetapkan sebagai organisasi teroris - merupakan bagian dari provokasi tersebut,” tulis Kemlu Israel.

Dalam unggahan tersebut, pemerintah Israel menuduh tujuan utama armada itu adalah membantu Hamas secara politik, mengalihkan perhatian dari tuntutan agar Hamas melucuti senjata, serta menghambat rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump.

“Tujuan provokasi ini adalah untuk melayani Hamas, untuk mengalihkan perhatian dari penolakan Hamas untuk melucuti senjata, dan untuk menghambat kemajuan rencana perdamaian Presiden Trump,” urainya.

Israel mengklaim bahwa Gaza telah menerima bantuan dalam jumlah besar sejak Oktober 2025, termasuk lebih dari 1,58 juta ton bantuan kemanusiaan dan ribuan ton pasokan medis.

Selain itu, Israel menegaskan tidak akan membiarkan adanya pelanggaran terhadap blokade laut Gaza yang mereka sebut sah menurut hukum. Pemerintah Israel kemudian menyerukan agar seluruh peserta armada segera mengubah arah dan kembali sebelum memasuki wilayah yang diblokade.

Baca juga artikel terkait BANTUAN KE GAZA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra