Menuju konten utama

Puan Soroti Dampak Konflik Timur Tengah pada Ekonomi RI

Secara khusus Puan menyoroti dampak yang mempengaruhi kondisi nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia.

Puan Soroti Dampak Konflik Timur Tengah pada Ekonomi RI
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna ke-15 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Rapat yang dihadiri oleh 293 anggota DPR tersebut beragendakan pidato Ketua DPR pada pembukaan masa persidangan IV tahun sidang 2025-2026. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta pemerintah agar segera melakukan langkah mitigasi terhadap dampak konflik geopolitik di Timur Tengah. Secara khusus dia menyoroti dampak yang mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia, termasuk nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia.

Permintaan itu dilayangkan agar tidak berdampak lebih luas terhadap perekonomian nasional. Puan mengungkapkan hal itu saat menanggapi lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah di tengah meningkatnya ketegangan konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

“Kami sudah meminta kepada pemerintah, baik secara langsung atau tidak langsung, untuk memitigasi hal ini,” kata Puan dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan DPR RI baru saja memulai masa persidangan, sehingga komisi-komisi di parlemen akan segera meminta penjelasan kepada kementerian dan lembaga terkait, mengenai langkah antisipasi yang disiapkan pemerintah.

“Dan hari ini DPR sudah mulai masuk atau memulai sidang, tentu saja nantinya di komisi yang terkait akan meminta kepada mitra-mitranya atau kepada pemerintah untuk memitigasi hal tersebut sehingga APBN 2026 nantinya bisa menyesuaikan dengan situasi global yang sedang terjadi pada saat ini,” ujar Puan.

Sebelumnya diketahui, harga minyak mentah global (Brent dan WTI) melonjak sekitar 24-26 persen akibat memanasnya konflik Timur Tengah. Gangguan di Selat Hormuz mengancam sekitar seperlima (20 persen) pasokan minyak dunia, memicu lonjakan harga di atas 115 dolar AS per barel.

Kemudian, nilai tukar rupiah juga sempat menembus level psikologis Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (9/3/2026). Mengutip Bloomberg, mata uang Garuda sempat menyentuh kisaran Rp17.015 per dolar AS pada pembukaan pagi tadi, turun 90 poin atau sekitar 0,53 persen dari penutupan Jumat pekan lalu di level Rp16.925 per dolar AS.

Pelemahan tersebut melampaui rekor terendah sebelumnya pada Januari di level Rp16.988 per dolar AS, dan bahkan melewati titik yang terakhir kali terlihat saat Krisis Keuangan Asia.

Hingga Senin pukul 10.55 WIB, rupiah diperdagangkan di sekitar Rp16.990 per dolar AS, turun 65 poin atau melemah 0,38 persen, dengan pergerakan di rentang Rp16.974 hingga Rp17.019.

Pelemahan rupiah juga terjadi bersamaan dengan gejolak di pasar saham. Mengutip data RTI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 7.374,414 pada perdagangan pagi tadi, turun 371,2 poin atau sebesar 4,89 persen.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Alfons Yoshio Hartanto