tirto.id - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin, 28 April 2025. Berdasarkan hasil RUPST, Djap Tet Fa diangkat menjadi Presiden Direktur. Lantas, Astra Agro Lestari milik siapa & bergerak di bidang apa?
Menurut laporan Asia Post, pada tahun 2024 Astra Agro Lestari membukukan laba bersih sebesar Rp1,14 triliun, atau melonjak 8,67 persen dibandingkan tahun 2023.
Lonjakan laba disokong dari tren positif tahun 2024 yang naik 5,2 persen menjadi Rp21,82 triliun dari Rp 20,75 triliun di tahun sebelumnya.
Profil PT Astra Agro Lestari
PT Astra Agro Lestari Tbk atau Astra Agro (Perseroan) berdiri pada 3 Oktober 1988 dengan nama PT Suryaraya Cakrawala. Kemudian, pada tahun 1989 berubah nama menjadi PT Astra Agro Niaga.
Mengutip portofolionya, komposisi sahap AALI per 31 Desember 2024 terdiri dari 79,7% milik PT Astra International Tbk (Astra). Sementara 20,3% lainnya saham milik publik. Tercatat, hingga 2020 AALI telah mempekerjakan 34.383 orang karyawan tetap.
Inisiator industri kelapa sawit Indonesia ini merupakan anak usaha PT Astra International Tbk (Astra). Sebelum produksi kegiatan utama di bidang perkebunan kelapa sawit, perusahaan ini pernah menjalankan usaha pengelolaan perkebunan teh dan kakao di Jawa Tengah pada tahun 1990.
Diketahui AALI terdaftar IPO di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1997. Selain perkebunan kelapa sawit, AALI juga mengoperasikan kilang minyak kelapa sawit dan pabrik pencampuran pupuk di antara unit-unit terkait kelapa sawit lainnya.
Demi menjaga keberlanjutan usahanya, AALI secara rutin melaksanakan program replanting di seluruh kebun Astra Agro untuk memperbarui tanaman dan meningkatkan hasil buah kelapa sawit di masa mendatang.
Saat ini, AALI memiliki 284.831 hektar yang terletak di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Luas lahan tersebut terdiri dari kebun inti seluas 212.602 hektar dan kebun plasma seluas 72.229 hektar.
Pada tahun 2022, PT Astra Agro Lestari memperkenalkan Astra Agro Sustainability Aspiration 2030 meliputi Sustainability Development Goals (SDGs) yang sesuai dengan prinsip-prinsip Environment, Social, and Governance (ESG).
Astra Agro Sustainability Aspiration 2030 menjadi strategi perusahaan yang dilaksanakan melalui 12 inisiatif yang tercakup dalam strategi Triple-P Roadmap yaitu Portfolio, People, dan Public Contribution, dengan Good Corporate Governance (GCG) sebagai key enabler.
Astra Agro telah menjadi salah satu perusahaan pertama yang memperoleh Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada tahun 2012 melalui salah satu anak usaha Perseroan.
Hingga saat ini, mayoritas anak perusahaan AALI telah bersertifikasi ISPO. Sejumlah anak perusahaan telah memperoleh sertifikat International Sustainability and Carbon Certification (ISCC).
Saat ini, PT Astra Agro Lestari (AALI) bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan karet, peternakan sapi, pengolahan dan perdagangan minyak sawit
PT Astra Agro Lestari telah melakukan beberapa program tanggung jawab sosial di bidang lingkungan, Pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan Kesehatan.
Beberapa nama yang menduduki jabatan direksi PT Astra Agro Lestari diantaranya Djap Tet Fa, Eko Prasetyo, Tingning Sukowignjo, Widayanto, Arief Catur Irawan, Bandung Sahari dan Veronica Lusi Herdiyanti.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id




































