Menuju konten utama

PSIM Menanti Kesepakatan untuk Berkandang di Stadion Maguwoharjo

PSIM masih berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait dan disebut berjalan dengan baik.

PSIM Menanti Kesepakatan untuk Berkandang di Stadion Maguwoharjo
Foto udara Stadion Maguwoharjo di Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (20/3/2025). Stadion dengan kapasitas 20.595 kursi dan berstandar FIFA itu merupakan salah satu dari 17 stadion yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/tom.

tirto.id - Perserikatan Sepak Bola Indonesia Mataram (PSIM) menanti kesepakatan untuk bisa berkandang di Stadion Maguwoharjo dalam laga Super League (sebelumnya Liga 1).

Ketua Panitia Pelaksana PSIM, Wendy Umar Seno Aji, menuturkan bahwa ia masih berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait.

"Kami mohon support-nya, ini masih selalu koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk pemakaian Stadion Maguwoharjo, dan progres jalan terus dengan baik," kata Wendy saat dihubungi melalui Whatsapp oleh kontributor Tirto pada Selasa, (22/7/2025).

Wendy membeberkan bahwa kandang PSIM saat ini, Stadion Mandala Krida, belum dapat digunakan lantaran belum memenuhi standar klasifikasi venue.

"Untuk Mandala Krida belum bisa kita gunakan, karena belum memenuhi standar klasifikasi venue sesuai regulasi stadion," ujarnya.

Wendy berharap, agar ke depan Stadion Mandala Krida dapat memenuhi standar regulasi agar bisa dipergunakan untuk PSIM.

Terpisah, Razzi Taruna selaku manajer PSIM mengatakan timnya saat ini sedang melakukan persiapan dalam tiga mingguan terakhir jelang Super League.

"Alhamdulillah persiapan PSIM berjalan dengan baik, karena kita sudah melakukan persiapan ini sekitar tiga mingguan sejak latihan perdana," kata Razzi.

Razzi mengungkapkan, PSIM telah beberapa kali menjajal diri lewat laga uji coba melawan dengan sejumlah kesebelasan.

"Kita sudah melakukan beberapa uji coba. Kemarin, kita lawan Porda Bantul, Persik Kediri, Madura, dan Persis Solo,” ungkapnya.

Razzi berharap, agar PSIM bisa bertahan di Liga 1. Dia pun turut membeberkan tim berjuluk Laskar Mataram masih mencari formula, kerangka, dan kombinasi yang tepat dalam pertandingan perdana melawan tim Bajul Ijo, Persebaya.

"Hal ini normal. Kita memberi keleluasaan kepada pelatih untuk mencoba. Karena kan memang, lebih baik, melakukan kesalahannya sekarang, bukan nanti di Liga. Kita kemarin dapat jadwal, 7 pertandingan pertama itu saya lihat sulit. Tim-tim top dan papan atas di Liga 1 kemarin," tandas Razzi.

Oleh karena itu, kata Razzi, PSIM harus bisa bisa beradaptasi dengan cepat dan mematangkan mesinnya dengan cepat, supaya dapat meraih hasil yang baik untuk mengawali Liga.

Sebelumnya, setelah penantian 18 tahun, PSIM Yogyakarta mencetak sejarah baru dengan menjuarai Liga 1 musim 2024/2025, usai mengalahkan Bhayangkara FC 2-1 di partai final yang dihelat di Stadion Manahan, Solo, Rabu (26/2/2025).

Sebagai informasi, Stadion Maguwoharjo terletak di Kabupaten Sleman. Kabupaten berjuluk Bumi Sembada ini memiliki klub kebanggan, yakni Perserikatan Sepak Bola Sleman (PSS). Klub dengan julukan Super Elja itu bermarkas di Stadion Maguwoharjo.

Baca juga artikel terkait LIGA SEPAKBOLA atau tulisan lainnya dari Abdul Haris

tirto.id - Flash News
Kontributor: Abdul Haris
Penulis: Abdul Haris
Editor: Siti Fatimah