Menuju konten utama
Kejuaraan Dunia BWF 2026

PBSI Tarik Ganda Campuran dari Kejuaraan Dunia 2026, Ada Apa?

PBSI resmi menarik keikutsertaan ganda campuran Indonesia, Jafar/Felisha dan Adnan/Indah, dari Kejuaraan Dunia BWF 2026 di India. Ada apa?

PBSI Tarik Ganda Campuran dari Kejuaraan Dunia 2026, Ada Apa?
Sekretaris Jenderal PBSI Ricky Soebagdja saat konferensi pers Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Jakarta, Kamis (27/11/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan tertinggi bulu tangkis Indonesia (PBSI) mengubah komposisi wakil Indonesia yang akan berlaga di Kejuaraan Dunia BWF 2026 di India, pada 17-23 Agustus 2026. Perubahan terjadi di sektor ganda campuran, dengan ditariknya keikutsertaan pasangan Jafar/Felisha dan Adnan/Indah.

“PP PBSI melakukan penyesuaian komposisi wakil Indonesia pada sektor ganda campuran untuk Kejuraan Dunia BWF 2026. Sebagai bagian dari penyesuaian tersebut, pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil tidak akan mengikuti Kejuaraan Dunia BWF 2026,” jelas rilis PBSI yang dimuat IG resmi @badminton.ina.

Pihak PBSI juga menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari pemenuhan proses administrasi atlet untuk kejuaraan internasional, sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku.

Akan tetapi PBSI tidak menjelaskan secara rinci terkait regulasi apa yang menghambat keikutsertaan kedua pasangan ganda campuran tersebut. Mengacu update daftar peserta yang diliris BWF, pasangan Jafar/Felisha tercatat sudah mengundurkan diri dari kejuaraan.

Dalam rilis yang sama, PBSI juga menanggapi soal adanya proses peradilan independen yang tengah dijalankan oleh BWF. Hal tersebut terkait dugaan pelanggaran integritas, yang turut melibatkan beberapa pemain Indonesia.

“Secara terpisah, PP PBSI mengetahui bahwa Badminton World Federation (BWF) saat ini sedang menjalankan proses peradilan independen (judicial proceedings) terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia,” terang PBSI.

“PP PBSI menghormati dan mendukung sepenuhnya mekanisme yang ditetapkan BWF, sebagai bagian dari upaya menjaga integritas olahraga bulu tangkis serta menghormati independensi proses yang sedang berlangsung,” lanjutnya.

PBSI mengajak semua pihak untuk menghindari spekulasi, sampai muncul keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF.

“Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam proses tersebut, PP PBSI tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai substansi perkara, maupun mengaitkan proses yang sedang berlangsung dengan atlet tertentu,” jelas Ricky Soebagdja selaku Sekretaris Jenderal PP PBSI.

Kejuaraan Dunia BWF 2026 akan digelar di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus 2026. Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan pengumpul medali emas terbanyak di ajang ini, yakni total 23 juara. Merah Putih hanya tertinggal dari Cina yang sudah mendulang 72 gelar juara.

Namun demikian medali emas terakhir yang diraih kontingen Merah Putih sudah cukup lama puasa gelar, mengingat medali emas terakhir direbut pada edisi 2019 silam di Swiss, lewat ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Baca juga artikel terkait PBSI atau tulisan lainnya dari Oryza Aditama

tirto.id - Badminton
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Iswara N Raditya