Menuju konten utama

Propam Tangkap 8 Anggota Polda Kepri soal Kasus Bripda Natanael

Asep menerangkan, salah satu dari kedelapan anggota yang ditangkap diduga sebagai pelaku kekerasan yang mengakibatkan Bripda Natanael meninggal dunia.

Propam Tangkap 8 Anggota Polda Kepri soal Kasus Bripda Natanael
Ilustrasi penganiayaan. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Seorang anggota Polda Kepri, Bripda Natanael Simanungkalit, meninggal dunia karena diduga menjadi korban kekerasan oleh seniornya. Dia meninggal dunia di asrama Polda Kepri, Kepri, Senin (13/4/2026) malam.

Kapolda Kepri, Irjen Asep Safruddin, menerangkan, Propam Polda Kepri telah bergerak menangkap para pihak yang terlibat dalam aksi dugaan kekerasan tersebut. Ia mengatakan, Propam Polda Kepri telah menangkap 8 anggota Samapta Polda Kepri.

"Propam telah mengamankan 8 orang anggota Samapta Polda," kata Asep saat dikonfirmasi reporter Tirto, Selasa (14/4/2026).

Asep mengatakan, mereka juga menangkap sejumlah pihak yang diduga menjadi saksi kejadian nahas tersebut. Propam juga telah meminta keterangan terkait kejadian kekerasan itu. Ia tidak memungkiri ada satu orang terduga pelaku yang telah ditangkap Propam Polda Kepri bersama dari kedelapan anggota tersebut.

"1 orang diduga sebagai pelaku. Yang lainnya masih dalam proses pendalaman," tutur Asep.

Asep menerangkan, pengusutan kasus ini dipastikan berjalan sesuai prosedur. Selain proses internal di Propam, dia juga memastikan kasus akan diusut secara pidana.

"Penanganan akan kita secara tegas sesuai prosedur baik kode etik maupun pidana umum," ungkap Asep.

Sebagai informasi, jasad Bripda Natanael Simanungkalit saat ini masih berada di RS Bhayangkara Polda Kepri. Jasad korban pun tengah dilakukan pemeriksaan untuk kepentingan visum dan autopsi yang akan diperlukan dalam proses pengungkapan kasus.

Bripda Natanael Simanungkalit merupakan anggota Bintara Samapta Angkatan 2025. Informasi yang beredar menyebut bahwa kekerasan terjadi saat adanya pertandingan antara senior dan junior.

Hingga saat ini, jajaran Polda Kepri sendiri belum bisa memastikan bahwa kekerasan itu dilakukan karena kekalahan kelompok senior dalam bermain bola. Keluarga korban pun sudah berada di Kepri untuk memastikan pengusutan kasus ini.

Baca juga artikel terkait PENGANIAYAAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher