tirto.id - Narapidana narkoba bernama Sandi (29) tewas dengan banyak luka pada bagian tubuhnya di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Serong, Banyuasin, Sumatra Selatan. Warga asal Palembang itu, adalah warga binaan yang tengah menjalani hukuman selama 4,5 tahun karena kasus narkoba.
Kasus ini tengah diselidiki setelah keluarga menduga kematiannya akibat dianiaya petugas.
Korban meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukajadi KM 14 Banyuasin pada Selasa (10/3/2026) sore dan baru diketahui keluarga beberapa jam kemudian.
Ayah korban, Arifin (55), bercerita, kabar itu didapatkan dari rekan satu kamar anaknya melalui telepon. Keluarga langsung menuju lapas untuk memastikan informasi itu.
"Tidak ada pemberitahuan dari petugas lapas, cuma dapat kabar dari teman anak saya kalau sudah meninggal," ungkap Arifin, Rabu (11/3/2026).
Saat melihat jenazah, keluarga menemukan sejumlah luka memar di tubuh korban. Di antaranya pada bagian telinga kiri dan kanan, wajah, batang hidung, tangan kiri, serta luka benturan di kaki.
Curiga dengan kematian itu, keluarga membawa korban ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk dilakukan visum. Keluarga berharap penyebab kematiannya terungkap.
Dari keterangan petugas lapas, korban terjatuh di kamar mandi. Namun, menurut cerita rekan satu kamar korban, sebelum meninggal sempat dipanggil keluar kamar oleh petugas lapas sekitar pukul 17.30 WIB.
“Setelah dipanggil keluar, anak saya tidak kembali lagi ke kamar. Tahu-tahu sudah dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal,” kata Arifin.
Arifin menyebut sebelum kejadian anaknya dalam kondisi sehat dan sempat berkomunikasi dengan keluarga melalui telepon. Keluarga pun melaporkan kasus tersebut ke Polsek Talang Kelapa dan meminta pihak kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian korban.
"Kami duga ada kekerasan yang menyebabkan anak saya meninggal," kata Arifin.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Lapas Narkotika Kelas IIB Serong Banyuasin Deri Isnan mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan internal untuk mengetahui penyebab kematian warga binaan tersebut. Deri menegaskan masih menelusuri berbagai kemungkinan ihwal dugaan penganiayaan oleh pegawai lapas terhadap korban.
"Semuanya masih kami telusuri. Kami akan transparan mengungkap kasus ini," kata Deri.
Penulis: Irwanto
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































