Menuju konten utama

Profil Reza Rahadian & Jejak Perfilman: Aktor hingga Sutradara

Reza Rahadian mengawali debut perdananya sebagai sutradara melalui film Pangku. Simak profil dan jejak perfilman Reza Rahadian di artikel ini.

Profil Reza Rahadian & Jejak Perfilman: Aktor hingga Sutradara
Aktor Reza Rahadian peraih penghargaan Pemeran Utama Pria Terbaik memberikan keterangan pers saat menghadiri Festival Film Indonesia 2023 di Jakarta, Selasa (14/11/2023). Reza Rahadian menang melalui film Berbalas Kejam. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S.

tirto.id - Nama Reza Rahadian sudah malang melintang dalam dunia perfilman Indonesia. Jejak karyanya berderet panjang seiring dengan raihan penghargaan yang telah ia peroleh.

Dikenal sebagai aktor kondang, Reza Rahardian kini juga melebarkan sayapnya di dunia perfilman dengan mengambil peran di belakang layar sebagai sutradara. Film berjudul Pangku menjadi awal langkah baru Reza Rahardian dengan peran barunya sebagai sutradara film.

Karya anyarnya ini menggandeng aktor ternama Fedi Nuril yang berperan sebagai Hadi. Debut Reza Rahardian sebagai sutradara film tak ayal menyita perhatian publik. Lantas, seperti apa profil Reza Rahardian dan bagaimana jejak perfilmannya? Simak lebih lanjut di artikel ini.

Profil Singkat Reza Rahadian

Reza Rahadian

reza rahadian.foto/antaranews

Reza Rahadian lahir pada 5 Maret 1987. Nama lengkapnya adalah Reza Rahardian Matulessy. Pemberian nama Rahadian memiliki filosofi tersendiri sebab nama ini merupakan gabungan dari nama orang tuanya. Sementara itu, Matulessy adalah nama keluarga dari sang ibu.

Ibu Reza merupakan seorang wanita keturunan Ambon yang bernama Pratiwi Widantini Matulessy. Ayahnya merupakan laki-laki Persia yang bernama Abdul Rahim.

Dirunut dari keluarganya, Reza merupakan anak sulung dari dua bersaudara. Ia mempunyai adik laki-laki tiri yang bernama David Jonathan Timothee Matulessy dari pernikahan kedua ibunya.

Kedua orang tua Reza memutuskan untuk berpisah sejak Reza berusia enam bulan. Sosok Reza kecil tumbuh bersama sang ibu yang menjadi orang tua tunggal.

Sejak kecil, Reza tumbuh di tengah keluarga dengan keragaman agama. Sang ibu yang menganut agama Kristen selalu mengajarkan kepadanya tentang nilai toleransi antar-umat beragama. Sejak usia 19 tahun, Reza memeluk agama Islam.

Kendati berbeda keyakinan, tetapi keduanya memiliki sikap toleransi yang tinggi dan saling menghargai satu sama lain. Saat duduk di bangku SMP, Reza menunjukkan ketertarikan pada dunia peran dengan ikut berpartisipasi dalam kegiatan teater.

Jejak Karier Reza Rahadian di Dunia Perfilman

REZA RAHADIAN

Aktor Reza Rahadian berpose saat menghadiri acara jelang Festival Film Indonesia (FFI) 2017 di Jakarta, Senin (21/8). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Sebelum terjun ke layar kaca, Reza mengawali kariernya sebagai seorang model Aneka Yess! majalah remaja putri yang hit pada masanya. Berangkat dari modeling, ia pun mulai masuk ke seni peran.

Sebelum dikenal sebagai pemain film, Reza menjadi pemain sinetron lebih dulu. Salah satunya adalah sinetron berjudul Culunnya Pacarku yang diproduksi Rapi Film pada tahun 2005.

Sejak saat itu, Reza berusaha mengerahkan kemampuan aktingnya. Terbukti, ia kembali dipercaya pihak Rapi Films untuk bermain dalam sinetron produksi mereka berikutnya. Sebut saja sinetron Inikah Rasanya, Mutiara Hati, Cinta SMU 2, ABG dan Aku Hamil.

Deretan sinetron ini mengantarkan Reza mendapat beberapa tawaran bermain film layar lebar. Pada tahun 2009, Reza bermain di film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dengan judul Perempuan Berkalung Sorban.

Awalnya, Reza mengikuti audisi untuk mengisi karakter minor. Namun, sutradara kemudian memilih Reza memainkan peran utama yang lebih besar sebagai Samsuddin yang berwatak kasar dan suami yang berpoligami. Film tersebut sukses mengantarkan Reza meraih Piala Citra untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik.

Jejak kariernya pun berlanjut dengan adu akting dalam film 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta dan Alangkah Lucunya (Negeri Ini) yang berhasil membuatnya meraih penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2010.

Saat bermain peran di film Broken Hearts pada tahun 2012, Reza mendapatkan peran sebagai seseorang yang menderita anoreksia nervosa dan harus kehilangan berat badan sebanyak sepuluh kilogram demi mempersiapkan peran itu.

Setelah itu, Reza melanjutkan perjalannya dengan bermain di film Perahu Kertas dan juga sekuelnya, Perahu Kertas 2. Film ini merupakan karya adaptasi dari novel karya Dewi Lestari dengan judul sama. Ia berperan sebagai seorang pengusaha bernama Remi.

Akhir tahun 2012, Reza berperan sebagai mantan Presiden Indonesia, yakni B. J. Habibie dalam sebuah film biopik yang disutradarai oleh Faozan Rizal dengan judul Habibie & Ainun. Film ini menceritakan kisah hidup dan romansa antara sang mantan presiden dan istrinya, Hasri Ainun Besari yang diperankan oleh Bunga Citra Lestari.

Melalui peran ini, nama Reza semakin sukses menyita perhatian publik. Bahkan sebuah artikel, Niken dari The Jakarta Post menyatakan bahwa Reza telah memberikan representasi "sempurna" dari mantan presiden B. J. Habibie dalam film tersebut.

Reza mampu membawakan B. J. Habibie dengan baik di film tersebut, baik dalam hal sosok maupun tingkah lakunya. Film ini mengantarkan Reza meraih penghargaan dalam kategori Pemeran Utama Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia 2013.

Tidak merasa nyaman bermain di satu karakter, Reza selalu mengeksplorasi peran-peran dengan karakter baru yang menantang. Tak heran jika ia dikenal sebagai aktor indonesia papan atas dengan rentang karakter yang sangat beragam, mulai dari sosok idaman hingga bajingan.

Tahun 2016, Reza bermain dalam film My Stupid Boss yang meraih sukses secara artistik dan juga komersial. Film ini membuat Reza mengantongi penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik untuk ketiga kalinya pada ajang Festival Film Indonesia 2016.

Selanjutnya pada bulan Agustus di tahun yang sama, ia mementaskan sebuah karya teater dengan judul Bunga Penutup Abad. Karya ini merupakan adaptasi dari naskah novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa yang merupakan karya dari sastrawan Pramoedya Ananta Toer.

Nama Reza di dunia perfilman Indonesia terus menggema. Wajahnya sukses menghiasi layar lebar melalui berbagai judul film yang ia bintangi. Deretan film lainnya yang populer adalah Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021), Layangan Putus The Movie (2023), Siksa Kubur (2024), hingga Gowok: Kamasutra Jawa (2025).

Selain film-film tersebut, masih banyak lagi judul film, serial televisi, film pendek, serial web, teater, video musik, hingga karya sukses lain yang ia bintangi.

Eksperimen Baru Reza Rahadian sebagai Sutradara

The Chapter Film Pangku

The Chapter Film Pangku. FOTO/Tirto.id

Tak hanya puas menjadi pemain film, kini Reza mewujudkan mimpinya untuk berperan di balik layar dengan menjadi sutradara. Selain menyutradarai film Pangku, Reza juga turut menulis naskahnya bersama sastrawan Timur, Felix K. Nesi.

Kisah di dalam film Pangku berupaya untuk memotret fenomena sosial di kalangan masyarakat marjinal wilayah Pantura. Kisah ini terinspirasi dari pengalaman pribadinya ketika menemukan tradisi kopi pangku di Pantura Jawa.

Sebagai seorang anak laki-laki yang dibesarkan oleh ibu tunggal, Reza punya cara tersendiri untuk menyampaikan pesan cinta sekaligus surat cinta untuk sang ibu. Pangku tidak hanya membahas perjuangan seorang perempuan dalam membesarkan anaknya, tetapi juga mengusung persoalan sosial.

Film ini mengangkat isu ekonomi berbasis gender, tradisi seni budaya dan kuliner, kondisi sosio kultural masyarakat pesisir dan marjinal, hingga permasalahan ketimpangan. Keseluruhan alur cerita dalam film Pangku tersaji dengan apik melalui penampilan para pemainnya.

Sebelum dirilis pada 6 November 2025 di bioskop tanah air, film Pangku sudah lebih dulu tayang di Busan International Film Festival (BIFF) 2025. Dalam ajang bergengsi tersebut, Pangku berhasil membawa pulang 4 penghargaan, yakni KB Vision Audience Award, FIPRESCI Award, Bishkek International Film Festival-Central Asia Cinema Award, dan Face of the Future Award.

Kemudian, di Indonesia, film Pangku dinominasikan untuk 7 kategori dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2025. Kategori tersebut termasuk untuk Film Cerita Panjang Terbaik, Pemeran Utama Perempuan Terbaik (Claresta Taufan), dan Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik (Christine Hakim).

Melalui film Pangku, Reza kembali menunjukkan kecintaannya terhadap dunia perfilman serta bagaimana ia selalu memberikan effort terbaiknya, baik saat berada di depan maupun belakang layar.

Tertarik mengulik informasi lain seputar film? Cek lebih lengkap di bawah ini:

Kumpulan Artikel Film

Baca juga artikel terkait FILM atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Edusains
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nurul Azizah & Elisabet Murni P