tirto.id - PT Tusam Hutani Lestari menjadi sorotan publik pasca bencana banjir serta longsor melanda beberapa daerah di Provinsi Aceh. Perusahaan dengan fokus bidang kehutanan ini viral karena diduga sebagai salah satu korporasi yang memperparah bencana.
Lantas, PT Tusam Hutani Lestari milik siapa? Berdasarkan ungkapan Joko Widodo dalam debat kedua Pilpres 2019 silam, Prabowo Subianto diduga punya ratusan ribu hektare lahan konsesi di wilayah Aceh.
"Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur. Sebesar 220.000 hektare dan juga di Aceh Tengah 120.000 hektare,” ujar Jokowi pada debat saat itu.
Oleh sebab itu, isu bahwa pemilik PT Tusam Hutani Lestari adalah Prabowo Subianto menjadi bahan perbincangan publik.
Kendati demikian, dokumen resmi dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) tidak menunjukkan adanya nama Presiden Prabowo dalam jajaran direksi PT Tusam Hutani Lestari.
Profil PT Tusam Hutani Lestari
Mengutip beranda utama laman PT Tusam Hutani Lestari, perusahaannya menjalankan kegiatan di bidang kehutanan. Kegiatannya mencakup pemanfaatan hasil kayu, hasil non-kayu, industri, dan ekowisata.
Produksi produk non-kayu perusahaannya meliputi getah karet, gondorukem, getah pinus, minyak atsiri, terpentin, dan minyak kayu putih. Pihaknya juga menghasilkan produk farmasi, kosmetik, makanan dari atsiri hingga mengelola destinasi wisata hutan alam.
Berdasarkan sumber serupa, perusahaan fokus menjalankan program pembangunan nasional maupun daerah lewat pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) di sejumlah wilayah Provinsi Aceh. Dalam hierarki kepengurusan korporasi tersebut, pemegang saham memiliki posisi paling atas.
Sesuai dokumen Ditjen AHU, per 30 Agustus 2024, PT Tusam Hutani Lestari memiliki dua pemegang saham. Para pemegang sahamnya meliputi PT Eksploitasi dan Industri Hutan V (Inhutani) V dengan jumlah sebanyak 7.947 lembar dan PT Alas Helau dengan jumlah sebanyak 11.920 lembar.
Berdasarkan SK Nomor 556/Kpts-II/1997, PT Tusam Hutani Lestari mempunyai areal konsesi hingga 97.300 hektare. Lokasi arealnya meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Bireuen.
Perizinan tersebut sudah diperbarui melalui SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MenLHK) nomor 1501/MENLHK/SETJEN/HPL.0/12/2021. Izin terbaru itu menyertakan beberapa pembagian arealnya, termasuk beberapa daerah yang mengalami banjir belakangan ini.
PT Tusam Hutani Lestari mengelola sejumlah 29.378 hektare area pinus, 17.563 hektare hutan sekunder, 2.058 hektare pemukiman, dan 16.557 hektare lahan pertanian campuran.
Ingin membaca lebih banyak artikel mengenai profil perusahaan yang hangat diperbincangkan belakangan ini? Simak berbagai berita profil terbaru di laman berikut.
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Syamsul Dwi Maarif
Masuk tirto.id

































