Menuju konten utama

Profil PT Sago Nauli & Kenapa Disegel usai Banjir Sumatera?

PT Sago Nauli salah satu dari 4 perusahaan yang disegel KLH pada 7 Desember 2025 karena diduga menjadi penyebab Banjir Sumatra. Simak profilnya berikut ini.

Profil PT Sago Nauli & Kenapa Disegel usai Banjir Sumatera?
Logo PT Sago nauli. foto/Sago nauli
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz Hendropiyono menyegel 4 perusahaan karena diduga menjadi penyebab banjir di Sumatera, salah satunya PT Sago Nauli. Simak profil PT Sago Nauli berikut ini.

Mengenai penyegelan, Diaz mengatakan bahwa telah dilakukan pemanggilan terhadap 8 perusahaan. Dari 8 perusahaan tersebut, sebanyak 4 perusahaan telah diperiksa dan disegel, sementara yang lainnya menyusul nantinya.

Keempat perusahaan yang telah disegel tersebut beroperasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, salah satunya yakni PT Sago Nauli. Berdasarkan informasi dari laman web resminya, alamat kebun dan pabriknya berada di Desa Sinunukan I dan II, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal.

Perusahaan apakah PT Sago Nauli yang telah disegel dan disebut telah menjadi penyebab banjir di Sumatera akhir November 2025 lalu? Simak profilnya berikut ini.

Profil PT Sago Nauli & Bergerak di Bidang Apa?

Berdasarkan profil perusahaan di laman resmi PT Sago Nauli (sagonauli.com), bidang usaha perusahaan ini adalah di bidang perkebunan dan industri pengolahan sawit. Kantornya berada di Medan, sedangkan kebun dan pabriknya di Mandailing Natal.

Dikutip dari artikel Riswayanti, dkk. (2019) di Jurnal JOSETA Volume 1 Nomor 2, PT Sago Nauli merupakan pelopor perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Mandailing Natal. PT Sago Nauli berhasil melaksanakan pembangunan dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit PIR-Trans pola kemitraan Anak Bapak Angkat.

Lebih lanjut, pola kemitraan Anak Bapak Angkat merupakan sistem kolaborasi antara usaha besar (Bapak Angkat, seringkali BUMN) dengan usaha kecil/UMKM (Anak Angkat) di mana yang besar membina, memberi modal, teknologi, dan pasar, sementara yang kecil menyediakan bahan baku atau komponen, menciptakan simbiosis mutualisme yang bertujuan memberdayakan UMKM menjadi tangguh dan mandiri.

PT Sago Nauli memperoleh Izin Lokasi dari Badan Pertanahan Nasional (d/h. Kab. Tapanuli Selatan) seluas kurang lebih 12.000 Ha. Tanah tersebut merupakan areal bekas HPL dengan perincian kurang lebih 9.600 Ha untuk lahan Plasma dan Lahan Inti seluas kurang lebih 2.400 Ha yang terletak di Kecamatan Sinunukan, Natal dan Batahan (Kecamatan Batahan), Kabupaten Mandailing Natal (Tapanuli Selatan).

Izin lokasi tersebut juga diperkuat oleh Izin Pelaksanaan Transmigrasi yang diperoleh PT Sago Nauli pada 1977. Perusahaan ini telah berhasil melaksanakan pembangunan dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit PIR-Trans pola kemitraan Anak Bapak Angkat.

Sebagai bentuk tanggung jawab pemberdayaan penduduk asli, PT Sago Nauli memberikan kesempatan kerja kepada penduduk Desa Sinunukan dan sekitarnya untuk bekerja di kebun atau pabrik perusahaan tersebut. Tak hanya itu, Riswayanti, dkk. juga menjelaskan bahwa perusahaan itu memberikan bantuan renovasi terhadap instansi pendidikan di daerah sekitar perusahaan.

Kemudian, menurut informasi di laman resminya, PT Sago Nauli memiliki sekitar 830 orang karyawan. Di samping itu, perusahaan juga memberikan pelatihan untuk peningkatan kemampuan pekerjanya.

Komitmen lainnya dari perusahaan terhadap SDM dan masyarakat sekitar juga ditulis dalam profil perusahaan. Yakni bahwa PT Sago Nauli memberikan bantuan sosial di bidang pendidikan, keagamaan, infrastruktur, olahraga, kesehatan, dan kesenian kepada masyarakat sekitar.

Tak tanggung-tanggung, perusahaan ini juga menyebut bahwa pihaknya mendukung kebebasan berserikat dan berkoperasi. Yakni dengan adanya SPSN Mandiri dan Koperasi Serba Usaha Tani Mandiri.

Kendati demikian, per 7 Desember 2025, perusahaan ini disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Bisnis perusahaan disebut telah dilakukan dengan pembukaan lahan sehingga membuat sejumlah DAS tertekan. Di samping itu, pembabatan hutan tersebut juga memicu material kayu dan erosi dalam skala besar.

Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait banjir dapat mengakses tautan berikut ini.

Link Artikel Banjir Hari Ini

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat