Menuju konten utama

Profil & Motif Naveed Akram Pelaku Penembakan Pantai Bondi

Simak profil singkat dan motif pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Australia yang menewaskan 15 orang. Polisi masih menyelidiki secara mendalam.

Profil & Motif Naveed Akram Pelaku Penembakan Pantai Bondi
Ilustrasi orang bersenjata api. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Polisi Australia mengungkapkan pelaku penembakan di Pantai Bondi terdiri dari dua orang yaitu ayah dan anak. Sang anak bernama Naveed Akram (24) dan ayahnya, Sajid Akram (50).

Naveed saat ini dirawat di rumah sakit di bawah pengawasan polisi, sedangkan Sajid tewas dalam baku tembak dengan petugas pada Minggu (14/12) waktu setempat.

Naveed dan Sajid Akram menewaskan 15 orang pada Minggu malam ketika mereka melepaskan tembakan di acara Chanukah by the Sea, festival Yahudi.

Polisi bersenjata lengkap pada Minggu malam menggerebek rumah mereka di Bonnyrigg, di barat daya Sydney, serta properti AirBnB di Campsie tempat kedua pria itu menginap.

Profil Naveed & Sajid Akram

Naveed Akram memiliki hubungan dekat dengan Matari, yang menjalani hukuman tujuh tahun penjara karena merencanakan pemberontakan ISIS sebagai komandan kelompok teroris.

Matari adalah bagian dari ISIS bersama beberapa pria Sydney lainnya telah dihukum karena pelanggaran terorisme. Mereka dekat dengan Naveed Akram, menurut sumber dari ABC.

Pada Senin (15/12) waktu setempat, Komisaris Polisi NSW Mal Lanyon mengatakan Sajid Akram telah menjadi pemegang izin senjata api selama 10 tahun terakhir.

"Dia memiliki enam senjata api yang terdaftar atas namanya. Kami yakin bahwa kami telah menyita enam senjata api dari lokasi kejadian kemarin," katanya.

Komisaris Lanyon mengatakan polisi percaya hanya ada dua orang yang terlibat dalam serangan itu dan tidak mencari orang lain yang "terlibat langsung".

@7newsadelaide

Video from Bondi Beach shows a man tackling one of the gunmen and wrestling his shotgun away. The bystander can be seen crouching behind a car before rushing the gunman and fighting over his high-powered rifle. At least 10 people have been killed in the mass shooting. 7NEWS has rolling coverage live on Channel 7 and 7plus.

♬ original sound - 7NEWSAdelaide

Petugas penegak hukum sekarang mencari tahu apa pemicu kedua pria tersebut melakukan salah satu peristiwa dengan korban massal terburuk dalam sejarah modern Australia.

Polisi melanjutkan operasi di rumah keluarga Akram di Bonnyrigg pada Senin pagi setelah menggerebek tempat tersebut pada Minggu malam.

Venera Akram, ibu Naveed, ada di dalam rumah setelah polisi menutup jalan dan mengepung rumah keluarga tersebut pada Minggu malam.

Tetangga Akram, Lemanatua Fatu, menggambarkan Akram sebagai keluarga dan tetangga yang "normal".

ABC melaporkan, Naveed Akram belajar selama satu tahun di Institut Al Murad di Sydney Barat, yang telah mengutuk keras serangan tersebut.

Pendiri institut, Adam Ismail, mengatakan dia ingin menegaskan bahwa dia tidak terlibat dalam insiden teror tersebut.

“Naveed mendatangi institut ini pada akhir tahun 2019 untuk mengikuti kelas membaca Al-Quran dan bahasa Arab,” katanya.

Menurut Ismail, ia mengajari Naveed membaca Al-Quran dan bahasa Arab selama satu tahun. Ismail mengatakan serangan itu dilarang dalam Islam.

“Yang saya anggap sangat ironis adalah bahwa Al-Quran yang sedang ia pelajari untuk dibaca dengan jelas menyatakan bahwa mengambil satu nyawa yang tidak bersalah sama dengan membunuh seluruh umat manusia,” katanya.

Motif Penembakan di Pantai Bondi Australia

Perdana Menteri Anthony Albanese pada Senin pagi menggambarkan serangan itu sebagai "tindakan kejahatan murni".

"Apa yang kita lihat kemarin adalah tindakan kejahatan murni, tindakan antisemitisme, tindakan terorisme di pantai kita di lokasi ikonik Australia," katanya.

"[Pantai Bondi] dikaitkan dengan kegembiraan, dikaitkan dengan keluarga yang berkumpul, dikaitkan dengan perayaan. Dan selamanya ternoda oleh apa yang terjadi tadi malam," ujar Albanese.

Polisi belum bisa mengungkap banyak hal soal peristiwa ini karena masih dalam penyelidikan, tetapi mereka telah menyatakan bahwa ini adalah serangan teroris.

Serangan hari Minggu itu juga terjadi kurang dari dua tahun setelah tragedi lain di dekatnya. April tahun lalu, penusukan massal mematikan terjadi di Bondi Junction yang berdekatan dengan pantai.

Baca juga artikel terkait PENEMBAKAN atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Iswara N Raditya