tirto.id - Sebuah insiden tragis terjadi di kawasan Songdo, Incheon, Korea Selatan pada Minggu (20/7/2025). Perayaan ulang tahun yang seharusnya diisi dengan momen bahagia berubah jadi tangis setelah seorang ayah menembak anaknya hingga tewas. Bagaimana kisahnya?
Foto-foto yang memperlihatkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan juga barang bukti yang ditemukan polisi beredar luas di media sosial. Kasus ini menjadi viral karena pelaku adalah ayah kandung dari korban.
Selain membunuh anaknya, pelaku juga mempersiapkan sejumlah bom rakitan yang ditemukan di kediamannya. Hal ini membuat ratusan orang dievakuasi saat tim penjinak bom datang dan mengevakuasi tempat tersebut.
Kronologi Ayah Tembak Anak hingga Tewas di Korsel
Pada hari itu, Cho, sang ayah yang berusia 62 tahun, sedang berada di sebuah pesta ulang tahun bersama dengan putranya yang berusia 34 tahun dan keluarga sang putra, terdiri dari istri dan dua orang anak. Dalam perayaan itu, hadir pula beberapa teman mereka.
Cho kemudian meminta izin untuk keluar sebentar guna membeli minuman, namun ternyata Cho sedang mengambil senapan rakitan yang telah dipersiapkan di dalam mobil.
Cho lantas kembali ke rumah tersebut dan menembakkan senapan rakitan itu ke arah putranya. Tembakan dua peluru yang mengarah ke dada dan perut putranya membuatnya langsung tersungkur.
Setelah mengetahui putranya tak sadarkan diri, Cho segera bergegas melarikan diri dengan mengendarai mobil sewaan. Seseorang yang mengetahui kejadian itu lantas segera menghubungi pusat bantuan 119.
Butuh waktu sekitar tiga jam bagi petugas dari Kepolisian Incheon Yeonsu untuk menangkap Cho di Distrik Seocho, Seoul.
Dikutip dari Korea Times, di dalam mobil tersebut, terdapat 10 senjata api rakitan lainnya, 11 pipa logam yang kemungkinan dimaksudkan sebagai laras tambahan.
Ditemukan juga 86 butir peluru buckshot rakitan yang beberapa di antaranya sudah terisi dengan peluru. Polisi kemudian melakukan investigasi juga di kediaman Cho di Distrik Dobong, Seoul. Dan kecurigaan polisi benar karena di sana, mereka menemukan 15 alat peledak rakitan.
Alat peledak rakitan itu terbuat dari botol plastik berisi tiner dan dihubungkan dengan pengatur waktu dan alat pemicu. Cho telah mengatur agar beberapa alat peledak rakitannya meledak pada Senin siang.
Agar dapat melakukan penjinakan bom rakitan tersebut, Badan Kepolisian Metropolitan Seoul menyebut jika aparat telah mengamankan sebanyak 105 orang warga.
Beruntung bom-bom tersebut dapat dijinakkan dan tidak ada yang meledak. Namun, sayangnya anak Cho yang menjadi kebrutalan ayahnya dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.
Motif Pelaku Pembunuhan
Ketika diinterogasi oleh petugas, Cho mengatakan jika motifnya menghabisi putranya adalah karena sakit hati terus disalahkan soal perceraian orang tua.
Mantan istri Cho adalah CEO sebuah waralaba estetika besar dengan cabang di Korea Selatan dan luar negeri. Cho telah berpisah sejak dua dekade yang lalu. Putra mereka mengatakan jika perpisahan tersebut adalah kesalahan Cho.
Tak terima terus disalahkan oleh putranya, akhirnya Cho pun bertekad untuk mengakhiri hidup sang putra. Melihat dari banyaknya senjata dan bom rakitan yang ada di rumah dan mobil, Polisi mencurigai jika aksi tersebut adalah suatu yang telah terencana.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































