Menuju konten utama

Siapa Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Australia?

Pelaku penembakan di Pantai Bondi, Australia terungkap. Simak identitas, dugaan motif, kronologi kejadian, dan hasil penyelidikan aparat di sini.

Siapa Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Australia?
Petugas kesehatan memindahkan seorang wanita di atas tandu ke ambulans setelah insiden penembakan di Pantai Bondi di Sydney pada 14 Desember 2025. Polisi Australia mengatakan dua orang ditahan menyusul laporan beberapa tembakan pada 14 Desember di Pantai Bondi Sydney yang terkenal, dan mendesak masyarakat untuk berlindung. (Foto oleh Saeed KHAN / AFP)

tirto.id - Penembakan terjadi di Pantai Bondi Australia pada Minggu (14/12) malam waktu setempat. Badan Intelijen Dalam Negeri Australia (ASIO) sudah mengidentifikasi dua orang pelaku yaitu ayah dan anak.

Lima belas orang tewas dan puluhan luka-luka setelah dua orang melakukan penembakan secara brutal di Pantai Bondi, Australia.

Penembakan itu dilakukan bertepatan dengan hari pembuka dari perayaan Hanukkah, yaitu hari raya umat Yahudi yang berlangsung selama delapan hari.

Sosok Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Australia

Seperti diberitakan laman ABC, ASIO menyebutkan jika pelaku penembakan di Pantai Bondi pada Minggu (14/12) malam adalah Naveed Akram (24 tahun) dan ayahnya, Sajid Akram (50 tahun), yang memiliki hubungan dekat dengan jaringan teroris Islamic State (IS) yang berbasis di Sydney.

ASIO mengaku sudah pernah menyelidiki salah satu pelaku penembakan di Pantai Bondi enam tahun lalu.

Naveed Akram dan ayahnya, melakukan penembakan massal saat acara Hanukkah by the Sea yang digelar di sekitar Pantai Bondi.

Sebanyak 15 orang tewas dalam kejadian tersebut. Dalam baku tembak dengan polisi, Sajid Akram tewas di lokasi, sedangkan Naveed Akram mengalami luka dan kini dirawat di rumah sakit dengan penjagaan ketat polisi.

Setelah kejadian, polisi bersenjata lengkap menggerebek rumah keluarga Akram di Bonnyrigg serta sebuah penginapan AirBnB di Campsie yang sebelumnya mereka tempati.

Tim gabungan antiteror Australia, Joint Counter Terrorism Team (JCTT), yang terdiri dari ASIO, Kepolisian New South Wales, Polisi Federal Australia, dan NSW Crime Commission, meyakini bahwa kedua pelaku telah menyatakan kesetiaan kepada kelompok teroris IS.

@7newsadelaide

Video from Bondi Beach shows a man tackling one of the gunmen and wrestling his shotgun away. The bystander can be seen crouching behind a car before rushing the gunman and fighting over his high-powered rifle. At least 10 people have been killed in the mass shooting. 7NEWS has rolling coverage live on Channel 7 and 7plus.

♬ original sound - 7NEWSAdelaide

Bukti yang ditemukan antara lain dua bendera IS di dalam mobil pelaku yang diparkir di Pantai Bondi. Salah satu bendera bahkan terlihat jelas dalam rekaman video di lokasi kejadian.

ASIO diketahui mulai memperhatikan Naveed Akram sejak 2019, setelah polisi menangkap seorang teroris IS bernama Isaac El Matari di Sydney. Naveed disebut memiliki hubungan dekat dengan Matari, yang saat ini menjalani hukuman penjara karena merencanakan aksi teror dan mengklaim diri sebagai komandan IS di Australia.

Beberapa anggota jaringan IS lain yang sudah divonis bersalah juga diketahui dekat dengan Naveed.

Polisi juga mengungkap bahwa Sajid Akram memiliki izin resmi senjata api selama 10 tahun, dan secara hukum dinyatakan layak memiliki senjata.

Ia memiliki enam senjata api berlisensi, dan semuanya telah diamankan dari lokasi kejadian.

"Dia memiliki enam senjata api yang berlisensi atas namanya. Kami yakin bahwa kami telah menyita enam senjata api dari lokasi kejadian kemarin," ujar Komisaris Polisi NSW Mal Lanyon.

Selain senjata api, polisi juga menemukan dua alat peledak rakitan di dalam mobil pelaku yang diparkir tidak jauh dari TKP.

Setelah serangan, polisi Australia meningkatkan pengamanan dengan mengerahkan 328 personel ke berbagai tempat ibadah sebagai bagian dari Operasi Shelter, untuk mencegah kemungkinan serangan lanjutan dan juga sebagai upaya untuk menenangkan masyarakat.

Baca juga artikel terkait PENEMBAKAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra