Menuju konten utama

Trump Klaim Thailand dan Kamboja Sepakat Gencatan Senjata

Lewat Truth Social (12/12), Trump klaim bahwa Thailand Kamboja sepakat lakukan gencatan senjata. Belum ada konfirmasi dari kedua negara terkait hal ini.

Trump Klaim Thailand dan Kamboja Sepakat Gencatan Senjata
Presiden AS Donald Trump memberikan pidato pada pengarahan pemulihan pasca Badai Helene di hanggar Bandara Regional Asheville di Fletcher, North Carolina, pada 24 Januari 2025. Trump mengatakan ia mungkin akan "menyingkirkan FEMA," jika dianggap perlu. Badan Penanggulangan Bencana Federal Badan Penanggulangan Bencana (FEMA) bertugas mengoordinasikan respons terhadap bencana. (Foto oleh Mandel NGAN / AFP)

tirto.id - Donald Trump menyatakan bahwa Thailand dan Kamboja telah sepakat untuk menghentikan serangan di sepanjang perbatasan yang menjadi sengketa. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Amerika tersebut melalui platform Truth Social pada Jumat (12/12/2025).

Pernyataan ini dibuat Trump setelah ia melakukan "percakapan yang sangat baik" dengan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet di hari yang sama.

"Mereka telah setuju untuk menghentikan semua penembakan efektif malam ini, dan kembali ke Deklarasi Damai awal yang dibuat bersama saya, dan mereka, dengan bantuan Perdana Menteri Malaysia yang agung, Anwar Ibrahim," kata Trump di platform Truth Social (13/12/2025).

Lebih lanjut Trump juga mengatakan bahwa kedua negara "siap untuk damai dan melanjutkan perdagangan dengan Amerika Serikat."

Sebelumnya, pada Juli 2025 telah tercapai kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara yang dimediasi oleh Malaysia selaku pemimpin ASEAN saat ini. Kesepakatan tersebut diformalkan pada 26 Oktober melalui Deklarasi Damai Kuala Lumpur yang ditandatangani di hadapan Anwar Ibrahin dan Donald Trump.

Namun, Thailand menangguhkan perjanjian tersebut setelah ada tentara Thailand yang terluka akibat ranjau darat di perbatasan yang menjadi sengketa. Sejak saat itu, kondisi di perbatasan makin memanas. Kedua negara saling melancarkan serangan dengan dalih mereka diserang lebih dulu.

Respons Dua Negara Terkait Pernyataan Trump

Terkait dengan pernyataan Trump, sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Kamboja maupun Thailand tentang kesepakatan tersebut. Namun, dilansir dari Strait Times (13/12), sebelumnya Anutin telah mengatakan pada Trump melalui sambungan telepon bahwa yang bertanggungjawab untuk mengakhiri kekerasan adalah pihak Kamboja.

Sementara, dikutip dari Chanel News Asia (13/12), pihak Kamboja mengatakan bahwa pada hari Sabtu (13/12/2025), Thailand terus menjatukan bom di wilayahnya. Thailand menggunakan dua jet tempur F-16 untuk menjatuhkan tujuh bom pada sejumlah sasaran.

Sejak awal Desember 2025, konflik yang kembali memanas hingga menyebabkan puluhan meninggal dan ratusan ribu warga di kedua sisi perbatasan mengungsi. Karena konflik ini, Kamboja juga menarik seluruh atletnya dari gelaran SEA Games yang sedang berlangsung di Thailand.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Elisabet Murni P

tirto.id - Flash News
Penulis: Elisabet Murni P
Editor: Ibnu Azis