Menuju konten utama

Alasan Kamboja Keluar dari SEA Games 2025 & Apakah Semua Cabor?

Simak alasan Kamboja mundur dari SEA Games 2025 Thailand, yang dipengaruhi faktor ketegangan kedua negara. Ketahui pula kronologi mundurnya Kamboja.

Alasan Kamboja Keluar dari SEA Games 2025 & Apakah Semua Cabor?
Para anggota delegasi Kamboja mengibarkan bendera nasional negara mereka saat mengikuti parade atlet selama upacara pembukaan Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) ke-33 di Stadion Nasional Rajamangala di Bangkok pada 9 Desember 2025. (Photo by Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

tirto.id - Kamboja memutuskan untuk mengundurkan diri dari ajang SEA Games ke-33 yang tengah diselenggarakan oleh Thailand. Pengunduran diri ini dilakukan Kamboja setelah para kontingen negara tersebut mengikuti opening ceremony pada Selasa (9/12/2025). Apa alasannya?

Pengunduran diri yang dilakukan Kamboja pada Selasa tersebut membuat Negeri Angkor Wat itu secara resmi menarik dari dari semua cabang olahraga (cabor).

Sebelumnya, Kamboja telah memutuskan untuk menarik diri dari beberapa cabor dengan hanya mengirimkan atlet untuk 21 dari 54 cabor yang dipertandingkan.

Menukil media Thailand, PPTV HD 36, alasan Kamboja menarik diri dari ajang olahraga dua tahunan itu adalah karena faktor keselamatan.

Hal tersebut dilatari dengan eskalasi konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan sejak Mei 2025 lalu.

Meskipun kedua negara telah beberapa kali mencapai kesepakatan gencatan senjata, namun bentrokan militer kedua negara kembali terjadi pada Senin (8/12) lalu. Setidaknya 10 orang tewas dalam bentrokan itu dan 140.000 warga sipil terpaksa mengungsi.

Kronologi Kamboja Menarik Diri dari SEA Games 2025 untuk Semua Cabor

Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Atthakorn Sirilatthayakorn, mengungkapkan bahwa kronologi penarikan diri Kamboja dalam SEA Games sebenarnya telah berlangsung sejak November.

Pada 26 November lalu, Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Kamboja (NOCC), Wat Chamroen, berkirim surat ke Komite Olimpiade Thailand.

Isi surat tersebut, Kamboja memutuskan menarik partisipasi dari cabor judo, karate, pencak silat, petanque, gulat, takraw, dan sepak bola. Padahal, Kamboja sebelumnya juga memutuskan untuk mengikuti SEA Games secara terbatas, yakni hanya pada 21 dari 54 cabor yang dipertandingkan.

Setelah surat tersebut, Komite Olimpiade Thailand kembali menerima surat keputusan dari NOCC untuk menarik diri dari cabor bola voli putra. Hal ini, menyebabkan Kamboja pada akhirnya hanya mengirimkan atlet untuk 12 cabor pada upacara pembukaan SEA Games ke-33 di Bangkok.

Barulah, setelah upacara pembukaan SEA Games digelar di Rajamangala National Stadium pada Selasa sore, Kamboja memutuskan untuk menarik semua atletnya di semua cabor.

Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Atthakorn Sirilatthayakorn, mengungkapkan bahwa keputusan Kamboja menarik diri secara penuh dari SEA Games itu ia ketahui pada Rabu pagi tadi.

"Saya tidak keberatan dengan keputusan Kamboja, saya menghormati keputusan yang mereka ambil," kata Atthakorn pada Rabu.

Sementara itu, dalam surat pemberitahuan yang dikirim NOCC, disebutkan bahwa alasan mereka melakukan penarikan diri adalah situasi konflik terkini dan "permintaan dari keluarga atlet agar mereka segera kembali ke rumah".

Melansir BangkokPost, para atlet dan staf Kamboja yang kini sudah berada di Thailand diharapkan tiba di tanah air mereka pada Rabu.

Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja kembali memanas pada Senin lalu usai kedua belah pihak saling menuduh pihak lain melakukan pelanggaran gencatan senjata.

Menukil Reuters, pada Senin tersebut, militer Thailand melakukan serangan udara di wilayah perbatasan. Pihak Thailand mengklaim bahwa serangan itu merupakan respons dari tembakan Kamboja yang menyebabkan seorang tentara Thailand tewas.

Di sisi lain, Kamboja mengklaim bahwa baku tembak terjadi karena dipicu oleh Thailand sendiri. Kementerian Pertahanan Kamboja bersikeras bahwa mereka tidak melakukan serangan balasan.

Namun, pada Selasa, militer Thailand melaporkan bahwa Kamboja telah menembakkan roket, mengerahkan drone pembawa bom, dan drone kamikaze ke pusat militernya. Beberapa roket dilaporkan mengenai wilayah sipil di perbatasan.

Eskalasi konflik antara kedua negara sejak Mei lalu setidaknya telah menelan 40 korban jiwa. Kedua negara juga telah memberlakukan larangan impor dan pembatasan perjalanan satu sama lain.

Baca juga artikel terkait SEA GAMES 2025 atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan