tirto.id - Ira Puspadewi dikenal sebagai Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry yang memimpin perusahaan pelat merah itu selama periode 2017 hingga 2024. Namanya kembali menjadi sorotan setelah proses hukum terkait Kerja Sama Usaha (KSU) dan akuisisi PT Jembatan Nusantara bergulir di pengadilan.
Perkara tersebut menyeret Ira bersama dua mantan direktur lain dalam dakwaan korupsi. Dalam persidangan, majelis hakim menjatuhkan vonis pidana penjara kepada Ira atas keterlibatannya dalam keputusan bisnis yang dinilai merugikan keuangan negara.
Putusan itu disampaikan setelah rangkaian pemeriksaan terhadap proses kerja sama usaha dan akuisisi yang dilakukan ASDP. Vonis tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian pembacaan dakwaan dan tuntutan yang telah berlangsung sejak awal tahun.
Profil dan Karier Ira Puspadewi
Ira Puspadewi dikenal sebagai salah satu eksekutif perempuan yang menempati posisi strategis di lingkungan BUMN. Ia menjabat sebagai Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry mulai 2017 hingga 2024. Masa kepemimpinannya berlangsung pada periode ketika ASDP memperluas jaringan layanan dan melakukan pengembangan bisnis.
Di bawah kepemimpinannya, ASDP mengelola lebih dari seratus armada ferry yang beroperasi di puluhan lintasan penyeberangan nasional. Peran ini menempatkan Ira sebagai figur sentral dalam penyediaan layanan transportasi penyeberangan lintas pulau. Ia memimpin perusahaan dengan cakupan operasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Sebelum menduduki kursi dirut, Ira memiliki pengalaman panjang di sektor korporasi. Ia pernah bekerja di perusahaan internasional GAP Inc. dan memegang sejumlah posisi manajerial penting. Pengalaman tersebut menjadi pijakan awal kariernya sebelum kembali ke Indonesia.
Di Tanah Air, Ira kemudian berkarier di beberapa BUMN yang bergerak di sektor ritel dan layanan. Ia sempat menjabat posisi strategis di PT Sarinah dan PT Pos Indonesia. Peralihan dari sektor ritel ke transportasi menunjukkan fleksibilitasnya dalam mengelola berbagai jenis bisnis.
Selain karier profesional, Ira memiliki landasan akademik yang solid. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Brawijaya pada bidang pertanian. Gelar magister diperolehnya dari Asian Institute of Management di Filipina, disusul gelar doktor dari Universitas Indonesia pada 2018.
Kombinasi pengalaman internasional dan pendidikan tinggi membuat Ira kerap dipercaya mengemban tanggung jawab besar. Perannya di ASDP mencerminkan perjalanan karier yang berkembang dari sektor ritel hingga layanan publik. Spektrum posisinya menunjukkan keterlibatannya dalam pengelolaan perusahaan berskala nasional.
Meski kariernya berakhir dengan proses hukum, rekam jejak profesionalnya mencatat sejumlah tonggak penting di BUMN. Ia pernah memimpin perusahaan transportasi penyeberangan terbesar di Indonesia selama tujuh tahun.
Pembaca yang ingin mengetahui informasi seputar Profil Tokoh dapat klik tautan di bawah ini.
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Indyra Yasmin
Masuk tirto.id
































