tirto.id - Brigjen Juinta Omboh (JO) Sembiring merupakan Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI yang belakangan ramai diperbincangkan imbas pernyataan terkait dugaan pidana terhadap influencer Ferry Irwandi.
Sebelumnya, pada Senin (8/9/2025), JO Sembiring mendatangi Polda Metro Jaya untuk berkonsultasi atas dugaan pidana yang dilakukan Ferry Irwandi.
"Konsultasi kami ini terkait dengan kami menemukan beberapa fakta-fakta dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh saudara Ferry Irwandi," kata JO Sembiring kepada wartawan di Polda Metro Jaya.
Dijelaskan Sembiring, dugaan tindak pidana tersebut bermula dari temuan patroli siber yang dilakukan Tim Siber TNI yang ia komandoi.
Dalam keterangannya, Sembiring menyatakan bahwa Mabes TNI siap menempuh jalur hukum jika memang dugaan tersebut diproses oleh pihak kepolisian. Lantas, siapa JO Sembiring, sosok tentara berpangkat Brigadir Jenderal itu?
Sosok Juinta Omboh Sembiring & Karier Militer hingga Jadi Dansatsiber TNI
Brigjen Juinta Omboh Sembiring merupakan tentara kelahiran Medan, Sumatra Utara yang kini dikenal sebagai Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI. Ia mengemban jabatan itu sejak 3 Januari 2025 lalu.
Jauh sebelum menempati posisi sebagai Dansatsiber, JO Sembiring terlebih dahulu dikenal sebagai perwira Kopassus, satuan tempur elite milik TNI Angkatan Darat.
Dalam satuan tentara berbaret merah itu, Sembiring tergabung dalam Grup 3/ Sandhi Yudha, satuan khusus Kopassus dengan spesifikasi tugas intelijen tempur dan kontra pemberontakan.
Di Grup 3/Sandhi Yudha itu, Sembiring menapaki jenjang karier dari komandan batalyon, wakil komandan, hingga komandan dari satuan yang yang bermarkas di Cijantung itu.
Rekam jejaknya di Grup 3/Sandhi Yudha membuat lulusan Akademi Militer tahun 1995 itu menduduki sejumlah jabatan strategis di Kopassus, seperti Kapten Penerangan Kopassus, Komandan Satuan Intel Kopassus, dan Pamen Ahli Danjen Kopassus Bidang Nubika.
Karier Sembiring di satuan Kopassus itu ia emban sepanjang 2010 hingga 2019. Sembari menjadi anggota Kopassus, Sembiring sempat ditempatkan di sejumlah markas militer di kawasan Papua.
JO Sembiring merupakan Dandim 1714/Puncak jaya pada 2013, Kabag Lat Rindam XVII/Cendrawasih pada 2013-2014, Asintel kasdam XVII/Cendrawasih pada 2019-2020, dan Danrem 172/Praja Wira Yakthi pada 2022-2023.
Semasa bertugas di Papua itu, nama Juinta Omboh Sembiring sempat mencuat ke publik ketika dirinya memimpin operasi pembebasan pilot Susi Air di Nduga pada 2023.
Pada 2023, ia ditarik dari Papua untuk menjadi asisten Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Jabatan sebagai asisten ahli Kasad itu diemban JO Simanjuntak hingga 2025.
Pada Januari 2025, Sembiring dipindahtugaskan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk mengisi jabatan sebagai Dansatsiber TNI. Kala itu, namanya masuk dalam daftar perwira tinggi yang mendapatkan rotasi dan mutasi dari Jenderal TNI.
Sebagai Dansatsiber TNI, namanya kembali mencuat ke publik usai dirinya mengumumkan adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh influencer Ferry Irwandi pada awal September lalu.
Sebelumnya, Ferry Irwandi merupakan salah satu influencer yang cukup vokal dalam gelombang protes masyarakat sipil menentang kebijakan DPR RI dan kekerasan aparat pada 25-31 Agustus 2025.
Ketika eskalasi protes masyarakat sipil terus memuncak, Ferry Irwandi merupakan salah satu influencer yang mengungkapkan kekhawatiran akan adanya upaya pengaktifan darurat militer sebagai upaya pemerintah meredam kericuhan yang meluas.
Pernyataannya di sebuah acara stasiun televisi swasta ketika menyinggung dugaan keterlibatan tentara dalam demonstrasi massa yang terjadi juga sempat viral di internet.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id


































