Menuju konten utama

Profil James F Sundah Pencipta Lilin-lilin Kecil yang Tutup Usia

Biografi James F Sundah, pencipta lagu "Lilin-Lilin Kecil" yang meninggal dunia. James adalah seorang legenda komposer musik di Indonesia.

Profil James F Sundah Pencipta Lilin-lilin Kecil yang Tutup Usia
James f sundah. instagram

tirto.id - Pencipta lagu legendaris James F. Sundah meninggal dunia pada 7 Mei 2026 di New York, Amerika Serikat, setelah berjuang melawan kanker paru-paru. James mengembuskan napas terakhir pada usia 70 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh istrinya melalui media sosial. Ucapan belasungkawa juga mengalir dari musisi tanah air lainnya, salah satunya Reza Artamevia.

“Selamat Jalan Mas James F Sundah ~ Musisi & Pencipta Lagu Legendaris Tanah Air ~ May Rest in Peace Mas James. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga tercinta yang ditinggalkan , semoga diberikan ketabahan dan kesabaran,” tulis Reza di akun Instagram @rezaartameviaofficial.

Profil James F Sundah

James F. Sundah lahir dengan nama lengkap James Freddy Sundah pada 1 Desember 1955. Ia dikenal luas sebagai sosok di balik sejumlah lagu legendaris yang melekat lintas generasi, seperti “Lilin-Lilin Kecil”, “September Ceria”, “Astaga”, “Amburadul”, “Sakukurata”, hingga “Ozon”.

Nama James F. Sundah menjadi bagian penting dalam perkembangan musik pop Indonesia sejak era 1970-an. Karya monumentalnya “Lilin-Lilin Kecil” yang dipopulerkan Chrisye pertama kali dirilis pada 1977 sebagai pemenang Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors (LCLR), dan hingga kini masih dianggap sebagai salah satu lagu Indonesia terbaik sepanjang masa.

Sepanjang kariernya, James F. Sundah dikenal sebagai musisi dengan kemampuan musikal yang sangat luas. Ia tidak hanya aktif sebagai pencipta lagu, tetapi juga produser, arranger, penulis, aktivis hak cipta, hingga pembicara mengenai industri kreatif dan teknologi informasi.

Ia pernah bekerja sama dengan banyak nama besar industri musik Indonesia seperti Titiek Puspa, Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya, Krisdayanti, hingga penyanyi Malaysia Sheila Majid.

Salah satu pencapaian internasional paling prestisius dalam kariernya adalah keterlibatannya bersama grup rock legendaris Jerman Scorpions dalam penulisan lagu “When You Came Into My Life” untuk album “Pure Instinct” tahun 1996.

Kolaborasi tersebut menjadikan James sebagai salah satu musisi Indonesia yang pernah terlibat langsung dalam proyek musik internasional berskala dunia.

Selain dikenal karena karya-karyanya, James F. Sundah juga dihormati sebagai sosok yang sangat peduli terhadap perjuangan hak cipta dan kesejahteraan musisi Indonesia.

Ia aktif di berbagai organisasi musik nasional, termasuk menjabat sebagai Ketua Departemen Informasi Teknologi di Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) serta menjadi anggota board Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI).

Selama bertahun-tahun, James menjadi salah satu suara paling vokal dalam memperjuangkan transparansi royalti dan perlindungan hak ekonomi pencipta lagu di era digital.

Ia juga dikenal aktif menulis mengenai budaya, hukum hak cipta, dan perkembangan teknologi informasi, bahkan kerap mewakili Indonesia dalam forum internasional terkait industri kreatif dan hak kekayaan intelektual.

James menikah dengan Lia Sundah Suntoso, seorang pengacara imigrasi di Amerika Serikat. Mereka kemudian memutuskan untuk tinggal di New York City dan dikaruniai seorang anak laki-laki.

Pada 2025, ia merilis lagu “Seribu Tahun Cahaya” yang dipersembahkan khusus untuk sang istri setelah melewati masa kritis melawan kanker.

Lagu tersebut dirilis dalam tiga bahasa sekaligus, Indonesia, Inggris, dan Jepang. Sebuah konsep unik yang langsung mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

James F. Sundah juga pernah mencatat sejarah pada 1986 lewat proyek lagu kemanusiaan “Anak-anak Terang” yang dinyanyikan secara bersama-sama oleh 75 penyanyi Indonesia.

Proyek tersebut terinspirasi oleh semangat solidaritas lagu “We Are The World” karya Quincy Jones dan para musisi dunia. Atas dedikasi panjangnya terhadap musik Indonesia, James menerima penghargaan Anugerah Musik Indonesia 2025 kategori Lifetime Achievement Award pada 2025.

Baca juga artikel terkait PROFIL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra