Menuju konten utama
Pemilu Serentak 2024

Prediksi Pertarungan Sengit Pileg 2024 di Dapil Jawa Barat

Jawa Barat menjadi lumbung suara nasional dan memperebutkan 91 kursi DPR RI. Dalam 4 pemilu terakhir, pemenangnya selalu berubah.

Prediksi Pertarungan Sengit Pileg 2024 di Dapil Jawa Barat
Ilustrasi Partai Politik Peserta Pemilu. tirto.id/Ecun

tirto.id - Provinsi Jawa Barat akan menjadi arena pertarungan sengit pada pemilu legislatif (Pileg) 2024. Daerah ini kerap disebut sebagai lumbung suara nasional terbesar tiap pemilu dilaksanakan. Hal ini membuat persaingan para caleg di Jawa Barat akan sangat ketat dengan sederet nama-nama petahana dan penantang baru yang potensial.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah mengumumkan 9.919 orang sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam daftar calon sementara (DCS) Pemilu 2024. Mereka akan memperebutkan 580 kursi yang tersebar di 84 daerah pemilihan (dapil) seluruh Indonesia.

Di Jawa Barat, tersedia 91 kursi DPR RI yang akan diperebutkan pada 11 Dapil. Kursi terbanyak terdapat pada tiga Dapil Jawa Barat dengan masing-masing 10 kursi, meliputi Dapil Jawa Barat II, Dapil Jawa Barat VII, dan Dapil Jawa Barat XI. Di sisi lain, kursi terkecil ada di dua dapil dengan masing-masing dua kursi, yaitu Dapil Jawa Barat IV dan Dapil Jawa Barat VI. Pada kontestasi Pileg 2024, ada 1.567 caleg yang tersebar pada 11 Dapil di Jawa Barat.

Jika menengok kembali catatan hasil Pileg 2019, ada 89 caleg dari Dapil Jawa Barat yang berhasil melenggang ke Senayan. Kala itu, di Dapil Jawa Barat, Partai Gerindra menempati posisi pertama dengan perolehan 4.320.050 suara, lalu disusul PDIP (3.510.525 suara), PKS (3.286.606 suara), Golkar (3.226.962 suara).

Berikutnya ada PKB dengan 1.896.257 suara, Demokrat (1.830.565 suara), PAN (1.690.821), Partai Nasdem (1.213.414 suara) dan PPP (1.111.362 suara). Delapan partai tersebut lolos parliamentary threshold 4 persen dan para wakilnya duduk nyaman di kursi DPR RI saat ini.

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengatakan, PKS akan menargetkan hasil lebih baik di Dapil Jawa Barat pada Pileg 2024. Ia berujar, Jawa Barat merupakan basis tradisional terbesar PKS, sejumlah strategi sudah disiapkan untuk merebut ceruk suara pemilih di Jawa Barat.

“Yang pertama tentu, memperkuat pelayanan. Bersyukurnya kami di PKS untuk Jawa Barat punya kader yang mencukupi. Kedua, strukturnya PKS hidup semuanya sampai di tingkat desa kalau Jawa Barat. Yang ketiga, kami punya aleg [anggota legislatif] dan calon, jumlah aleg kami cukup banyak di Jawa Barat,” kata Mardani dihubungi reporter Tirto, Kamis (31/8/2023).

Mardani optimistis, PKS bisa meraih 20 hingga 25 persen suara di Jawa Barat. Ia berharap PKS bisa mengamankan 23 kursi untuk caleg Dapil Jawa Barat.

“Nah kalau (tingkat) provinsi, dari 12 (kursi) mungkin mudah-mudahan naik ke 18 sampai 20,” tambah Mardani.

Perang Bintang di Dapil Neraka

Namun demikian, Mardani Ali Sera tak menampik bahwa Dapil Jawa Barat adalah arena pertarungan yang sengit. Ia menyebut Dapil Jawa Barat sebagai ‘Dapil Neraka,’ karena sengitnya bakal pertarungan yang diperkirakan terjadi.

“Sebetulnya sekarang semua Dapil (Jawa Barat) itu neraka ya, karena yang turun itu mereka yang siap. Nah, buat kami strategi khususnya, tadi harus ngajak kader dan struktur bekerja sama dengan caleg. Karena kalau cuma caleg, kalau partai lain kan cuma caleg ya, kalau di kami kadernya hidup, strukturnya hidup,” tegas Mardani.

Pendapat Mardani beralasan, sebab Dapil Jawa Barat memang diisi sejumlah caleg yang memiliki nama mentereng –baik petahana atau juara bertahan– maupun pendatang baru yang tak asing di telinga masyarakat.

Contohnya di Dapil Jawa Barat V, mulai dari politikus kawakan, selebritas, mantan aktivis, sampai wakil menteri bersaing memperebutkan 9 kursi di dapil yang meliputi Kabupaten Bogor ini. Nama tak asing, seperti Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon hingga politikus PDIP sekaligus anggota Komisi VII DPR RI Adian Napitupulu, akan kembali berlaga di dapil ini.

Dapil ini juga diisi oleh musisi Anang Hermansyah yang maju sebagai caleg PDIP Dapil Jawa Barat V nomor urut 5. Ada pula Tommy Kurniawan yang kembali mencalonkan diri lewat PKB.

Situasi serupa juga terjadi pada Dapil Jawa Barat I. Mulai dari artis, politikus senior, pengusaha, pengacara, hingga kerabat para pejabat. Sebut saja sejumlah nama seperti musisi Melly Goeslaw, istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yakni Atalia Praratya, Nurul Arifin dari Golkar, Ketua Umum PSI Giring Ganesha, pengacara Farhat Abbas, hingga Rasyid Rajasa.

Persaingan ketat ini tak jauh berbeda dari Dapil Jawa Barat lainnya. Ini membuktikan Jawa Barat masih menjadi incaran partai politik untuk mendulang sebanyak-banyaknya suara pada Pemilu 2024.

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro menilai, sebagai provinsi dengan jumlah pemilih paling besar, Jawa Barat memiliki arti sangat penting bagi bakal calon presiden (capres) maupun partai politik.

“Karena itu penempatan bakal calon legislatif memiliki potensi sebagai vote getter pun menjadi sangat krusial untuk mendulang suara,” kata Bawono kepada reporter Tirto, Kamis (31/8/2023).

Selain itu, Bawono mengindikasikan bahwa perolehan pemenang Pileg di Jawa Barat selalu berbeda-beda tiap ajang pemilu. Hal ini membuat pertarungan suara di Jawa Barat punya potensi melahirkan pemenang baru pada ajang Pileg.

“Dalam konteks pemilihan legislatif tingkat pusat, partai pemenang di Jawa Barat selalu berganti-ganti pada setiap pemilu. Ini seperti menunjukkan Jawa Barat seperti tanah tidak bertuan,” ujar Bawono.

Tirto sudah berupaya meminta keterangan dari Partai Gerindra sebagai pemenang Pileg 2019 dari Dapil Jawa Barat, terkait persiapan menghadapi kontestasi Pileg 2024, leawat Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon maupun Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. Namun, permohonan wawancara Tirto belum mendapatkan respons hingga artikel ini rilis.

Kendati demikian, pada akhir Mei 2023, Fadli Zon yang caleg dari Dapil Jawa Barat V, sempat menyatakan optimisme bahwa Gerindra akan memenangkan Pileg 2024 di wilayah Jawa Barat.

“Saya kira Jawa Barat sangat siap dan jadi salah satu barometer kemenangan Gerindra karena 2019 Gerindra di Jabar urutan pertama dan Prabowo ketika itu mendapat suara (pilpres) terbanyak di Jabar yang merupakan kantong Gerindra,” ujarnya di Bandung.

Asa Meraih Suara di Jawa Barat

Sementara itu, Presiden Partai Buruh, Said Iqbal menyatakan, optimis partainya berjalan mulus dalam pertarungan Pileg 2024 di Dapil Jawa Barat. Partai Buruh akan menghadapi kontestasi pemilu perdana mereka pada 2024. Meski hadir sebagai penantang baru, Said Iqbal menyatakan, Partai Buruh sudah memetakan prediksi hasil positif di Dapil Jawa Barat.

“Anggota kami di Jawa Barat itu satu juta orang, dengan anak dan istri itu kami perkirakan 3 jutaan orang. Jadi kami jelas kan, anggota itu kan membayar iuran, kemudian namanya tradisi, ada kartu anggota, rumahnya jelas ada alamatnya, itu captive market kami,” kata Said dihubungi reporter Tirto.

Menurut Said, Partai Buruh akan mendulang suara para buruh yang berjumlah besar di Jawa Barat. Ia menyatakan, Partai Buruh berkontestasi pada 7 Dapil di Jawa Barat.

“Sekitar 10 persen ya (rencana) ambil suara di Jabar,” ujar Said.

Menurut dia, Partai Buruh punya keunikan yang menguntungkan dalam berlaga di pileg Dapil Jawa Barat. Pertama, mereka fokus mengincar suara buruh yang berjumlah besar di Jawa Barat. Kemudian, isu-isu soal sosial merupakan persoalan akar rumput yang terus diperjuangkan Partai Buruh untuk membela kaum terpinggirkan.

“Kami ini daily working party, tiap hari kami sudah kerja, buruh, kita sudah tahu bisa apa, captive market dan buruh ya itu namanya keunikan, optimisme. Pemetaan kita menjelaskan bahwa dengan strategi kerja mendalam, khusus di buruh saja sudah lebih dari cukup lolos parliamentary threshold 4 persen, termasuk memenangkan di Jabar,” jelas Said.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Kunto Adi Wibowo menilai, partai-partai kecil masih memiliki peluang dalam pertarungan Pileg di Dapil Jawa Barat.

“Dan lumayan peluangnya. Yang perlu mereka fokuskan menurut saya harus bisa menemukan simpul-simpul yang bagus. Dan kemudian bisa berselancar dengan isu yang mungkin sangat relevan dengan masyarakat Jabar,” kata Kunto dihubungi reporter Tirto, Kamis (31/8/2023).

Namun, kata Kunto, memang akan lumayan sulit untuk merebut suara partai-partai besar yang telah mendulang banyak suara di Jawa Barat. Terutama partai besar telah memiliki modal yang lebih besar. Baik itu modal politik, sosial, maupun modal ekonomi.

“Namun, peluang itu masih ada. Misalnya, Perindo nih yang rajin ke warga di Jawa Barat. Saya lihat juga punya peluang. Nasdem juga punya peluang, gitu kan. PPP juga masih punya peluang. Jadi menurut saya, ya masih terbuka ya,” sambung Kunto.

Ia juga mengingatkan partai besar, seperti Gerindra yang memenangkan Pileg 2019 di Jawa Barat, untuk berhati-hati melaju. Karena dalam empat periode pemilu terakhir di Jawa Barat, parpol pemenang selalu berbeda.

“Enggak ada sejarahnya apa ya, juara bertahan di Jabar gitu, jadi harus hati-hati nih kalau Gerindra kemarin sudah juara gitu kan ada peluang untuk kemudian diganti oleh yang lain,” terang Kunto.

Kunto menyatakan, semua parpol memiliki peluang yang sama dalam kontestasi Pileg 2024 Dapil Jawa Barat. Coattail effect atau efek ekor jas dan popularitas bakal calon yang bertarung, katanya, akan memberikan tambahan peluang bagi parpol.

“Pemenang selalu berganti-ganti itu menunjukkan, bahwa kompetisinya sangat ketat dan (daerah) itu menjadi arena pertarungan penting,” ujar Kunto.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Politik
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Abdul Aziz