Menuju konten utama

Pramono Minta Direksi BUMD Jakarta Dipilih Secara Profesional

Pramono beri kepercayaan penuh kepada pimpinan tertinggi masing-masing BUMD untuk memilih direksi terbaik.

Pramono Minta Direksi BUMD Jakarta Dipilih Secara Profesional
Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Pramono Anung, meresmikan pembangunan TAS Arutala yang berlokasi di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (5/5/2025). tirto.id/naufal majid

tirto.id -

Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Pramono Anung, menegaskan pentingnya asas profesionalisme dalam proses pemilihan jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jakarta. Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah mencampurkan urusan pribadi dalam menentukan siapa yang akan mengisi jabatan strategis di lingkungan BUMD Jakarta.

“Dalam merekrut, memberikan tugas kepada siapapun, saya betul-betul sama sekali enggak pernah melibatkan urusan suka tidak suka. Sama sekali,” tegas Pramono kepada para wartawan di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (6/5/2025).

Pramono mengaku memberikan kepercayaan penuh kepada pimpinan tertinggi di masing-masing BUMD untuk memilih jajaran direksi terbaik, termasuk salah satunya di Perumda PAM Jaya.

“Secara jujur saya harus mengatakan, termasuk untuk PAM Jaya ini, direksinya ketika dipilih, karena saya percaya sama direktur utamanya, saya bilang pilih yang terbaik. Kamu yang tanggung jawab. Kalau ada apa-apa kamu yang tanggung jawab,” tutur Pramono.

Menurut Pramono, pendekatan ini merupakan bentuk pembagian tanggung jawab yang jelas dalam tata kelola perusahaan milik daerah, di mana pemimpin diberi mandat dan kepercayaan untuk menyusun tim kerja yang mampu berkolaborasi secara efektif.

Ia juga menyinggung jajaran direksi dan komisaris Bank DKI yang dijadwalkan untuk bertemu dengannya pada hari ini. Meski belum pernah bertemu langsung dengan sebagian besar dari jajaran direksi Bank DKI, Pramono menegaskan bahwa prinsip profesionalisme tetap menjadi pedoman utama.

“Termasuk hari ini, saya akan memanggil komisaris dan direksi Bank DKI. Yang jujur, saya harus katakan, saya hanya pernah ketemu Dirut-nya aja. Yang lain saya belum pernah ketemu. Nah, artinya, di dalam mengelola manajerial atau orang perorang yang ada di Jakarta ini, bagi saya yang paling penting adalah orang yang bisa bekerja secara tim. Bukan orang perorangan yang jago, bukan. Saya butuh orang yang bisa bekerja secara tim,” ujar Pramono.

Ia juga menyampaikan bahwa prinsip serupa diterapkannya dalam memilih kepala dinas maupun wali kota di lingkup Pemprov Jakarta. Pramono menambahkan, karena ia berinteraksi sehari-hari dengan para pejabat itu, ia jadi bisa untuk mempertimbangkan penempatan posisi mereka sesuai dengan potensi jangka panjang.

“Yang berkaitan dengan Kepala Dinas, Bupati, Wali Kota tadi, dalam memilih itu saya juga melakukan hal yang sama. Mungkin dibandingkan dengan BUMD, saya lebih melihat karena sudah berinteraksi sehari-hari,sehingga saya tahu, oh untuk sementara, orang ini untuk di mana dulu, nantinya kita persiapkan untuk apa setelah itu,” jelas Pramono.

Pramono juga menegaskan kembali komitmennya untuk tidak membawa Aparatur Sipil Negara (ASN) dari luar ke dalam jajaran Pemprov Jakarta, serta membuka ruang kerja sama dengan siapa pun, termasuk mereka yang tidak mendukungnya saat mencalonkan diri sebagai gubernur.

“Karena saya bisa bekerja dengan siapapun. Bahkan termasuk orang yang tidak setuju saya jadi gubernur pun, saya bisa bekerja sama,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PRAMONO ANUNG atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Insider
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Hendra Friana