tirto.id - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, melarang Organisasi Masyarakat (Ormas) untuk melakukan sweeping tempat makan yang buka selama Ramadhan.
"Saya sebagai Gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping," kata Pramono kepada wartawan di Gereja Protestan Minahasa (KGPM), Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).
Dia mengatakan dalam menyambut Ramadhan, Jakarta harus dipenuhi dengan kedamaian dan kerukunan. Terlebih, kata Pramono, Ramadhan akan segera hadir beriringan dengan perayaan Imlek.
"Sekarang ini periodisasi kita menyambut Imlek dari dari tanggal 13 sampai dengan 17 itu Imlek. Nanti begitu tanggal 18, maka Jakarta wajahnya total berubah menjadi wajah yang Ramadan dan juga wajah yang menyambut Idul Fitri," ujar Pramono.
Pramono menegaskan toleransi beragama bukan lagi sebuah masalah di Jakarta. Menurutnya, hal tersebut telah terbukti dari berbagai acara keagamaan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jakarta.
"Sebenarnya toleransi keberagaman agama di Jakarta itu harusnya sudah tidak menjadi isu lagi," tutur Pramono.
Sebelumnya, Pramono merencanakan untuk menggelar haul Ulama dan Pejuang Betawi untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta ke-500.
Dia juga berencana untuk membuat perlombaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan, hingga Provinsi. Katanya, pemenang akan dikirim untuk mengikuti perlombaan MTQ ditingkat nasional dan internasional.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





























