Menuju konten utama

Prabowo Serukan Komitmen Kerja Sama Inklusif di Asia Pasifik

Prabowo mengatakan APEC sejak awal didirikan dengan semangat pertumbuhan ekonomi inklusif dan kerja sama multilateral.

Prabowo Serukan Komitmen Kerja Sama Inklusif di Asia Pasifik
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyerukan agar kawasan Asia Pasifik kembali membangun rasa saling percaya dan memperkuat kerja sama konkret di tengah meningkatnya ketidakpastian dan ketegangan global.

Hal ini ia sampaikan saat sesi pertama APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10/2025). Prabowo mengingatkan meningkatnya kecurigaan dan ketegangan dapat mengancam stabilitas ekonomi global. Namun, ia menegaskan Asia Pasifik tak boleh menyerah pada perpecahan.

"Kita bertemu hari ini di tengah ketidakpastian global. Ketegangan dan meningkatnya ketidakpercayaan membahayakan stabilitas ekonomi global dan memperparah perpecahan di antara kita," kata Prabowo dalam keterangan yang diterima, Jumat.

"Namun, saya percaya bahwa Asia Pasifik tidak boleh menerima perpecahan sebagai takdirnya. Kita harus bangkit dari kecurigaan dan ketakutan, dan kita harus membangun kembali kepercayaan di antara kita sendiri dan di antara ekonomi global" sambung dia.

Prabowo mengatakan APEC sejak awal didirikan dengan semangat pertumbuhan ekonomi inklusif dan kerja sama multilateral. Ia menekankan pentingnya memperbarui komitmen terhadap sistem perdagangan terbuka dan adil berbasis aturan internasional.

Menurut Prabowo, pertumbuhan ekonomi yang eksklusif hanya akan menciptakan perpecahan dan instabilitas. Ia pun menyerukan agar inklusivitas dan keberlanjutan menjadi pedoman utama bagi ekonomi anggota APEC dalam membangun masa depan bersama.

"Sudah saatnya kita memperbarui komitmen kita terhadap kerja sama ekonomi multilateral yang terbuka, adil, dan inklusif. Indonesia berkomitmen pada sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dengan WTO sebagai inti dan untuk memastikan bahwa setiap orang berkompetisi pada tingkat yang sama," urainya.

Menurut Prabowo, pertumbuhan yang eksklusif itu memecah belah. Ia menegaskan perpecahan menyebabkan ketidakstabilan dan ketidakstabilan tidak akan kondusif bagi perdamaian dan kesejahteraan.

"Oleh karena itu, inklusivitas seharusnya menjadi panduan kita," tutur Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan pentingnya kerja sama dalam menghadapi kejahatan lintas batas seperti penyelundupan, pencucian uang, dan perdagangan narkotika, yang menghambat pertumbuhan ekonomi dan merusak masa depan kawasan.

Prabowo lantas mengajak seluruh pemimpin APEC untuk bekerja bersama membangun kepercayaan baru dan memperkuat kolaborasi kawasan.

"Marilah kita bekerja sama untuk terus membangun APEC dan mengupayakan kerja sama melalui multilateralisme guna memastikan APEC terus memberikan manfaat nyata," pungkas Prabowo.

Baca juga artikel terkait KTT APEC atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama