Menuju konten utama

Kemlu: Prabowo Bakal Hadiri KTT APEC di Korsel Akhir Oktober

Prabowo akan hadir di KTT APEC bersama 20 pemimpin negara anggota APEC lainnya.

Kemlu: Prabowo Bakal Hadiri KTT APEC di Korsel Akhir Oktober
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu), Abdul Kadir Jailan di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025). tirto.id/ Naufal Majid
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan menghadiri secara langsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) ke-31 yang digelar di Gyeongju, Korea Selatan pada 31 Oktober–1 November 2025 mendatang.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu), Abdul Kadir Jailani, mengatakan Prabowo akan hadir di KTT APEC bersama 20 pemimpin negara anggota APEC lainnya.

“Presiden [Prabowo] direncanakan akan menghadiri KTT tersebut bersama 20 pemimpin ekonomi APEC lainnya. KTT ini diselenggarakan dengan sejumlah kegiatan utama yaitu yang terutama adalah APEC Economic Leaders Meeting sebagai pertemuan puncak dari rangkaian KTT,” kata Kadir di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025).

Dalam KTT APEC yang mengusung tema “Building a Sustainable Tomorrow” itu, para pemimpin negara anggota akan membahas berbagai isu, termasuk di antaranya pemanfaatan teknologi akal imitasi/artificial intelligence (AI) hingga masalah penuaan populasi (aging population).

Menurut Kadir, permasalahan aging population itu banyak dihadapi oleh negara-negara anggota APEC di Asia Timur. Meski begitu, negara-negara anggota APEC di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, justru tengah mengalami bonus demografi.

“Terutama negara Asia Tenggara, kita melihat bahwa negara-negara kita ini dan tetangga kita merupakan negara yang mengalami bonus demografi,” ucapnya.

Oleh karenanya, pada KTT APEC mendatang, Indonesia akan menjadikan ajang tersebut untuk saling bertukar pandangan dengan negara-negara lain, terutama terkait dengan bonus demografi dan permasalahan aging population.

Meskipun saat ini Indonesia disebut Kadir tidak memiliki permasalahan aging population, tetapi ajang pertukaran pendapat dengan negara-negara APEC itu disebutnya tetap diperlukan. Sebab, bisa saja permasalahan itu terjadi di Indonesia pada masa yang akan datang.

“Oleh karenanya, kita dalam pertemuan [APEC] mendatang akan menggunakan forum ini untuk tukar-menukar pandangan, untuk saling belajar, dan berbagi pengalaman terbaiknya dengan ekonomi lainnya, guna memperkuat ketahanan ekonomi terutama dalam menghadapi tantangan perubahan demografi ini di masa mendatang,” jelasnya.

Kadir juga menekankan bahwa kehadiran Indonesia pada KTT APEC mendatang memiliki makna strategis, sebab Indonesia akan menyampaikan berbagai pandangan dan gagasan dalam menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi di kawasan.

“Sasaran lain yang ingin dicapai melalui kehadiran Indonesia tersebut adalah kita untuk memastikan APEC menghasilkan kerja sama yang berdampak nyata atau real impact yang dapat dirasakan oleh masyarakat pelaku usaha dan dunia kerja,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PRABOWO atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama