Menuju konten utama

Prabowo Minta Tutup 13 PLTD demi Hemat 200 Ribu Barel BBM Sehari

Pemerintah akan membangun PLTS dengan kapasitas 100 gigawatt dalam waktu dua tahun untuk mencukupi kebutuhan listrik negara.

Prabowo Minta Tutup 13 PLTD demi Hemat 200 Ribu Barel BBM Sehari
Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Presiden menyampaikan bahwa rapat ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan yang telah berjalan lebih dari satu tahun serta guna mengingatkan para pejabat mengenai berbagai ancaman global yang berpotensi memengaruhi Indonesia di antaranya krisis pangan, krisis energi, dan krisis air. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto meminta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk menyuntik mati 13 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berbahan bakar solar. Sebagai gantinya, untuk mencukupi kebutuhan listrik negara, akan dibangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt dalam waktu dua tahun.

"Akan kami jalankan program listrifikasi 100 gigawatt. 100 gigawatt yang kita harapkan bisa dicapai dalam 2 tahun. Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar. Tidak! Dengan itu kita akan tutup pembangkit listrik tenaga diesel 13 buah yang di PLN," kata Prabowo saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang, dikutip akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (9/4/2026).

Menurut orang nomor satu di Indonesia tersebut, penutupan 13 PLTD akan membuat negara hemat bahan bakar minyak (BBM) impor hingga 200 ribu barel per hari. "Dari menutup itu kita akan menghemat 200 ribu barel sehari,” ungkapnya.

Sampai saat ini Indonesia masih mengimpor BBM hingga 1 juta barel per hari. Namun, dengan menyuntik mati PLTD, Indonesia bisa memangkas 20 persen dari total impor solar.

“Dan dengan nanti 100 gigawatt kita juga akan menghemat sangat-sangat besar. Mungkin kita 2-3 tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali,” lanjutnya.

Menurut Prabowo, jika Indonesia masih ingin menjadi negara besar yang benar-benar merdeka, harus mandiri. Tidak hanya swasembada pangan, kemandirian energi juga harus dicapai.

“Negara yang sebesar kita, kalau masih mau merdeka, kalau masih mau survive, bertahan hidup, mau tidak mau kita harus mandiri, dan energi adalah salah satu bidang yang sangat menentukan,” tutur dia.

Dengan banyak sumber, mencapai swasembada energi seharusnya tidak akan sulit bagi Indonesia. Namun, yang tidak kalah penting, energi yang harus digunakan ke depan adalah energi bersih.

“Walaupun bagaimana, kita harus sekarang menuju energi yang bersih, energi terbarukan. Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik, listrikifikasi. Memakai listrik, untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon,” tegas Prabowo.

Baca juga artikel terkait PLN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama